Tubuh kita merupakan tempat hidup bakteri. Ada berbagai jenis bakteri yang hidup di bagian-bagian tertentu tubuh Anda, termasuk di vagina. Dalam vagina, terdapat lebih dari 50 spesies bakteri unik, seperti yang ada dalam saluran pencernaan. Jangan panik, bakteri-bakteri ini merupakan bakteri baik yang dapat menjaga kesehatan vagina. Namun, jika bakteri baik ini terancam kedudukannya oleh bakteri jahat, maka vagina akan rentan terkena infeksi.

Untuk itu, Anda perlu mempertahankan keseimbangan bakteri dalam vagina. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri baik atau probiotik.

Bagaimana probiotik bisa menjaga kesehatan vagina?

Bakteri baik dalam vagina, terutama jenis Lactobacillus, dapat melindungi saluran vagina dari bakteri jahat atau mikroorganisme penyebab penyakit. Bakteri baik bekerja dengan cara menghentikan pembentukan dasar dari mikroorganisme penyebab penyakit.

Bakteri baik dapat menciptakan lingkungan vagina yang asam (mempertahankan lingkungan ph vagina yang sehat) sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Ini dilakukan dengan cara menghasilkan asam laktat dalam vagina. Hidrogen peroksida juga dihasilkan oleh bakteri baik untuk menghambat perkembangan bakteri atau mikroorganisme penyebab infeksi vagina, seperti bakterial vaginosis.

Yang paling penting, probiotik atau bakteri baik juga dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh. Sehingga, bisa membantu melawan infeksi yang menyerang tubuh secara keseluruhan, tidak hanya untuk menjaga kesehatan vagina tapi juga untuk kesehatan kandung kemih dan saluran pencernaan.

Apa saja makanan sumber probotik yang baik untuk vagina?

Kadar estrogen dan perubahan pH vagina yang menjadi lebih rendah dapat menyebabkan penurunan populasi Lactobacillus dalam vagina, sehingga memungkinkan bakteri jahat untuk menggantikannya dan menginfeksi vagina. Sehingga, dengan menambahkan jumlah bakteri baik dalam tubuh melalui makanan, maka dapat mempertahankan kedudukan bakteri baik, khususnya Lactobacillus, untuk melindungi vagina dari infeksi.

Penelitian, yang dilansir dari Medical Daily, juga telah membuktikan adanya hubungan antara diet kaya probiotik dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh serta keseimbangan hormonal. Beberapa makanan sumber probiotik yang bisa menjaga kesehatan vagina adalah:

  • Yogurt, adalah susu yang ditambahkan dengan bakteri Lactobacillus acidophilus sehingga terjadi fermentasi.
  • Kefir, adalah susu kambing yang difermentasi dengan bakteri baik.
  • Kimchi, adalah makanan khas dari Korea yang merupakan produk fermentasi sayuran, terutama sawi putih.
  • Sauerkraut, hampir sama dengan kimchi namun berasal dari daratan Eropa, sauerkraut merupakan kol yang telah difermentasi.
  • Tempe, makanan asli Indonesia ini merupakan kacang kedelai yang difermentasi dengan ragi atau bakteri baik.
  • Miso, adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari gandum, kacang kedelai, beras, atau barley yang difermentasi dengan jamur yang disebut koji.
  • Acar atau pickle, adalah timun yang difermentasi dengan cara direndam dalam larutan garam dan air.
  • Teh kombucha, adalah minuman teh hijau atau teh hitam yang difermentasi dengan bakteri.
  • Makanan fermentasi lainnya.

Selain mengonsumsi probiotik, menjaga kebersihan vagina juga penting

Kebersihan vagina juga penting dijaga agar Anda terhindar dari infeksi bakteri. Walaupun vagina sebenarnya mempunyai sistem tersendiri untuk membersihkan dirinya, namun beberapa hal tetap harus Anda lakukan untuk menjaga lingkungan pada vagina tetap seimbang.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan vagina adalah:

  • Bersihkan vagina secara rutin, cukup dengan air hangat. Atau, Anda juga bisa menggunakan produk pembersih vagina (bukan sabun) yang mengandung povidone-iodine, jika diperlukan terutama saat “red days” (menstruasi).
  • Bersihkan vagina dari depan ke belakang agar kuman yang ada di anus tidak menyebar ke daerah vagina.
  • Jaga area vagina tetap kering. Sebaiknya pilih celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat dan hindari menggunakan celana atau rok yang ketat. Lap daerah sekitar vagina dengan handuk lembut setelah mandi atau setelah dari toilet.
  • Hindari membersihkan vagina dengan cara douching karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami dalam vagina. Hindari juga penggunaan tisu dengan pewangi, sabun dengan pewangi, atau deodoran vagina.
  • Ganti pembalut secara teratur saat Anda menstruasi.
  • Lumasi vagina dengan baik sebelum berhubungan seksual agar terhindar dari iritasi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca