Demam Berdarah DBD Kini Bisa Dicegah dengan Vaksin. Tapi, Apa Aman?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

DBD (Demam Berdarah Dengue) disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan jumlah kasus demam berdarah tertinggi. Untuk mencegah demam berdarah, biasanya fogging harus dilakukan rutin untuk mematikan nyamuk dan jentik-jentiknya. Namun, pencegahan juga tetap harus Anda lakukan mulai dari diri sendiri. Salah satunya dengan mendapatkan vaksin demam berdarah di rumah sakit. Vaksin dengue dapat mencegah sekaligus sebagai obat untuk menghentikan virus semakin berkembang di dalam tubuh.

Berikut semua informasi yang perlu Anda ketahui seputar vaksin dengue untuk demam berdarah.

Serba-serbi vaksin dengue, imunisasi untuk mencegah sekaligus obat demam berdarah

DBD disebabkan oleh virus dengue. Terdapat 4 serotipe dari virus dengue yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-2, dan DEN-4.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa vaksin dengue sebagai cara mencegah dan obat demam berdarah dapat diberikan pada orang-orang yang berusia 9-45 tahun, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan DBD. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak antar pemberiannya 6 bulan. Namun berdasarkan penelitian, efektivitas vaksin dengue akan paling manjur jika diberikan pada anak yang berusia 9-16 tahun.

Vaksin dengue tetap dapat diberikan meskipun Anda sudah pernah menderita demam berdarah sebelumnya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, virus Dengue memiliki 4 serotipe yang berbeda. Nah, biasanya Anda hanya terkena satu serotipe virus saja pada satu kali infeksi. Lewat vaksin dengue, tubuh Anda dapat membangun kekebalan terhadap semua serotipe virus DBD.

Apakah vaksin dengue ini aman?

Tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya vaksin dengue sudah lama ada di Indonesia, namun sedang dalam tahap penelitian uji klinis fase III untuk menguji manfaat dan keamanan vaksin. Fase III adalah fase terakhir sebelum akhirnya dipasarkan dan diamati efektivitasnya dalam skala besar.

Meski belum tersedia meluas, namun vaksin dengue ini sudah disetujui oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Saat ini terdapat 10 negara di dunia yang telah menyetujui penggunaan vaksin dengue yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Brazil, Puerto Rico, Meksiko, Honduras, dan Kolombia.

Untuk mendapatkan vaksin dengue, Anda bisa datang langsung ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat dan tanyakan ketersediannya. Sayangnya vaksin ini belum ada di Puskesmas karena belum masuk ke dalam program imunisasi nasional. Saat ini harganya pun masih tergolong cukup mahal yaitu sekitar 1 juta rupiah per 1 kali suntik vaksin. Akan tetapi, Anda perlu ingat bahwa komplikasi dari demam berdarah ini sangatlah berbahaya. Maka dari itu, pencegahan berupa vaksinasi tetap diperlukan.

Anak di bawah umur tidak disarankan mendapat vaksin dengue

Vaksin dengue akan paling efektif sebagai pencegahan sekaligus obat demam berdarah ketika diberikan pada anak yang berusia 9-16 tahun. Namun jika anak Anda belum mencapai usia ini, sebaiknya jangan dulu berikan vaksin dengue.

Pasalnya, jika vaksin dengue diberikan terlalu dini pada anak di bawah usia 9 tahun, vaksin ini dapat meningkatkan risiko anak menjalani opname yang membutuhkan waktu lama. Risikonya untuk menderita DBD berat juga dapat meningkat, yang tentu membawa risiko bahaya dan komplikasinya tersendiri.

Kunjungi tautan berikut di laman kami untuk cari tahu cara mencegah demam berdarah di rumah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Vaksin konvensional tak cukup efektif mencegah penularan berbagai penyakit baru. Vaksinasi modern kini mengandalkan teknologi vaksin terbaru, yakni mRNA.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020