Hipotiroid Kongenital

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipotiroid kongenital?

Hipotiroidisme adalah kondisi rendahnya hormon tiroid dalam tubuh, sedangkan kongenital berarti penyakit sejak lahir atau bawaan. Sebelumnya, perlu diketahui dulu bahwa kelenjar tiroid adalah bagian penting dalam tubuh. 

Kelenjar tiroid berbentuk kupu-kupu dan terdapat di leher bagian bawah. Kelenjar tiroid berfungsi menghasilkan hormon tiroid. 

Hormon tiroid bertugas dalam mengatur pertumbuhan, perkembangan otak, dan metabolisme tubuh. Hipotiroid kongenital pada bayi menandakan bahwa tubuhnya kekurangan hormon tiroid.

Alhasil, hipotiroid kongenital pada bayi dapat menghambat pertumbuhan, mengganggu sistem pernapasan, kerja organ jantung, dan kerja sistem saraf.

Bukan hanya itu, fungsi tubuh dalam mengatur suhu, kekuatan otot, kesehatan kulit, berat badan, tingkat kolesterol, dan perkembangan otak juga terganggu.

Seberapa umumkah hipotiroid kongenital?

Hipotiroid kongenital adalah kondisi yang sebenarnya jarang sekali terjadi. Menurut US National Library of Medicine, kondisi ini bisa dialami pada 1 dari 2.000 hingga 4.000 bayi yang baru lahir.

Akan tetapi, penyakit hipotiroid ini lebih banyak terjadi dua kali lipat pada bayi perempuan dibandingkan dengan bayi laki-laki.

Tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala hipotiroid kongenital?

Gejala dari hipotiroid kongenital pada yang sering muncul pada bayi adalah kulit dan mata kekuningan, waktu tidur lama, nafsu makan menurun, kulit kering, dan sembelit.

Selain itu, bayi juga mungkin tampak lesu dan mudah tersedak karena kondisi ini. Sementara gejala hipotiroid kongenital pada anak tidak jauh berbeda.

Anak dengan kondisi ini bisa mengalami gejala berupa perut membuncit serta kulit yang dingin dan berbintik. Anda juga bisa mengamati wajah anak dan melihat ada yang janggal.

Hal ini karena jarak antara mata kanan dan kiri tampak terlalu lebar atau area di antara kedua alis anak (di atas hidung) tampak sangat besar.

Di sisi lain, tanda dan gejala hipotiroid kongenital lainnya yang akan muncul seiring pertumbuhan anak antara lain:

  • Muka bengkak, terlihat gemuk, atau sembap
  • Pusar bodong atau menonjol
  • Tidak rewel (jarang menangis) dan tatapan kosong
  • Pertumbuhan yang terhambat (tubuh anak sangat pendek)
  • Kepala yang lebih besar dari ukuran normal
  • Lemas, seperti tidak bertenaga
  • Otot lemah
  • Refleks lambat
  • Terlambat belajar duduk dan belajar berdiri
  • Suara terdengar kasar dan terlambat bicara
  • Perkembangan organ seksual terhambat atau tidak terjadi sama sekali
  • Mulut sering terbuka karena ukuran lidah besar
  • Pembengkakan pada kelopak mata, bagian belakang tangan, atau area genital
  • Nadi terasa lambat dan denyut jantung lemah

Ketika bayi baru lahir mengalami kekurangan hormon tiroid bisa menimbulkan masalah pada perkembangan tubuh dan otak anak. 

Ambil contohnya tubuh anak pendek, mengalami keterlambatan jalan, terlambat berbicara, atau bahkan gangguan dalam berpikir.

Keterbelakangan mental dan intelegensi yang rendah seperti IQ anak rendah juga bisa terjadi akibat kekurangan hormon tiroid sejak lahir. 

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda melihat si kecil memiliki tanda-tanda di atas atau pertanyaan lainnya terkait hipotiroid kongenital, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk anak. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan anak.

Penyebab

Apa penyebab hipotiroid kongenital?

Hipotiroid kongenital pada bayi terjadi saat kelenjar tiroid tidak dapat berkembang maupun berfungsi dengan baik.

Ambil contohnya karena posisi kelenjar tiroid tidak normal, kelenjar tiroid kurang berkembang, hingga kelenjar tiroid hilang.

Pada dasarnya, penyakit kelainan bawaan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal.

Penyebab paling utama adalah karena kondisi ibu yang sebelum hamil dan saat hamil mengalami hipertiroidisme.

Hal ini termasuk penyebab hipotiroid kongenital yang paling umum karena kurangnya kandungan yodium di dalam makanan ibu dan bayi. Padahal, asupan yodium sangat penting dalam proses produksi hormon tiroid.

Hipertiroid pada ibu hamil dapat memengaruhi kondisi tiroid pada bayi setelah lahir.

Pasalnya pada ibu dengan hipertiroid, saat hamil maupun sebelum hamil akan sering mengonsumsi obat anti-tiroid.

Hal ini lah yang menyebabkan kondisi tiroid pada bayi ditekan produksinya akibat obat yang dikonsumsi ibu. 

Genetik atau keturunan dari orangtua ke anak juga termasuk salah satu penyebab hipotiroid kongenital pada bayi.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Diagnosis hipotiroid kongenital tidak bisa dilakukan saat bayi masih berada di dalam kandungan.

Ini karena saat di dalam kandungan, hormon tiroid bayi masih mendapat bantuan dari hormon milik ibu.

Kondisi ini hanya bisa dideteksi saat bayi lahir dengan skrining hipotiroid kongenital. Pemeriksaan dilakukan 48-72 jam setelah lahir atau setara ketika umur bayi 2-3 hari.

Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2012,  skrining hipotiroid bawaan dilakukan pada semua bayi yang baru lahir dengan cara:

  1. Mengambil sampel darah kapiler dari permukaan lateral kaki bayi atau bagian medial tumit pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah lahir.
  2. Darah kapiler tersebut diteteskan ke kertas saring khusus.
  3. Kertas saring tersebut dikirim ke laboratorium yang memiliki fasilitas pemeriksaan hormon tiroid.

Awalnya skrining dilakukan dengan menguji kadar hormon tiroid yang bernama tiroksin.

Bila hasil yang didapatkan berada di bawah kadar normal, selanjutnya dilakukan uji thyroid-stimulating hormone atau TSH.

Jika hasil pemeriksaan hipotiroid bawaan pada bayi ditemukan hasil yang tidak normal, biasanya akan dilakukan kembali uji konfirmasi.

Uji konfirmasi akan memeriksa TSH dan beberapa hal lainnya yang dibutuhkan untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi.

Penanganan selanjutnya untuk bayi tergantung dari hasil skrining hipotiroid kongenital.

Terkadang dokter dapat menyarankan pemeriksaan lain seperti ultrasound (USG) atau pemeriksaan tiroid guna mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan si kecil.

Apa saja pilihan pengobatan untuk hipotiroid kongenital?

Jika ibu hamil mengidap hipotiroid sejak sebelum hamil, dokter biasanya akan memberikan obat tiroid yang dapat membantu tubuh ibu untuk menghasilkan hormon tiroid yang cukup.

Pemberian obat ini aman untuk kondisi kehamilan. Obat tiroid saat hamil juga berguna untuk mencegah bayi lahir dengan hipotiroid kongenital. 

Sementara untuk bayi yang lahir dengan hipotiroid kongenital akan diberikan pengobatan berupa tiroid dalam bentuk cair maupun tablet. Obat tiroid ini dianjurkan untuk diminum sekali dalam sehari.

Anda tak perlu khawatir meski ada dosis yang sesekali terlewatkan karena tidak akan mengakibatkan masalah secara langsung.

Kuncinya, tetap rutin berikan obat untuk mengatasi hipotiroid kongenital pada bayi dan anak guna menjaga kadar tiroksin dalam darahnya tetap stabil.

Dokter biasanya masih akan rutin melakukan tes darah pada beberapa tahun pertama untuk mengecek kadar tiroksin.

Setelah anak berusia dua tahun hingga usia tiga tahun, frekuensi tes darah rutin biasanya lebih sedikit yang ditentukan sesuai dengan tumbuh kembangnya.

Kebiasaan minum obat hipotiroid kongenital harus rutin dilakukan seumur hidup anak.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

    Bayi Anda sering menangis di malam hari? Atau Anda ingin membangun ikatan yang lebih kuat dengan si kecil? Pijat bayi bisa menjadi jawaban yang Anda cari.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Hemofilia

    Hemofilia adalah kelainan darah akibat rusaknya faktor pembekuan darah. Ini adalah kondisi genetik yang menyebabkan perdarahan sulit dihentikan.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Distrofi Otot

    Distrofi otot (muscular dystrophy) adalah sekelompok penyakit yang melemahkan otot. Cari tahu informasi lengkap seputar kondisi ini di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

    Sejak bayi baru lahir, kemampuan gerak dan otaknya akan terus berkembang. Sebagai panduan, berikut perkembangan bayi baru lahir yang bisa diamati.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    ciri kulit bayi sensitif

    3 Ciri Kulit Bayi Anda Sensitif dan Perlu Perawatan Khusus

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
    achondroplasia akondroplasia adalah

    Achondroplasia (Akondroplasia)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
    bahaya gurita bayi

    Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    antibodi bayi dari sang ibu

    Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit