Statin dapat membantu menurunkan tingkat lipoprotein densitas rendah (LDL), yakni kolesterol jahat dalam darah, dan statin membantu mengurangi produksinya di dalam hati. Tingginya kadar kolesterol LDL dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (atherosclerosis) serta penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease alias CVD). Statin biasanya ditawarkan kepada mereka yang didiagnosis mengidap CVD, atau yang memiliki riwayat keluarga cenderung mengembangkan CVD dalam waktu 10 tahun mendatang.

Bagaimana penggunaan statin untuk penyakit kardiovaskular?

Kolesterol memang penting bagi tubuh untuk dapat bekerja dengan baik, namun terlalu banyak kadar kolesterol jahat (lipoprotein densitas rendah atau LDL) juga tidaklah sehat. Kadar kolesterol jahat dalam tubuh dapat dikurangi dengan penggunaan statin.

Tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di dalam arteri. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner (yang memicu angina dan serangan jantung) serta stroke. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung atau stroke, menggunakan statin akan berguna untuk mengurangi risiko kejadian lainnya. Jika Anda memiliki penyakit arteri perifer, disarankan menggunakan statin untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit. Bahkan jika kondisi kesehatan Anda baik-baik saja, atau berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, Anda dapat diresepkan statin, misalnya jika Anda memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit kardiovaskular. Statin dapat membantu menurunkan risiko Anda. Sebuah penelitian juga menyarankan penggunaan statin untuk membantu mengurangi risiko stroke jika Anda berusia di atas 65 tahun.

Tubuh akan selalu memproduksi kolesterol, jadi apabila Anda berhenti menggunakan statin, kemungkinan kadar kolesterol pun akan naik. Jika Anda diresepkan statin, Anda harus menggunakannya setiap hari. Kinerja statin akan semakin terasa manfaatnya jika dipergunakan dalam jangka panjang.

Pencarian terbaru dari sebuah studi menemukan empat percobaan baru dan memperbarui data tindak lanjut pada tiga uji coba termasuk dalam tinjauan aslinya. Sebanyak 18 uji coba terkontrol dimasukkan secara acak. Kemudian, 14 pasien uji coba yang direkrut dengan penyakit tertentu (peningkatan lipid, diabetes, hipertensi, mikroalbuminuria). Semua penyebab kematian berkurang akibat penggunaan statin; sesuai kombinasi antara CVD/CHD/stroke fatal dan non-fatal. Pengurangan tingkat revaskularisasi juga terlihat. Kolesterol total serta kolesterol LDL berkurang dalam semua uji coba, namun terdapat bukti efek heterogenitas.

Tidak ada bukti bahaya serius yang disebabkan oleh penggunaan statin. Bukti yang ada hingga saat ini menunjukkan bahwa pencegahan dini dengan statin cenderung hemat biaya dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Temuan terbaru menggunakan data meta-analisis pasien individu menunjukkan bahwa manfaat ini serupa pada mereka (kurang dari 1% per tahun) yang berisiko rendah terhadap penyakit kardiovaskular.

Penting bagi Anda untuk meminum obat secara teratur sesuai resep. Biasanya, statin diminum pada malam hari, ketika kolesterol paling banyak dihasilkan di dalam tubuh. Periksakan ke dokter atau apoteker bila Anda harus menggunakan statin. Jika faktor risiko hanyalah usia, Anda tidak perlu menggunakan statin.

Silakan konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca