Mengenal Penyakit Emfisema: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Apa itu emfisema?

Emfisema adalah salah satu dari dua penyakit yang umum terjadi pada orang dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Penyakit ini merusak kantung-kantung udara di dalam paru-paru (disebut juga dengan alveoli) dengan membuatnya membuatnya kehilangan elastisitas secara permanen.

Alveoli adalah tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam paru-paru. Alveoli yang rusak menyebabkan kemampuan paru-paru memasok oksigen ke dalam darah menjadi berkurang.

Sampai saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan rusaknya alveoli ini. Artinya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun, Anda dapat mencegahnya agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah.

Apa yang menyebabkan seseorang terkena penyakit ini?

Salah satu penyebab seseorang dapat terkena penyakit ini adalah paparan berlebihan terhadap iritan kimia, seperti asap rokok. Selain itu, paparan jangka panjang polusi udara serta bahaya yang ada di lingkungan kerja juga dapat memicu kondisi ini.

Pada mulanya, paru-paru Anda mungkin akan meradang akibat paparan yang terlalu sering. Akibat paparan itu, paru-paru Anda kemudian kehilangan elastisitasnya sehingga mempersempit saluran napas dan menghambat aliran udara yang masuk. Terjadilah gangguan pernapasan ini.

Merokok adalah alasan utama untuk semua penyakit paru, termasuk emfisema. Faktor lainnya yang mungkin juga menjadi penyebab penyakit ini adalah unsur genetika, meskipun sebenarnya cukup jarang terjadi.

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit emfisema?

Biasanya, penyakit ini dialami oleh orang yang telah merokok dalam jangka waktu yang lama. Itu sebabnya, penyakit ini biasanya baru berhasil didiagnosis atau ditemui pada usia paruh baya atau usia lanjut. Tak hanya lelaki, perempuan juga berpotensi memiliki penyakit ini.

Menurut laporan dari Surgeon General’s Office of the Department of Health and Human Services, para perokok meningkatkan risiko mereka untuk terkena emfisema sebanyak 13 kali lebih besar (HHS, 2004). Tak hanya perokok, orang yang terkena paparan asap rokok, alias perokok pasif juga berisiko terkena penyakit ini.

Selain asap rokok, polusi udara dan paparan bahan kimia lain, yang mungkin saja didapat dari lingkungan kerja juga menyebabkan seseorang berisiko terkena penyakit ini. Para pekerja pabrik tertentu adalah salah satu contohnya.

Di samping polusi udara, dan asap rokok, terdapat faktor risiko lain, selain kualitas udara, yang menyebabkan seseorang berisiko terhadap penyakit ini. Penelitian menunjukkan bahwa ras Kaukasia lebih sering menderita emfisema dibandingkan dengan ras lain. Faktor genetik juga diketahui menyebabkan emfisema pada orang-orang dengan usia yang lebih muda. Namun, ini adalah kasus yang jarang terjadi.

Apa saja tanda-tanda dan gejala emfisema?

sindrom kelelahan kronis

Gejala emfisema biasanya akan memburuk ketika Anda berolahraga. Salah satu gejala yang paling umum adalah sesak napas yang juga mungkin disertai batuk. Berikut adalah beberapa gejala lain yang akibat penyakit ini.

  • Sesak napas yang memburuk dari waktu ke waktu
  • Lebih mudah terkena infeksi
  • Lendir (dahak) berlebih di paru-paru
  • Kelelahan, keletihan
  • Bagian tengah paru-paru yang membesar sebagai upaya tubuh dalam meningkatkan ukuran paru-paru. Kondisi ini disebut juga barrel chest
  • Kulit atau kuku yang menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen

Kelelahan, penurunan berat badan, depresi, dan detak jantung cepat adalah gejala lain yang mungkin muncul akibat emfisema. Jika ini terjadi, segera carilah bantuan medis.

Komplikasi apa saja yang mungkin timbul akibat penyakit ini?

Emfisema dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya serta menyebabkan kondisi paru yang serius. Komplikasi emfisema dapat meliputi:

  • Pneumonia, yaitu infeksi bakteri pada paru-paru. Orang dengan emfisema cenderung mengalami pneumonia
  • Kolaps paru. Beberapa orang yang memiliki penyakit ini memiliki penggembungan kantung udara dalam paru-paru yang disebut dengan bullae. Kantung ini bisa membesar hingga berukuran setengah paru-paru. Apabila kantung ini pecah akan menyebabkan fungsi paru kolaps. Kondisi ini disebut juga dengan pneumotoraks
  • Masalah jantung. Penyakit ini menyebabkan terjadinya kerusakan alveoli pada paru-paru. Hal ini akan mengurangi jumlah pembuluh kapiler dan menurunkan kadar oksigen dalam darah. Artinya, jantung memiliki beban lebih besar untuk memompa darah agar dapat memasok oksigen ke seluruh sel-sel tubuh. Lama-kelamaan, hal ini akan menyebabkan pembengkakan jantung karena tekanan arteri yang besar

Tes dan diagnosis

Penyakit ini dapat didiagnosis dengan beberapa cara. Pertanyaan pertama yang akan diajukan oleh dokter apabila Anda dicurigai memiliki penyakit ini adalah mengenai kebiasaan merokok yang Anda miliki. Ia juga akan menanyakan perihal lingkungan rumah dan tempat kerja apakah memungkinkan diri Anda untuk terpapar bahan-bahan yang berpotensi menyebabkan kerusakan paru.

Selain penegakan diagnosis dengan menggali kebiasaan Anda, pemeriksaan fisik jelas akan dilakukan. Terlebih karena penyakit emfisema dapat menyebabkan perubahan penampilan, seperti kulit kebiruan atau barrel chest. Malnutrisi juga merupakan salah satu tanda dari emfisema.

Tes apa saja yang biasanya dilakukan untuk menegakkan diagnosis?
melakukan rontgen

Untuk memperkuat diagnosis, dokter Anda juga mungkin akan melakukan beberapa tes tertentu (termasuk pemeriksaan laboratorium) untuk memastikan dugaan penyakit ini. Beberapa tes dapat mendiagnosis emfisema, termasuk tes pencitraan, tes kapasitas paru, dan tes darah.

  • Tes oksimetri. Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah.  Untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.
  • Tes fungsi paru. Untuk menjalankan prosedur ini, Anda akan diminta bernapas pada selang dengan tujuan mengukur seberapa banyak udara yang bisa Anda tampung di paru-paru dan berapa banyak yang dapat Anda embuskan. Hasil tes ini akan menunjukkan sebaik apa paru-paru Anda dapat “memerangkap” udara di dalam untuk memasok oksigen ke darah.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan dilakukan dengan melakukan rontgen dada atau CT Scan dada. Melalui tes ini akan dilihat bagaimana citra (gambaran) paru-paru Anda. Tes ini dapat menangkan adanya kelainan, seperti gelembung-gelembung udara yang terbentuk di paru-paru.
  • Tes darah lengkap. Ketika menderita emfisema, jumlah sel darah merah dapat meningkat. Adanya infeksi di paru akibat penyakit ini juga dapat meningkatkan jumlah sel darah putih untuk itulah pemeriksaan darah lengkap dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan ini.

Bagaimana penyakit ini diobati?

Emfisema adalah penyakit kronis. Artinya, penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Meski tak daoat disembuhkan, penyakit ini masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan. Selain itu, terapi dan operasi juga dapat membantu mengendalikan penyakit ini dan meningkatkan kualitas hidup.

Beberapa cara untuk mencegah penyakit ini semakin memburuk antara lain:

  • Berhenti merokok adalah pengendalian emfisema dan penyakit paru yang paling efektif. Menghindari polutan lainnya juga akan membantu agar kondisi ini tidak memburuk.
  • Program rehabilitasi paru akan mengajarkan Anda cara untuk berlatih pernapasan, cara mengurangi stres, dan cara berolahraga dengan emfisema.
  • Terapi oksigen.
  • Obat-obatan untuk mengurangi peradangan (anti-inflamasi).
  • Obat-obatan untuk membuka saluran udara dan mengencerkan dahak (bronkodilator).
  • Antibiotik dan vaksinasi untuk mencegah infeksi.

Penderita penyakit ini sering mengalami kecemasan dan depresi. Bergabung dengan kelompok yang memiliki masalah sejenis juga dapat membantu. Mengingat penderita penyakit emfisema sering memiliki badan yang kurang, mengonsumsi makanan kaya vitamin A, C, dan E, seperti buah-buahan juga akan dianjurkan untuk membantu menjaga kondisi tetap baik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca