Bayi Tersedak, Ketahui Penyebab, Cara Menolong, dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/06/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Tersedak terjadi saat benda asing tersangkut dalam tenggorokan atau kerongkongan sehingga menghalangi aliran udara. Bayi dan balita sering tersedak karena menelan benda-benda kecil saat bermain atau saat makan dan minum. Situasi tersebut membutuhkan pertolongan secepat mungkin karena bisa membahayakan nyawa. Berikut cara menolong bayi dan anak yang tersedak sebagai perawatan bayi baru lahir dan penjelasan lengkap seputar situasi tersebut.

Mengapa bayi bisa tersedak?

penyebab bayi dan balita tersedak

Mengutip Centers for Disease Control (CDC), penyebab paling umum dari insiden tersedak adalah makanan, paling sering kacang, sosis, dan potongan buah atau sayuran.

Sebagian besar kasus kematian tersedak pada anak-anak usia 3 tahun dan bayi disebabkan oleh mainan dan produk anak. Setidaknya di Amerika Serikat, satu anak tewas setiap 5 hari karena tersedak.

Namun, tersedak juga sangat umum terjadi pada bayi karena menelan air liurnya sendiri saat tidur. Hal tersebut disebabkan air liur bayi yang kental, diakibatkan kurangnya cairan.

Jika air liur bayi agak cair, maka kemungkinan tersedaknya lebih kecil. Buah hati Anda juga akan tersedak jika dipaksa menyusu ketika masuk jam tidur bayi, dan baiknya orangtua selalu berusaha agar bayi nya bersendawa agar menghindari terjadinya tersedak pada bayi.

Beberapa kondisi yang membuat bayi rentan tersedak:

  • Bayi masih belum mampu mengendalikan makanan dalam mulutnya
  • Bayi belum mempunyai gigi bungsu yang mampu membantunya menghancurkan makanan
  • Ukuran jalur pernapasan bayi masih terbatas
  • Rasa penasaran yang tinggi sehingga ia sering memasukan apapun ke mulutnya 

Anda harus segera melakukan pertolongan saat bayi mengalami tersedak. 

Cara menolong bayi sampai orang dewasa yang tersedak

anak boleh makan popcorn

Tersedak adalah situasi yang sangat cepat dan membutuhkan pertolongan sesegera mungkin dan tidak bisa diatasi hanya dengan melakukan pijat bayi. Cara menolong bayi yang tersedak berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih besar. Berikut beberapa langkahnya.

Pertolongan pertama bayi tersedak usia kurang dari satu tahun

Kalau bayi menangis, batuk, atau bisa mengeluarkan suara, biarkan ia batuk untuk mencoba mengeluarkan benda tersebut dengan sendirinya. Namun, tetap awasi mereka.

Jika Anda dapat melihat benda tersebut, coba untuk mengeluarkannya dengan perlahan. Jangan menyodok tanpa arah atau berulang kali dengan jari Anda.

Hal itu justru akan memperburuk situasi dengan semakin mendorong benda tersebut masuk ke dalam tenggorokan, sehingga semakin sulit untuk dikeluarkan. Bahkan bisa bersatu dengan feses bayi.

Jika bayi tersebut tidak bisa bersuara, batuk, atau menangis, maka Anda harus:

  1. Duduk, kemudian baringkan bayi tersebut dalam posisi tengkurap condong ke depan di gendongan Anda sedemikian rupa di atas kedua paha Anda, sehingga posisi kepalanya akan lebih rendah dari dadanya.
  2. Tahan posisi bayi dari depan dengan mantap menggunakan salah satu telapak tangan Anda, usahakan agar posisi kepala tidak layu menempel di paha.
  3. Gunakan tumit telapak tangan Anda untuk memukul di antara kedua tulang belikat bahu anak sebanyak lima kali.
Menolong bayi tersedak (1-3) sumber: www.webmd.com
Menolong bayi tersedak (1-3) sumber: www.webmd.com

4. Jika benda asing tidak kunjung keluar, sangga kepala bayi dan balikkan posisinya menghadap Anda sambil tetap menjaga posisi kepala lebih rendah dari dadanya. Posisi ini mirip sedang menyendawakan bayi.

5. Tempatkan 2-3 jari Anda di bawah garis puting dan tepat di atas tulang dada, kemudian berikan sentakan dada sebanyak lima kali dengan cepat.

Langkah menolong bayi yang tersedak (4-5) sumber: www.webmd.com
Langkah menolong bayi yang tersedak (4-5) sumber: www.webmd.com

6.Terus ulangi gerakan menepuk punggung dan menyentakkan dada, masing-masing 5 kali dan bergantian, sampai benda asing bisa keluar seluruhnya atau sampai bayi tersebut pingsan.

Jika jalan napas korban masih terhalang setelah melakukan teknik di atas, atau mengalami hilang kesadaran, segera cari bantuan medis dan menghubungi pihak rumah sakit.

Manuver Heimlich untuk menolong anak dan orang dewasa yang tersedak

Teknik ini hanya untuk anak-anak dan orang dewasa. Ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam teknik heimlich: 

1. Berdiri di belakang orang yang tersedak

Pertama, Anda harus berdiri di belakang orang tersebut dan posisikan tubuh Anda di salah satu sisi tubuhnya. Jika orang tersebut dalam posisi berdiri, tempatkan salah satu kaki Anda di antara kedua kakinya agar Anda dapat menyangga orang tersebut jika ia pingsan.

2. Peluk sekitar pinggang

Lingkarkan kedua tangan Anda di sekitar pinggangnya seperti posisi memeluk, dengan mengepalkan salah satu tangan. Posisikan sisi luar dari ibu jari menghadap perut orang tersebut, di atas pusar tapi tidak mendekati tulang dada. Lihat gambar di bawah ini:

Langkah menolong orang yang keselek (sumber: webmd.com)
Sumber: WebMD

3. Beri sentakan 

Berikan sentakan ke atas ke dalam perut dengan keras dan cepat. Gerakan ini dapat menyebabkan benda asing yang tersangkut untuk lompat keluar.

Anda mungkin perlu menggunakan tenaga yang lebih besar untuk orang yang berpostur tubuh besar, dan kurangi tenaga untuk orang dewasa bertubuh kecil atau anak-anak (di atas usia satu tahun).

Langkah menolong orang yang keselek (sumber: webmd.com)
Sumber: WebMD

Ulangi sentakan sampai benda asing benar-benar keluar seluruhnya atau sampai orang tersebut pingsan.

Namun, cara di atas sedikit berbeda bila orang yang tersedak dalam keadaan hamil atau memiliki postur badan besar (berat badan berlebih atau obesitas). 

Caranya, posisikan kepalan tangan Anda berada tepat di ujung tulang dada, kemudian lakukan sentakan mengarah ke dalam dan ke atas beberapa kali sampai mereka bisa memuntahkan benda tersebut.

Benda dan makanan yang sering membuat bayi tersedak

menu makanan bayi 1 tahun

Ketika tersedak, refleks yang sering terjadi adalah memuntahkan benda atau makanan yang masuk ke mulut. Ini melindungi bayi dari tersedak, tapi karena tenggorokan si kecil sangat sempit digandingkan orang dewasa, tersedak bisa menjadi masalah serius. 

Ada beberapa jenis makanan dan benda yang bisa menjadi penyebab tersedak pada si kecil.

Makanan yang bisa menyebabkan bayi tersedak

Jenis-jenis makanan di bawah ini bisa memicu tersedak pada si kecil, dikutip dari Kids Health:

  • Makanan dengan bentuk yang bulat seperti buah anggur atau permen
  • Sosis utuh
  • Makanan tekstur lengket seperti permen, marshmallow, atau yang mengandung karamel
  • Keju yang dipotong dadu atau dibentuk bulat
  • Keripik
  • Kue kecil atau kukis
  • Selai kacang
  • Buah buahan yang bisa dimakan dengan kulitnya (apel)
  • Popcorn

Hindari makanan di atas agar si kecil tidak tersedak. Namun kalau ingin memberikan buah, sesuaikan dengan ukuran dan tekstur yang empuk agar bayi mudah mengunyah dan menelan.

Mainan dan benda-benda kecil dapat menyebabkan anak tersedak

Mainan anak-anak  merupakan salah satu sumber penyebab bayi dan balita tersedak. Umumnya bahan mainan yang berbahan lateks atau karet dapat menjadi penyebab bayi dan balita tersedak ketika dimainkan.

Terkadang bahan karet juga merusak kulit bayi sehingga membutuhkan cara untuk merawat kulit bayi.

Berikut daftar benda yang dapat menimbulkan bahaya tersedak untuk anak-anak dan harus ditempatkan jauh dari jangkauan anak.

  • Balon kecil, baterai atau baut
  • Tutup botol dan koin
  • Aksesoris boneka
  • Penghapus
  • Perhiasan (anting atau cincing)
  • Mainan dengan bagian-bagian kecil

Pastikan menjauhkan barang-barang di atas dari jangkauan bayi dan anak-anak karena membahayakan.

Tips mencegah bayi tersedak makanan dan mainan

makanan MPASI bayi 9 bulan

Untuk mengurangi risiko bayi tersedak, ada beberapa cara yang bisa orangtua lakukan sebagai langkah pencegahan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, mengutip dari Mayo Clinic.

Kenalkan makanan padat

Perkenalkan bayi Anda dengan makanan padat, minimal saat usianya sudah mencapai 4 bulan. Jangan beri ia makanan padat sebelum ia memiliki kemampuan motorik untuk menelan makanan tersebut.

Hindari makanan yang berisiko membuat bayi tersedak

Hindari untuk menawarkan makanan yang berisiko tinggi seperti keju, anggur, dan sayur yang masih berukuran besar-besar, kecuali makanan tersebut telah dipotong menjadi potongan-potongan kecil.

Hati-hati juga dengan makanan seperti biji, kacang, permen, permen karet, marshmallow, dan makanan-makanan berisiko lain.

Dampingi saat bayi sedang makan

Seiring bertambahnya usia bayi, temani ia saat jam makan. Jangan biarkan dia untuk makan sambil berjalan, berlari, bermain. Ingatkan dia untuk menelan makanannya dulu sebelum bicara.

Jangan biarkan dia untuk bermain lempar makanan ke udara lalu tangkap dengan mulut dan aktivitas-aktivitas lain yang berpotensi membuatnya tersedak.

Pisahkan tulang dan duri dari makanan

Saat menyajikan makanan untuk si kecil, selalu buang tulang atau duri pada menu makanan. Keduanya berpotensi membuat bayi tersedak ketika sedang mengunyah dan menelan. 

Beri panduan untuk mengunyah

Ajarkan bayi Anda bagaimana mengunyah dan menelan makanan yang benar, dengan mengambil potongan kecil, mengunyahnya, dan makan secara perlahan-lahan.

Pastikan bayi sadar sepenuhnya saat makan

Apa maksudnya? Orangtua perlu memastikan bayi tidak dalam mengantuk saat makan karena berpotensi mengalami tersedak.

Tidak hanya itu, hindari memberikan makanan saat si kecil sedang menangis, tertawa, atau bercanda. 

Bila bayi Anda memiliki kakak, sebaiknya ajari juga si kakak untuk tidak memberikan makanan dan mainan yang berpotensi menyebabkan adiknya tersedak.

Jauhkan mainan dan benda berukuran kecil

Mainan dan benda berukuran kecil berpotensi masuk ke dalam mulut bayi dan membuatnya tersedak. Penting untuk menjauhkan benda berukuran kecil dari jangkauan bayi karena bisa dimainkan olehnya tanpa sepengetahuan orangtua. Penting untuk Anda membuat rumah aman untuk anak agar bisa bermain tanpa rasa khawatir.

Ajarkan bayi untuk tidak memasukkan mainan ke mulut

Fase oral termasuk ke dalam perkembangan bayi, tapi Anda tetap ajarkan si kecil untuk tidak memasukkan mainan ke dalam mulut. 

Beritahu secara perlahan padanya jenis mainan yang boleh dimasukkan ke dalam mulut, seperti teether dan tidak memasukkan mainan keras yang kecil seperti kelereng. Teetherperlengkapan bayi baru lahir termasuk ke dalam untuk melatih kemampuan oral si kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
bercak darah saat tidak sedang haid

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit