Jenis-jenis Obat Migrain yang Bisa Dibeli Bebas dan Harus Pakai Resep

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pernahkah Anda mengalami migrain yang sungguh menyakitkan dan membuat sulit konsentrasi? Obat migrain kemungkinan akan dibutuhkan ketika keluhan akibat migrain semacam ini timbul. Namun, obat migrain apa yang bisa digunakan? Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai obat migrain.

Daftar obat bebas untuk mengatasi migrain

obat meriang

Secara umum, obat migrain yang dapat digunakan yaitu obat bebas dan obat resep dokter.  Obat bebas biasanya bisa dibeli langsung di apotek secara bebas atau tanpa resep dari dokter. Konsumsi obat bebas semacam ini harus memerhatikan aturan yang tertera pada label kemasan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Aspirin

Aspirin adalah obat migrain yang digunakan dengan cara diminum. Obat migrain ini termasuk ke dalam golongan obat yang dikenal dengan salisilat. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menghentikan tubuh memproduksi zat alami yang dapat menimbulkan rasa sakit, menyebabkan demam, pembengkakan, hingga penggumpalan darah.

Obat migrain yang satu ini dapat membantu Anda meredakan rasa sakit kepala karena obat ini memiliki sifat analgesik atau meredakan nyeri. Selain itu, obat migrain ini juga mengurangi peradangan sehingga dapat membantu tubuh Anda mengontrol produksi hormon prostaglandin. Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan migrain yang masih tidak terlalu parah. Misalnya, untuk mengatasi serangan migrain yang muncul satu hingga tiga kali dalam satu bulan.

Namun, perlu diingat bahwa manfaat aspirin belum tentu sama pada setiap penggunanya. Obat migrain ini mungkin saja tidak memberikan efek apapun untuk kondisi Anda. Apalagi, jika Anda merasakan rasa sakit yang hebat, Anda mungkin membutuhkan obat yang lebih kuat demi meredakan sakit berdenyut akibat migrain.

Hal yang perlu diperhatikan adalah risiko efek samping aspirin jika digunakan terlalu banyak atau terlalu sering, seperti iritasi pada perut, perdarahan, atau suara berdenging di telinga. Demikian juga jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, sebaiknya  konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker apakah penggunaan aspirin sebagai obat migrain ini aman.

2. Ibuprofen

Ibuprofen dapat menjadi pilihan untuk obat migrain yang dibeli bebas. Ibuprofen adalah obat yang termasuk ke dalam golongan non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAIDs), yaitu obat yang bekerja dengan cara menghentikan produksi zat tertentu di dalam tubuh yang dapat menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan juga demam. Ibuprofen tersedia dalam berbagai jenis sediaan, baik obat minum seperti tablet, maupun obat injeksi.

Fungsi ibuprofen untuk meredakan rasa sakit umumnya mampu membantu menangani rasa sakit akibat migrain. Hal ini disebabkan, ibuprofen akan menghalangi enzim siklooksigenase untuk memproduksi hormon prostaglandin. Hormon ini berperan penting dalam menimbulkan peradangan, rasa sakit, dan mengontrol suhu di dalam tubuh.

Namun, obat ini memberikan efek terhadap bayi di dalam kandungan jika seorang ibu hamil mengonsumsinya. Maka dari itu, ibu hamil yang mengalami migrain tidak disarankan menggunakan obat ini dan berkonsultasi ke dokter obat apa yang paling sesuai dengan kondisinya.

3. Acetaminophen

Acetaminophen adalah obat minum yang termasuk ke dalam kelas obat analgesik yang bekerja dengan cara mengubah cara tubuh menerima rasa sakit. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau obat cair yang diminum. Selain dapat digunakan untuk obat migrain, obat ini juga bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit akibat kondisi lain seperti sakit gigi, sakit punggung, sakit perut akibat menstruasi, sakit tenggorokan, dan meredakan panas tubuh.

Dalam mengatasi migrain, obat ini bekerja dengan cara meredakan rasa sakit dan mengatasi penyebab dari rasa sakit tersebut. Biasanya, obat ini digunakan untuk meredakan rasa sakit akibat migrain yang masih tergolong ringan. Meski obat ini termasuk obat bebas yang bisa Anda beli tanpa menyertakan resep dokter, dokter mungkin meresepkan penggunaan obat ini untuk mengatasi migrain.

Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan pereda rasa sakit seperti acetaminophen tidak boleh terlalu sering digunakan. Pasalnya, obat-obatan untuk meredakan sakit kepala bisa menyebabkan Anda mengalami rebound headache atau sakit kepala akibat penggunaan obat yang berlebihan.

Obat migrain dengan resep dokter

Selain menggunakan obat-obatan bebas sebagai obat migrain, ada pula obat migrain yang hanya digunakan jika diresepkan oleh dokter. Biasanya, obat-obatan ini untuk mengatasi sakit kepala migrain yang sudah cukup parah.

Obat Triptans

obat ibs

Obat-obatan triptan termasuk ke dalam selective serotonin receptor agonists, yaitu obat-obatan yang bekerja dengan cara menstimulasi serotonin. Serotonin sendiri adalah salah satu neurotransmitter yang berada di dalam otak. Serotonin berfungsi untuk meredakan peradangan dan mengecilkan ukuran pembuluh darah yang melebar, sehingga dapat menghentikan sakit kepala atau migrain.

Obat-obatan dalam golongan triptans adalah obat yang digunakan untuk mengobati migrain yang sudah akut. Obat-obatan untuk sakit kepala akibat migrain yang sudah akut digunakan untuk menghentikan serangan migrain atau sakit kepala cluster setelah serangan migrain terjadi.

Penggunaan obat-obatan triptan biasanya dapat menghentikan gejala migrain, seperti sensasi rasa sakit seolah dihantam oleh benda keras, kepala terasa berdenyut, mual, dan rasa sensitif terhadap cahaya dan suara. Namun tidak semua orang yang mengalami migrain dapat menggunakan obat jenis ini. Pasalnya obat golongan triptans ini biasanya diberikan oleh dokter dengan resep.

Meskipun triptans bisa dikatakan ampuh, ada beberapa efek samping yang bisa timbul yakni mual, pusing, mengantuk, dan otot melemah. Sebelum dokter meresepkan obat ini untuk Anda, Anda harus memberi tahu segala jenis obat yang Anda gunakan. Sebab, obat-obatan triptan berpotensi untuk berinteraksi dengan berbagai obat-obatan lain seperti ergotamine yang digunakan untuk mengatasi migrain dan obat-obatan monoamine oxidase inhibitor (MAOIs).

Selain itu, obat-obatan triptan juga bisa berinteraksi dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit liver, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, angina, liver yang tidak berfungsi dengan baik, stroke, dan diabetes. Anda harus memberi tahu dokter segala jenis penyakit yang Anda pernah atau sedang alami.

Obat kategori triptans ini tersedia dalam bentuk pil, patch, bahkan suntikan. Obat-obatan untuk migrain yang termasuk dalam kelompok triptans adalah:

  • Sumatriptan (Imitrex)
  • Rizatriptan (Maxalt)
  • Almotriptan (Axert)
  • Naratriptan (Amerge
  • Zolmitriptan (Zomig)
  • Frovatriptan (Frova)

Obat-obatan pencegah migrain

obat radang usus

Obat-obatan tidak hanya digunakan untuk mengatasi, namun ada juga obat yang bisa dikonsumsi untuk mencegah timbulnya sakit kepala sebelah. Obat-obatan ini biasanya diresepkan oleh dokter jika sebelumnya Anda mengalami migrain dalam frekuensi yang cukup sering, tidak segera berhenti, atau rasa sakit yang tidak bisa diobati oleh pengobatan tertentu.

Umumnya, obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi frekuensi serangan dan tingkat keparahan dari migrain. Berikut adalah beberapa obat-obatan yang bisa Anda gunakan sebagai bentuk pencegahan.

1. Obat-obatan penurun tekanan darah

Obat-obatan beta blocker seperti propranolol dan metaprolol tartrat, serta obat-obatan calcium channel blockers, seperti verapamil, bisa digunakan untuk mencegah migrain yang biasanya disertai dengan aura.

2. Antidepresan

Obat antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline,  bisa digunakan untuk mencegah timbulnya migrain atau sakit kepala sebelah. Namun, kelas obat-obatan ini hanya bisa digunakan untuk mencegah rasa sakit kepala jika telah diresepkan oleh dokter. Pasalnya, obat-obatan ini memiliki efek samping seperti mudah mengantuk dan peningkatan berat badan.

3. Obat anti kejang 

Obat-obatan anti kejang seperti valproate dan topiramate dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi serangan migrain. Namun, Anda harus berhati-hati dengan efek samping tertentu yang dapat timbul akibat penggunaan obat ini, seperti pusing, perubahan berat badan (baik naik maupun turun), mual-mual, dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 2, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca