Mengenal Heparin Sebagai Pengobatan Sakit Jantung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Heparin digunakan dalam pengobatan dan pencegahan penggumpalan darah, mencegah pembekuan darah saat dialisis, dan mencegah komplikasi setelah serangan jantung.

Terdapat 2 jenis heparin: high molecular weight heparin dan low molecular weight heparin.

High molecular weight heparin memerlukan pemantauan darah setiap hari. Low molecular weight heparin memberikan respon antikoagulan yang lebih baik dan tidak memerlukan pemantauan darah setiap hari.

Heparin digunakan untuk mengobati atau mencegah pembekuan darah di mana terdapat risiko tinggi pembekuan dan thromboembolisme, seperti pada fibrilasi atrial, infarksi myocardial, deep vein thrombosis, operasi lutut dan paha, dan lainnya.

Peran heparin dalam pengobatan penyakit jantung

Heparin mencegah terbentuknya dan berkembangnya pembekuan darah dengan mencegah faktor pembekuan yang menyemen platelet bersama.

Heparin adalah antikoagulan yang disuntikkan dan mengaktifkan antithrombin III, yang menghalangi thrombin dan faktor Xa, faktor yang diperlukan pada tahap akhir pembekuan darah. Pembekuan darah dalam arteri yang menuju jantung dapat menyebabkan sindrom koroner akut: angina yang tidak stabil (perasaan sesak di dada) atau serangan jantung (non‐ST segment myocardial infarction ‐ NSTEMI). Obat-obatan yang mencegah terbentuknya pembekuan (aspirin) atau mengencerkan darah (heparin) dapat meringankan permasalahan.

Unfractionated Heparin (UFH) dan Low Molecular Weight Heparin (LMWH) adalah 2 jenis heparin. Percobaan membuktikan pemberian UFH dan LMWH sebagai tambahan dari terapi aspirin pada pasien dengan angina yang tidak stabil atau NSTEMI pada fase akut pengobatan, dapat mencegah serangan jantung lebih dari placebo, tapi tidak mengurangi mortalitas, kebutuhan prosedur revaskularisasi, atau kambuhnya angina. Meskipun informasi tentang efek sampingnya terbatas, heparin dapat menyebabkan perdarahan minor.

Sejauh ini tidak ada penelitian terbaru. Saat ini 8 penelitian, termasuk pada review ini. Tidak ditemukan bukti perbedaan pada mortalitas di antara kelompok yang diberi heparin dan placebo (RR = 0.84, 95% CI 0.36 sampai 1.98). Dibandingkan dengan placebo, heparin mengurangi terjadinya infarksi myocardial pada pasien dengan angina yang tidak stabil dan NSTEMI (RR = 0.40, 95% CI 0.25 sampai 0.63, NNTB = 33). Terdapat tren perdarahan mayor pada penelitian heparin dibanding dengan penelitian kontrol (RR = 2.05, 95% CI 0.01 sampai 4.24). Penilaian risiko bias pada penelitian ini terbatas, karena penelitian umumnya tidak memberikan detail yang cukup untuk menilai potensi risiko bias.

Dibandingkan dengan placebo, pasien yang diberi heparin memiliki risiko mortalitas, revaskularisasi, kambuhnya angina, dan thrombocytopenia yang sama. Namun, pasien yang diobati dengan heparin mengalami penurunan risiko infarksi myocardial dan insidensi perdarahan minor yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, bukti yang dinilai pada review ini tergolong kualitas rendah menurut pendekatan GRADE. Hasil review ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati.

Heparin menurunkan jumlah serangan jantung, tetapi menyebabkan perdarahan minor setelah non-ST elevation sindrom koroner akut dibandingkan dengan placebo.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

    Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat masyarakat semakin waspada. Mengapa fenomena ini dapat terjadi?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Berita Dalam Negeri, Berita Februari 18, 2020

    Perawatan Bagi Pasien yang Menjalani Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)

    Dibandingkan operasi jantung terbuka, TAVI menawarkan manfaat yang sama dengan risiko lebih kecil. Lantas, apa saja perawatan yang diperlukan pasien TAVI?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu

    Syarat dan Persiapan Sebelum Menjalani Transcatheter Aortic Valve Implantation

    Seperti prosedur medis umumnya, pasien yang hendak menjalani TAVI juga perlu memenuhi persyaratan dan melakukan beberapa persiapan. Apa saja di antaranya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Penyakit Jantung, Health Centers November 30, 2019

    Mengenal Transcatheter Aortic Valve Implantation, Cara Baru Operasi Katup Jantung

    Jika operasi katup jantung dulu harus melalui pembedahan terbuka, kini metode transcatheter aortic valve implantation bisa jadi alternatif untuk Anda.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Penyakit Jantung, Health Centers November 28, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyakit jantung boleh puasa

    Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
    Tanggal tayang Mei 18, 2020
    obat sakit jantung pengobatan penyakit jantung

    Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Tanggal tayang Mei 18, 2020
    diet keto untuk jantung

    Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Roby Rizki
    Tanggal tayang Maret 25, 2020
    bahaya merokok unruk penderita sakit jantung

    Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang Maret 24, 2020