Umumnya, wanita yang sudah menopause lebih berisiko tinggi mengidap osteoporosis. Meski begitu, pria ataupun anak kecil sekalipun juga bisa terkena kondisi pengoroposan tulang ini.

Biasanya dokter akan melakukan tes bone densitrometri untuk mendiagnosis osteoporosis Anda. Tes ini dilakukan guna mencari risiko keretakan atau patah tulang dan mengukur respons Anda terhadap menentukan obat osteoporosis yang akan Anda jalani.

Setelahnya, Anda diwajibkan untuk mengubah kebiasaan tidak sehat yang bisa memperparah kondisi tulang Anda. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan setelah didiagnosis mengidap osteoporosis. Apa saja?

Perubahan hidup untuk membantu mengatasi osteoporosis

1. Minum obat osteoporosis

Setelah dokter mendiagnosis kondisi tulang, Anda biasanya diwajibkan mengonsumsi obat-obatan jenis bifosfonat, contohnya adalah alendronate. Bifosfonat merupakan obat yang berfungsi meningkatkan dan menjaga kepadatan tulang. Obat ini diharapkan bisa mengurangi risiko keretakan atau pengikisan tulang di tubuh Anda. Bifosfonat biasanya diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan.

2. Anda mungkin dianjurkan untuk terapi hormon

Seperti yang telah disinggung di atas, wanita lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan pria. Kondisi ini disebabkan akibat menurunnya kadar esterogen dalam tubuh wanita ketika ia mengalami menopause.

Esterogen berperan penting untuk menjaga kepadatan sel-sel tulang dalam tubuh, dan ketika kadar esterogen mulai menurun, kepadatan tulang pun juga terancam menurun. Maka dari itu, Anda bisa melakukan terapi hormon sebagai salah satu cara dan obat osteoporosis.

3. Hindari konsumsi alkohol dan rokok

(Source: www.shutterstock.com)

Perubahan hidup lainnya yang bisa Anda terapkan setelah didiagnosis osteoporosis adalah menghindari minuman beralkohol dan rokok. Menurut National Institute of Health, alkohol dan rokok bisa menyebabkan tulang menjadi rapuh, lemah, sehingga mudah mengalami patah tulang.

Konsumsi alkohol juga berisiko menyebabkan mabuk dan terjatuh, dan jika Anda menderita osteoporosis, tulang Anda akan lebih mudah patah saat terjatuh.

4. Ekstra hati-hati, jangan sampai Anda terjatuh

Penderita osteoporosis memiliki tulang yang keropos, sehingga ketika Anda terjatuh, Anda lebih rentan mengalami patah tulang.

Jika Anda memiliki osteoporosis, Anda bisa mencegah dan menghidari bahaya terjatuh dengan cara-cara tertentu. Pertama, kurangi risiko dengan menghindari lantai licin atau karpet yang longgar. Lalu, benahi dan hilangkan rangkaian kabel elektronik yang berserakan di lantai rumah.

Perhatikan juga cahaya lampu pada malam hari, gunakan cahaya yang cukup di sekitar lingkungan rumah guna menghindari Anda terjatuh atau menabrak benda. Anda juga bisa menggunakan alas karet di lantai kamar mandi untuk menghindari licin dan jatuh terpeleset.

5. Konsumsi lebih banyak kalsium dan vitamin D

(Source: www.shutterstock.com)

Sebagai orang dewasa, umumnya Anda memerlukan asupan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari untuk menjaga tulang tetap sehat dan kuat. Sedangkan jika Anda berusia 51 ke atas dan memiliki kondisi osteoporosis, Anda perlu mengonsumsi 1.200 miligram per hari.

Umumnya, kalsium bisa didapatkan pada makanan dan minuman seperti ikan, brokoli, bayam, kacang almond, susu dan buah jeruk.

6. Jaga kesehatan pencernaan

Selain kondisi tulang yang harus dijaga dengan baik, kondisi kesehatan pencernaan Anda juga harus diperhatikan. Ketika Anda terkena osteoporosis dan sistem pencernaan Anda tidak berfungsi maksimal, obat osteoporosis yang Anda konsumsi (termasuk vitamin dan kalsium tambahan), tidak akan bisa terserap tubuh dengan baik. Hasilnya, kondisi pengeroposan tulang Anda bisa makin memburuk.

Maka dari itu, ketika Anda memiliki osteoporosis, bukan hanya kesehatan tulang saja yang harus jaga, namun kesehatan pencernaan juga harus dijaga dengan baik.

7. Hindari obat stereoid

National Osteoporosis Foundation mengatakan bahwa meskipun Anda sedang mengonsumsi obat osteoporosis, Anda harus menghindari obat steroid. Obat-obatan jenis steroid seperti hidrokortison atau deksametason bisa menghilangkan kandungan kalsium dalam tulang dan gigi. Maka dari itu ketika Anda sering atau mengonsumsi obat steroid, hal ini bisa memperparah kondisi osteoporosis yang Anda miliki.

8. Atur aktivitas fisik

Sehabis menerima diagnosis mengenai kondisi tulang Anda, dokter mungkin akan menyarankan olahraga. Pasalnya, jarang berolahraga atau beraktivitas fisik dapat meningkatkan risiko atau bahkan memperburuk pengeroposan pada tulang.

Olahraga tidak hanya meningkatkan kesehatan tulang Anda, namun juga meningkatkan kekuatan, koordinasi, dan keseimbangan otot, dan meningkatkan kesehatan Anda.

Walaupun olahraga baik untuk orang dengan osteoporosis, sebaiknya olahraga dilakukan tidak mendadak atau berlebihan yang bisa menyiksa tulang Anda. Lakukan olahraga dan aktivitas fisik sesuai denagn rekomendasi dokter. Olahraga memang baik bagi kepadatan tulang, namun hati-hati bagi yang sudah mengalami pengeroposan tulang, karena dapat memperbesar risiko patah tulang.

Jangan lupa untuk selalu rutin memeriksakan kondisi tulang Anda kepada dokter spesialis tulang yang menangani.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca