Panduan Menjalankan Puasa Saat Hamil Trimester Kedua

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pada usia kehamilan trimester kedua, masih terjadi berbagai perkembangan penting pada janin. Sehingga, Anda masih perlu untuk terus mengonsumsi makanan-makanan bergizi yang mengandung nutrisi penting. Walaupun di bulan Ramadan ini ibu hamil ikut puasa, namun usahakan ini tidak menjadi penghalang Anda untuk terus memberikan nutrisi terbaik bagi calon bayi Anda. Lalu, bagaimana sebaiknya menjalankan puasa saat hamil trimester kedua?

Menjalankan puasa saat hamil trimester kedua

Kemampuan ibu hamil dalam menjalankan ibadah puasa mungkin berbeda-beda. Ini tergantung dari kekuatan ibu dalam menjalankan puasa, kondisi kesehatan ibu hamil, dan usia kehamilan. Ibu hamil yang mengalami komplikasi, seperti diabetes gestasional dan anemia, tidak disarankan untuk menjalankan puasa.

Beberapa penelitian mungkin menunjukkan bahwa puasa saat hamil dapat menyebabkan dampak buruk bagi perkembangan janin, seperti bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau kemungkinan lebih besar untuk lahir prematur.

Namun, ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa puasa saat hamil tidak berhubungan dengan pertumbuhan bayi dalam kandungan dan waktu kelahiran. Hal ini pun terjadi jika Anda tetap bisa memenuhi nutrisi yang dibutuhkan walaupun sedang puasa. Ini penting untuk kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan janin Anda.

Tips menjalankan puasa saat hamil trimester kedua

Menjalankan puasa saat hamil trimester kedua mungkin tidak masalah bagi sebagian ibu dengan kehamilan sehat. Namun, beberapa hal harus tetap diperhatikan, seperti di bawah ini. Puasa sebaiknya bukan menjadi halangan bagi Anda untuk tetap memberikan nutrisi pada janin Anda.

1. Penuhi kebutuhan nutrisi

Berbagai nutrisi penting masih perlu dipenuhi selama trimester kedua kehamilan untuk mendukung perkembangan bayi dalam kandungan. Beberapa nutrisi tersebut, seperti:

  • Asam folat untuk mengurangi risiko bayi lahir cacat
  • Asam lemak omega-3 untuk mendukung perkembangan otak dan saraf bayi
  • Kalsium untuk mendukung pembentukan dan pemadatan tulang bayi dalam kandungan
  • Zat besi untuk mencegah anemia selama kehamilan. Kebutuhan zat besi ini makin tinggi seiring bertambahnya usia kehamilan Anda.
  • Seng untuk mencegah bayi lahir cacat dan kelahiran prematur, serta untuk mendukung pertumbuhan bayi

Anda bisa mencukupi kebutuhan nutrisi tersebut dengan mengonsumsi berbagai macam sayuran dan buah-buahan, sumber protein hewani (seperti ikan, daging, ayam, telur, dan susu), sumber protein nabati (tahu, tempe, dan kacang-kacangan), karbohidrat, dan lemak. Setidaknya, Anda disarankan untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 5 porsi per hari untuk membantu tubuh memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Selama puasa, pilihlah karbohidrat kompleks yang mengandung banyak serat. Serat membantu Anda mempertahankan energi dan kenyang lebih lama, sehingga Anda tidak cepat lemas dan lapar selama puasa. Sebaliknya, hindari konsumsi karbohidrat sederhana, seperti makanan manis. Karbohidrat sederhana dapat membuat gula darah Anda cepat naik dan membuat Anda lebih cepat lapar.

2. Penuhi kebutuhan cairan

Selain nutrisi, kebutuhan cairan juga penting untuk dipenuhi selama Anda menjalankan puasa. Anda disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan Anda sebanyak 2 liter per hari (sekitar 8 gelas) atau lebih (kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda). Jangan sampai Anda mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi saat puasa. Hal ini dapat membahayakan bayi Anda.

Jika Anda sudah merasa sangat haus, lemas, pusing, dan ingin pingsan, sebaiknya segera istirahat dan batalkan puasa Anda. Sebaiknya hindari konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda karena minuman ini dapat meningkatkan kehilangan cairan dari tubuh Anda.

3. Istirahat yang cukup

Jika nutrisi sudah terpenuhi dengan baik, jangan lupa untuk istirahat yang cukup. Mengambil waktu istirahat yang cukup juga diperlukan selama kehamilan dan agar Anda tidak merasa kelelahan selama puasa. Tidur beberapa jam di siang hari mungkin diperlukan untuk mendukung kelancaran puasa Anda. Selain itu, sebaiknya juga hindari melakukan aktivitas berat dan olahraga selama puasa.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca