9 Tips Mengurangi Risiko Serangan Jantung Atau Stroke

Oleh

Tanggal update Maret 6, 2020
Bagikan sekarang

Banyak kondisi, termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, fibrilasi atrial, atau diabetes, meningkatkan peluang terkena serangan jantung atau stroke. Bertindaklah sekarang untuk menurunkan risiko Anda.

1. Berolahraga ringan setiap hari

Olahraga sedang menurunkan risiko serangan jantung sebanyak 30-50%. Olahraga aerobik sampai 30 menit selama setidaknya 5 hari seminggu. Pada 2 hari lainnya, latihlah kekuatan. Jika merasa kelelahan, bagilah menjadi beberapa bagian, dan manfaatkan waktu sebisa mungkin. Cobalah berjalan selama 15 menit di pagi hari dan lainnya sebelum makan siang.

2. Turunkan berat badan dengan target yang masuk akal

Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, Anda tidak harus kurus untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Kehilangan 5-10% berat badan saja sudah dapat memperbaiki kolesterol dan menurunkan tekanan darah dan gula darah.

3. Minum obat jantung

Sebuah studi menemukan bahwa 130,000 penduduk Amerika meninggal setiap tahun karena tidak minum obat jantung sesuai dengan saran dokter. Temukan apa yang mencegah Anda minum obat – seperti efek samping, harga, atau sering lupa – dan mintalah bantuan dari dokter.

4. Makan dengan baik

Usahakan mengikuti diet sehat dan Anda mampu mengurangi risiko penyakit jantung sebanyak 25%. Isi piring Anda dengan berbagai macam buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh, ikan, dan daging tanpa lemak.

5. Tidak terlalu banyak minum alkohol

Jika Anda memang seorang peminum, kabar baiknya adalah alkohol dapat membantu kerja jantung Anda. Namun, alkohol dalam jumlah berlebih meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, dan gejala fibrilasi atrial. Untuk mendapatkan manfaat tanpa risiko, batasi alkohol sampai segelas saja bagi wanita dan dua gelas bagi pria.

6. Makan sedikit cokelat

Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang makan cokelat lebih dari sekali seminggu menurunkan risiko penyakit jantung sampai hampir 40%, diabetes sekitar 30%, dan stroke sekitar 30%. Sampai peneliti menentukan jumlah cokelat yang menurunkan risiko, jaga porsi makan Anda tetap kecil sehingga berat badan Anda tidak bertambah dan memperberat kerja jantung.

7. Jangan merokok

Merokok meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke secara drastis. Anda bahkan tidak boleh menjadi perokok pasif.  Setiap tahun, sekitar 46,000 orang meninggal karena penyakit jantung yang disebabkan oleh paparan asap rokok.

8. Pergi ke dokter gigi

Pembersihan gigi setiap 6 bulan sekali mungkin mengurangi risiko serangan jantung sebanyak 24% dan stroke 13%. Dokter gigi mungkin juga menemukan tanda penyakit jantung – seperti gusi membengkak atau gigi rontok – sebelum Anda atau dokter menemukan gejala, sehingga Anda mendapatkan perawatan lebih cepat.

9. Perhatikan gejala dan beri tahu dokter

Jangan hanya berharap gejala Anda akan hilang. Kunjungi dokter untuk menemukan gejala tidak biasa – misalnya napas pendek, perubahan ritme jantung, atau kelelahan. Dokter bisa melakukan banyak hal untuk mengobati masalah jantung – sekali Anda meminta bantuan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Benarkah Ada Bahaya Minum Bubble Tea untuk Kesehatan?

    Apakah Anda penggemar bubble tea? Dibalik rasa manisnya, ada bahaya bubble tea terhadap kesehatan yang mengintai. Baca informasi lengkapnya di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novi Sulistia Wati
    Nutrisi, Hidup Sehat Maret 11, 2020

    Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

    Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat masyarakat semakin waspada. Mengapa fenomena ini dapat terjadi?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Berita Dalam Negeri, Berita Februari 18, 2020

    3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

    Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak Desember 12, 2019

    Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

    Kesehatan tubuh bisa dideteksi lewat seberapa lebar lingkar perut Anda, lho! Yuk, cari tahu cara mengukur lingkar perut yang benar di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Berat Badan Ideal, Hidup Sehat November 22, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

    Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
    Tanggal tayang Mei 18, 2020
    Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

    Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 17, 2020
    Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

    Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Roby Rizki
    Tanggal tayang Maret 25, 2020
    Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

    Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang Maret 24, 2020