Perkembangan Balita 36 Bulan atau 3 Tahun

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 7, 2020
Bagikan sekarang

Perkembangan Balita Usia 36 Bulan

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 36 bulan atau 3 tahun?

Pada perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun, Anda akan semakin sering terkejut dengan beragam kemajuan yang dicapai di kecil. Umumnya, setelah merayakan ulang tahun ke-3, si kecil memiliki beberapa kemampuan, yaitu:

  • Melompat lebih jauh dari jarak sebelumnya.
  • Menyeimbangkan tubuh dengan mengangkat kaki selama 1-3 detik.
  • Mengetahui 2 jenis kata kerja, misalnya kakak tidur atau adik minum).
  • Menyebutkan satu jenis warna.
  • Ucapan sudah sangat jelas.
  • Menghitung balok 1-10.
  • Mengetahui kegiatan yang sedang dilakukan, misalnya masak-masakan.
  • Menunjuk 4 gambar dan menyebutkannya.

Kemampuan motorik kasar

Dalam grafik Denver II digambarkan bahwa tahap perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun dari segi kemampuan motorik kasar sudah mampu menyeimbangkan tubuh dengan mengangkat kaki selama 1-3 detik. Jadi, jangan larang si kecil yang senang bermain di atas balok dan menyeimbangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Hanya saja pastikan keamanannya.

Selain itu, si kecil pada tahap perkembangan balita 36 bulan juga termasuk melompat dengan jarak lebih jauh dari sebelumnya dan melempar bola dengan memakai kedua tangannya.

Tidak hanya itu, memanjat juga menjadi aktivitas yang sering dilakukan oleh si kecil. Melansir dari Thebump, perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun sudah mencapai pada kemampuan untuk memanjat dan terkadang naik turun tangga secara perlahan dari satu anak tangga ke anak tangga lain.

Kemampuan motorik halus

Tanda perkembangan anak 36 bulan atau 3 tahun dalam hal kemampuan motorik halus berjalan dengan baik, salah satunya adalah gambar atau coretan yang dibuatnya semakin jelas. Garis yang dibuatnya kini memiliki bentuk tersendiri, misalnya garis lurus, kotak, dan bentuk lain.

Anda juga akan melihat cara pegang pensil atau krayon yang dilakukan si kecil juga semakin baik, yaitu posisi jempol dan jari lain mengapit krayon.

Selain itu, di perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun), si kecil semakin sering menyusun barang atau balok sehingga menjadi menara setinggi 6-8 tingkat. Melansir dari Parenthub, ia sudah bisa memakai penutup kepala yang berada di jaket sendiri tanpa bantuan orang lain.

Kemampuan bahasa dan komunikasi

Kosakata anak semakin banyak dalam tahap perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun, tidak heran kalau si kecil semakin aktif bertanya tentang hal-hal yang terkadang sulit untuk dijawab.

Grafik perkembangan anak Denver II menunjukkan bahwa di masa perkembangan balita 36 bulan ini, anak sudah mampu untuk mengombinasikan dua kata atau lebih menjadi satu kalimat.

Kemudian si kecil juga sudah mampu menunjukkan dan mengucapkan 4 gambar yang ia lihat, mengetahui aktivitas yang sedang dilakukan, bahkan pengucapan si kecil juga semakin jelas dan mudah dimengerti. 

Dalam perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun dari segi kemampuan bahasa, si kecilsemakin senang mengeksplorasi kata-kata yang pernah didengarnya.

Melansir Thebump, umumnya di perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun  memiliki jumlah kosakata sekitar 500 kata dan seringnya, kata-kata yang berkonotasi penolakan lebih sering ia ucapkan misalnya: tidak mau.

Kemampuan sosial dan emosional

Kemandirian anak sedang dilatih dalam perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun. Terlihat dengan beberapa kegiatan yang anak lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Mulai dari anak mampu mencuci tangan dan mengelapnya sendiri, melepas dan memakai pakaian sendiri, dan menggunakan alat makan tanpa bantuan orang lain.

Di fase perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun, si kecil juga sudah merasa senang dengan kehadiran teman dan sudah bisa menyebutkan nama teman sebayanya.

Tantrum juga menjadi salah satu kemampuan sosial dan emosional yang anak capai dalam tahap perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun. Di usia ini, anak sudah mengerti apa yang diinginkan dan ketika keinginannya tidak terwujud, ia bisa mengamuk.

Bagaimana cara membantu perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun?

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun, seperti:

Disiplin dengan waktu tidur siang

Apakah di perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun, anak butuh tidur siang? Jawabannya, iya. Melansir dari Babycentre, tidur siang diperlukan karena si kecil butuh 11-13 jam tidur, terdiri dari tidur siang 1-3 jam dan tidur malam 11-12 jam. Disiplin terhadap waktu tidur anak membuat ia mengenal waktu istirahat dan bermain.

Hindari terlalu sering memarahi 

Dikenal istilah terrible two yang menggambarkan betapa sulitnya mengerti dan mengatur sikap anak. Namun, dari riset informal yang dilakukan Thebump menunjukkan, bahwa pada masa perkembangan anak 3 tahun justru lebih sulit dibanding 2 tahun.

Dalam perkembangan balita 36 bulan ini, anak sering berlarian di depan umum, bahkan ada pula  anak memukul teman seusianya. Lalu, bagaimana cara mengatasi sikap anak usia 3 tahun yang seperti itu?

Kuncinya adalah bukan dengan amarah dan emosi negatif. Anda harus ingat bahwa mendisiplinkan anak sebuah proses panjang yang perlu waktu. Anda bisa menetapkan aturan yang jelas sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak 36 bulan atau 3 tahun.

Ajak si kecil bicara ketika emosinya sudah mereda agar anak bisa menjelaskan dengan baik. Ini membantu perkembangan balita 36 bulan.

Dampingi anak saat mencoba sesuatu sendiri

Dalam perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun, ia sedang senang melakukan banyak hal sendiri. Meski si kecil sedang senang mengeksplorasi kemandirian dalam dirinya, Anda tetap harus mendampinginya karena tidak jarang ia membutuhkan bantuan.

Sebagai contoh, ketika ia sedang mencuci tangan sendiri, anak kesulitan untuk menutup keran air atau meraih kain untuk mengelap tangannya.

Bila di perkembangan anak 36 bulan atau 3 tahun, si kecil sedang potty training, pandu dia untuk menjaga kebersihan anggota tubuhnya, seperti saat mencuci tangan dan membersihkan kemaluannya. Secara perlahan, anak akan mengerti tentang kebersihan tubuh tanpa harus diminta lagi. Ini meningkatkan perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun.

Kesehatan Balita Usia 36 Bulan

Apa yang harus didiskusikan dengan dokter untuk membantu perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun?

Di perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun, setiap anak memang memiliki masa pertumbuhan yang berbeda. Anda perlu waspada bila si kecil belum bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Bicara masih tidak jelas dan sulit dimengerti.
  • Tidak mengerti arahan sederhana, misalnya ketika diminta duduk atau minum.
  • Tidak ada kontak mata saat diajak bicara.
  • Tidak bermain peran dengan menggunakan mainannya.

Bila anak Anda mengalami tanda di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ini penting dilakukan agar perkembangan anak 36 bulan atau 3 tahun  tetap berjalan dengan baik.

Apa yang harus diketahui untuk mendukung perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun?

Perkembangan anak 36 bulan atau 3 tahun tidak hanya soal kemampuan motorik, tapi juga mengasah perasaan anak agar lebih kuat dan memiliki empati. Ada beberapa cara untuk melatihnya, yaitu:

  • Saat Anda membacakan cerita, tunjukkan mimik wajah dan rasa yang sesuai dengan cerita yang sedang dibacakan. Ini untuk melatih si kecil agar bisa mengekspresikan perasaan apa yang ada di dalam dirinya. 
  • Memberikan peraturan pada anak untuk melihat seperti apa sikapnya dalam menyikapi peraturan yang dibuat. 
  • Berikan batas waktu untuk anak menonton televisi atau tayangan, maksimal 1 jam.
  • Saat selesai menonton, Anda bisa menanyakan pendapat tentang film tersebut dan bagian mana yang bisa diaplikasikan di kehidupan nyata.

Hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang harus diperhatikan di perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun?

Di masa perkembangan balita 36 bulan atau 3 tahun ini, memerhatikan keamanan anak saat bermain sangat penting karena si kecil sudah semakin aktif dan banyak bergerak. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk keamanan anak saat bermain, dilansir dari WebMD:

  • Selalu minta anak pakai helm saat anak naik sepeda.
  • Jauhkan anak dari jendela yang kira-kira bisa dipanjat.
  • Selalu memperhatikan anak ketika sedang bermain.
  • Tidak meninggalkan anak sendirian saat ia berada di dalam mobil, rumah, atau taman.
  • Jauhkan anak dri benda tajam.
  • Awasi anak ketika ia sedang berada di dekat air, seperti bak mandi atau kolam.

Kemudian, bagaimana perkembangan balita 39 bulan?

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Salah satu mitos tentang HIV yang sering beredar adalah kemungkinan gigitan nyamuk yang dapat menularkan virusnya. Benarkah demikian?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
HIV/AIDS, Health Centers Mei 24, 2020

Perawat Lansia, Simak 5 Strategi Mengatasi Stres Berikut, Yuk!

Tekanan dalam pekerjaan yang dihadapi oleh para perawat lansia sering kali membuat stres. Berikut strategi untuk mengatasinya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Penyakit cacar api bisa muncul pada anak dan bayi jika pernah terinfeksi cacar air. Ketahui gejala dan cara mengatasinya di sini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Uncategorized @id Mei 24, 2020

Pengertian Kesehatan Sosial yang Ternyata Penting untuk Jiwa dan Raga

Hubungan sosial Anda dengan orang lain ternyata berhubungan erat dengan kesehatan jiwa dan raga. Ini pentingnya hubungan sosial bagi kehidupan Anda.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi Mei 24, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Mei 24, 2020
8 Cara Mencegah Sakit Gigi

8 Cara Mencegah Sakit Gigi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Otot di Dada

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal tayang Mei 24, 2020