Menurut WHO, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah suatu penyakit paru yang mengancam nyawa, yang mengganggu pernapasan normal. Kondisi ini lebih dari sekadar “batuk perokok.” Lebih dari 3 juta orang meninggal akibat PPOK pada tahun 2012, yang sebanding dengan 6% dari semua kematian secara global pada tahun tersebut. Lebih dari 90% kematian PPOK terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

PPOK terjadi dengan perlahan dan biasanya memburuk seiring waktu. Pada tahap awalnya, penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Pencegahan dan pengobatan dini dapat membantu menghindari kerusakan paru serius, masalah pernapasan serius, dan bahkan gagal jantung. Langkah pertama adalah untuk mengetahui faktor risiko pribadi Anda untuk terkena penyakit ini.

Apa saja yang meningkatkan risiko Anda terkena PPOK?

1. Merokok

Faktor risiko utama untuk PPOK adalah merokok, yang menjadi penyebab sampai 90% kematian PPOK, menurut American Lung Association (ALA). Para perokok kira-kira 13 kali lebih mungkin untuk mengalami kematian akibat penyakit ini daripada mereka yang tidak pernah merokok.

Paparan jangka panjang terhadap asap tembakau sangatlah berbahaya. Semakin lama tahun dan semakin banyak bungkus rokok yang Anda hisap, maka semakin besar pula risiko Anda.

Perokok batang dan perokok cerutu semuanya sama berisikonya. Paparan terhadap asap rokok pasif (secondhand smoke) juga meningkatkan risiko Anda. Asap rokok pasif mengandung baik asap dari tembakau yang terbakar dan asap yang dihembuskan perokok.

2. Polusi udara

Meskipun merokok sejauh ini adalah faktor risiko utama untuk PPOK, merokok bukanlah satu-satunya faktor risiko. Polutan dalam ruangan dan luar ruangan juga dapat menyebabkan kondisi ini jika paparan bersifat intens atau berkepanjangan.

Polusi udara dalam ruangan meliputi partikulat dari asap bahan bakar padat yang digunakan untuk memasak dan pemanasan. Contohnya termasuk tungku kayu dengan ventilasi yang buruk, pembakaran biomassa atau batubara, atau memasak dengan api.

Paparan terhadap polusi lingkungan dalam jumlah besar adalah faktor risiko yang lain. Kualitas udara dalam ruangan memainkan peran penting dalam perkembangan PPOK di negara-negara berkembang. Namun, polusi udara perkotaan—seperti polusi lalu lintas dan polusi terkait pembakaran—menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar di seluruh dunia.

3. Debu dan bahan kimia

Paparan jangka panjang terhadap debu, bahan kimia, dan gas industri dapat mengiritasi dan mengakibatkan peradangan saluran napas dan paru-paru, sehingga meningkatkan kemungkinan PPOK. Orang-orang dengan profesi yang sering berhadapan dengan paparan debu dan uap kimia, seperti penambang batu bara, pekerja biji-bijian, dan pembuat cetakan logam, memiliki reiiko lebih besar untuk terkena penyakit ini.

Satu studi di American Journal of Epidemiology menemukan bahwa fraksi PPOK yang dikaitkan dengan pekerjaan diperkirakan mencapai 19,2% secara keseluruhan dan 31,1% di antara mereka yang tidak pernah merokok.

4. Genetika

Dalam kasus yang jarang terjadi, faktor genetik dapat menyebabkan orang yang tidak pernah merokok atau yang pernah terpapar partikulat jangka panjang untuk terkena PPOK. Kelainan genetik menyebabkan kekurangan α1-antitrypsin (AAT). Banyak orang sebenarnya memiliki defisiensi AAT, meskipun hanya segelintir yang menyadarinya.

Meskipun defisiensi AAT adalah satu-satunya faktor resiko genetik PPOK yang ada, kemungkinan beberapa gen merupakan faktor risiko tambahan. Para peneliti belum dapat membuktikan hal ini.

5. Usia

PPOK paling sering dialami oleh orang yang berusia minimal 40 tahun yang memiliki riwayat merokok. Insidensi ini meningkat seiring bertambahnya usia. Meskipun tidak ada yang bisa Anda lakukan jika sudah menyangkut usia, Anda bisa mengambil langkah untuk menjaga kesehatan.

Jika Anda memiliki faktor risiko PPOK, penting untuk mendiskusikannya dengan dokter. ALA menganjurkan untuk berkonsultasi pada dokter mengenai PPOK secara proaktif jika Anda berusia di atas 45 tahun, memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini, atau jika Anda merupakan perokok aktif atau mantan perokok. Deteksi dini PPOK adalah kunci keberhasilan pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca