Menyusui bukan penghalang Anda untuk tetap menjalankan ibadah puasa. Bagi beberapa orang, menyusui saat puasa mungkin tidak masalah. Namun, yang lainnya mungkin menganggap bahwa berpuasa saat masih harus menyusui bukan hal yang mudah. Lantas, apakah menyusui akan berpengaruh pada tubuh ibu selama berpuasa?

Jika Anda sedang menimbang manfaat dan risiko berpuasa selama menyusui, simak terus artikel ini untuk info lebih lanjut.

Apakah aman terus menyusui saat puasa?

Puasa tidak akan mengganggu produksi ASI. Tubuh Anda dapat tetap memproduksi ASI dengan jumlah dan kualitas yang sama seperti saat Anda sedang tidak berpuasa. Bahkan, kekurangan kalori yang masuk ke tubuh Anda di hari-hari normal lainnya saat sedang tidak puasa sebenarnya juga tidak banyak memengaruhi produksi ASI.

Untungnya tubuh Anda sangat mengerti kondisi Anda, yang mengharuskan Anda untuk terus memproduksi ASI sebagai makanan bayi bagaimanapun keadaannya. Tubuh Anda lebih pintar dari yang Anda bayangkan.

Tubuh mampu menyesuaikan caranya mengubah kalori untuk memproduksi ASI sehingga kuantitas dan kualitas ASI akan tetap terjaga walau Anda dalam keadaan lapar sekalipun. Namun, kelamaan membiarkan diri Anda kekurangan nutrisi saat sedang puasa tentu juga tidak baik.

Apakah menyusui saat puasa dapat berdampak buruk bagi bayi?

Kuantitas dan kualitas ASI tidak terpengaruh dengan seberapa banyak makanan yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, menyusui saat puasa tentu tidak akan memengaruhi kesehatan bayi Anda. Bayi Anda bisa tetap  bisa memeroleh semua nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh kembangnya.

Berat badan bayi juga tidak terpengaruh oleh kondisi ibu yang berpuasa selama menyusui. hasil ini dilaporkan oleh sebuah penelitian tahun 2006 pada sekelompok ibu menyusui dengan bayi berusia 2-5 bulan yang berpuasa selama bulan Ramadan.

Yang terpenting, bayi Anda tetap menyusu dengan baik. Semakin sering bayi Anda menyusu, semakin bisa ia mencukupi kebutuhannya, dan semakin lancar juga produksi ASI Anda. Ini merupakan siklus yang saling menguntungkan antara ibu dan bayi.

Namun, ASI Anda mungkin akan sedikit berubah tergantung dari apa yang Anda makan dan berapa banyak. Perlu Anda ketahui bahwa makanan sumber lemak yang Anda konsumsi saat puasa dapat memengaruhi jenis lemak yang terkandung dalam ASI, walaupun tidak memengaruhi jumlah lemak dalam ASI.

Tubuh Anda akan mengambil cadangan lemak dari tubuh jika jumlah lemak dari makanan tidak cukup untuk memproduksi ASI. Jadi, tetap perhatikan berapa banyak dan apa saja makanan yang Anda konsumsi saat puasa.

Jangan sampai berat badan Anda menurun drastis saat puasa karena ini dapat berpengaruh pada jenis lemak yang terkandung dalam ASI.

Apakah menyusui saat puasa dapat berdampak buruk bagi ibu?

Hal ini tergantung dari bagaimana konsumsi makanan dan minuman Anda saat puasa. Walaupun puasa membatasi waktu makan dan minum Anda, namun jika diatur dengan baik maka Anda bisa untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang diperlukan untuk produksi ASI.

Tetap perhatikan berapa banyak dan apa saja makanan yang Anda makan saat buka puasa dan sahur. Jika Anda kurang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi Anda selama menyusui saat puasa, maka yang rugi adalah diri Anda sendiri.

Mengapa? Karena tubuh akan mengambil nutrisi yang diperlukan untuk memproduksi ASI dari cadangan nutrisi yang ada dalam tubuh Anda sendiri, jika nutrisi dari makanan kurang bisa memenuhinya.

Contohnya, jika asupan kalsium Anda kurang untuk bisa memenuhi kualitas ASI, maka tubuh akan mengambil cadangan kalsium yang tersimpan dalam tulang Anda. Jika Anda tidak bisa menggantikan kalsium dalam tulang yang hilang tersebut, maka Anda akan berisiko mengalami masalah tulang di kemudian hari.

Selain makanan, yang juga harus Anda perhatikan saat menjalani puasa adalah asupan cairan. Ini penting karena ibu menyusui mengeluarkan lebih banyak cairan, sehingga akan lebih cepat merasa haus saat puasa. Kekurangan cairan saat puasa dapat menyebabkan ibu menyusui mengalami dehidrasi dan ini bisa berdampak buruk pada produksi ASI.

Anda perlu untuk minum setidaknya 8 gelas per hari atau lebih selama puasa untuk mencegah dehidrasi. sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal Human Lactation tahun 2009, merekomendasikan ibu menyusui meningkatkan asupan cairan setidaknya sejak 2 hari sebelum puasa, sehingga tubuh sudah cukup terhidrasi sebelum puasa. Peneliti juga merekomendasikan agar ibu menyusui mengurangi aktivitas dan paparan panas selama puasa.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca