backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

7 Tips Aman Melakukan Perjalanan Jauh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    7 Tips Aman Melakukan Perjalanan Jauh Saat Puasa

    Selain orang sakit, ibu hamil, dan menyusui, kewajiban puasa juga diringankan untuk mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh saat puasa.

    Pasalnya, berpuasa sambil bepergian jauh itu cukup menghabiskan energi. Lantas, apa yang harus dipersiapkan?

    Tips melakukan perjalanan jauh saat puasa

    Mudik menjadi momen yang ditunggu-tunggu di bulan Ramadan. Setelah melalui perjalanan yang panjang, Anda bisa bercengkrama lagi dengan orang terkasih di kampung halaman.

    Tidak hanya itu, beberapa orang juga memanfaatkan libur Lebaran untuk sekadar berlibur ke luar kota menggunakan kendaraan pribadi bersama keluarga besar.

    Supaya perjalanan jauh saat puasa tidak mengganggu momen ibadah dan silaturahmi Anda, berikut ini adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan.

    1. Rencanakan perjalanan

    menulis rencana perjalanan

    Anda mungkin tidak masalah melakukan sesuatu yang mendadak, termasuk untuk bepergian jauh. Namun, sebisa mungkin hindari bepergian jauh tanpa perencanaan yang matang. 

    Pastikan Anda sudah mengetahui dengan jelas lokasi mana saja yang akan dituju, berapa lama waktu tempuh untuk mencapainya, dan jalan mana yang harus dilewati.

    Dengan memiliki rencana perjalanan yang matang, Anda dapat meminimalkan risiko kejadian buruk yang mungkin terjadi selama perjalanan jauh.

    2. Jaga stamina

    Pastikan kondisi tubuh Anda fit bila hendak melakukan perjalanan jauh ketika puasa. Mulailah dengan mengecek kesehatan dan mempersiapkan stamina jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

    Perbanyak makanan sehat saat sahur yang mengandung vitamin C dan zinc. Kombinasi vitamin dan mineral ini memperkuat daya tahan tubuh sehingga Anda tidak mudah lelah dan sakit. 

    Jangan pula menyetir saat mengantuk. Pastikan Anda mencukupi waktu tidur selama 7–8 jam selama beberapa hari sebelum melakukan perjalanan jauh.

    3. Penuhi asupan gizi dan cairan tubuh

    Sebelum melakukan perjalanan jauh saat puasa, pastikan Anda sudah memenuhi asupan gizi dengan mengonsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka.

    Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih. Hal ini berguna untuk mencegah dehidrasi selama perjalanan jauh.

    Pertimbangkan untuk mengonsumsi multivitamin saat puasa yang membantu menjaga stamina. Selain itu, vitamin juga akan membuat tubuh Anda tetap segar selama bepergian.

    4. Lakukan perjalanan malam

    Apabila ingin tidak terlalu lelah dan tetap segar selama perjalanan, ada baiknya Anda mencoba memulai perjalanan pada malam hari. 

    Selain tidak terpapar sinar matahari yang cepat membuat tubuh kekurangan cairan, berkendara pada malam hari membuat Anda memiliki banyak energi karena baru saja berbuka puasa.

    Keuntungan lain melakukan perjalanan malam saat bulan Ramadan yakni tidak harus menahan haus atau lapar sehingga Anda bisa dengan mudahnya minum dan makan.

    Dengan begitu, kadar gula darah yang normal bisa membuat Anda lebih fokus saat berkendara. Hal ini tentu tidak bisa Anda lakukan bila melakukan perjalanan siang hari, bukan?

    5. Bawa obat-obatan

    isi kotak p3k

    Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi selama Anda melakukan perjalanan jarak jauh, terlebih kondisi tubuh Anda lebih rentan saat puasa.

    Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk membawa obat-obatan sendiri dalam kotak P3K. Siapa tahu di tengah perjalanan nanti Anda memerlukan obat sebagai pertolongan pertama.

    Beberapa obat yang sebaiknya Anda persiapkan dalam kotak P3K yaitu obat pereda nyeri, minyak angin, obat antimabuk, obat asam lambung, kain kasa, dan obat merah.

    6. Perhatikan barang bawaan

    Tidak adanya asupan makanan dan minuman sepanjang hari akan membuat Anda sedikit lemas saat berpuasa. Akibatnya, daya konsentrasi pun berkurang.

    Hal ini bisa membuat Anda mudah meninggalkan barang bawaan, dompet, atau barang penting lainnya di restoran atau toilet di tempat istirahat (rest area).

    Maka dari itu, usahakan untuk selalu waspada setiap saat. Selalu cek kembali barang bawaan Anda ketika turun atau naik kendaraan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

    7. Rehat sejenak ketika lelah

    Kecelakaan lalu lintas banyak terjadi selama perjalanan jauh. Hal ini umumnya disebabkan karena pengemudi kelelahan atau mengantuk saat berkendara.

    Padahal, setiap pengemudi hanya diperbolehkan mengemudi selama empat jam berturut-turut saat perjalanan jauh. Setelah itu, Anda perlu beristirahat minimal selama 30 menit.

    Jangan paksakan memacu kendaraan bila kondisi Anda memang sudah lelah. Carilah tempat istirahat untuk melemaskan otot-otot yang kaku karena terlalu lama duduk.

    Bahaya microsleep saat berkendara

    Kelelahan merupakan salah satu penyebab microsleep, yakni suatu kondisi ketika otak tiba-tiba memasuki periode tidur singkat yang berlangsung kurang dari 30 detik dan tidak disadari. Tidur sesaat ketika berkendara tentu dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang berakibat fatal.

    Bagaimana kalau Anda ingin batal puasa saat perjalanan jauh?

    Saat mudik, kemungkinan besar Anda akan batal puasa di tengah perjalanan. Sayangnya, akan sulit menemukan restoran atau tempat makan karena saking ramainya.

    Daripada mengambil risiko dengan sembarang jajan di jalanan yang tidak diketahui pasti asal-usul dan kebersihannya, lebih baik Anda menyiapkan bekal untuk perjalanan jauh.

    Apabila ingin membatalkan puasa saat perjalanan jauh, tidak perlu bekal yang rumit. Makanan sederhana pun sudah cukup, misalnya air mineral, kurma, dan roti gandum.

    Sementara bila ingin mencari makanan lainnya, sebaiknya cari tempat istirahat (rest area) yang bersih sehingga kualitas dan kebersihan makanannya turut terjamin.

    Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa. Intinya adalah jangan terlalu memaksakan diri.

    Sebaiknya batalkan puasa bila Anda merasa tidak kuat berpuasa. Beristirahatlah sejenak untuk mengisi kembali energi demi menuju tujuan perjalanan Anda dengan selamat.

    Kesimpulan

    • Mudik atau melakukan perjalanan jauh menjelang Lebaran menjadi momen yang dinantikan oleh banyak kalangan.
    • Perjalanan jauh saat puasa ini memerlukan perencanaan matang untuk meminimalkan risiko kejadian buruk yang tidak diinginkan.
    • Berbagai persiapan tersebut termasuk memenuhi asupan gizi dan air ketika sahur dan berbuka, membawa obat-obatan, serta menjaga kondisi tubuh tetap fit.
    • Tips utama dalam mudik yang sehat adalah jangan terlalu memaksakan diri Anda. Sebaiknya tunda puasa dan banyak-banyaklah beristirahat selama melakukan perjalanan jauh.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan