Daftar Obat Migrain Generik yang Bisa Dibeli Bebas dan Harus Pakai Resep

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/04/2020
Bagikan sekarang

Migrain yang datang tiba-tiba tentu membuat Anda sulit beraktivitas dengan nyaman. Rasa sakitnya sering digambarkan sangat intens, berupa dentuman atau denyutan seperti kepala yang sedang dihantam benda keras berulang kali. Satu kali serangan migrain bahkan dapat bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari. Nah ketika migrain kambuh, Anda mungkin butuh minum obat agar sakit kepala mengganggu ini cepat reda. Namun, obat generik seperti apa yang bagus untuk mengatasi gejala migrain? Berikut rekomendasinya.

Pilihan obat generik nonresep untuk mengatasi migrain

obat meriang

Migrain taraf ringan umumnya masih dapat diatasi dengan menggunakan obat di apotek tanpa perlu resep dokter.

Meski demikian, obat-obatan ini tidak berfungsi untuk menyembuhkan akar penyebab migrain itu sendiri. Mengutip Mayo Clinic, obat sakit kepala generik yang ada di warung, toko obat, atau apotek hanya bertujuan untuk meredakan gejala migrain.

Lantas, obat apa saja yang efektif untuk meredakan sakit kepala migrain?

1. Aspirin

Aspirin adalah obat analgesik yang bekerja menghentikan produksi zat prostaglandin dalam tubuh. Prostaglandin adalah hormon yang dapat memicu peradangan, memicu rasa sakit, menyebabkan demam, pembengkakan, hingga penggumpalan darah.

Aspirin dapat digunakan untuk meredakan migrain yang ringan dan muncul jarang, misalnya satu hingga tiga kali dalam satu bulan. Dosis aspirin secara umum untuk meredakan sakit kepala pada orang dewasa adalah 300- 650 mg yang diminum setiap 4 hingga 6 jam sekali.

Jangan minum dosis melebihi 4 gram dalam 24 jam karena ini dapat menimbulkan efek samping serius. Risiko efek samping aspirin jika digunakan terlalu banyak atau terlalu sering adalah luka pada lambung, perdarahan lambung, atau suara berdenging di telinga.

Perlu diingat pula bahwa pengalaman dan keparahan serangan migrain setiap orang mungkin berbeda. Maka, manfaat aspirin sebagai obat migrain generik belum tentu sama rata pada setiap penggunanya. Beberapa orang yang mengalami serangan migrain hebat atau yang beraura mungkin tidak merasakan efek apa pun setelah minum aspirin.

Obat sakit kepala migrain generik ini tersedia dalam bentuk tablet yang bisa Anda beli di apotek tanpa resep dokter. Namun, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker apakah aspirin cocok untuk kondisi Anda. Begitu pula jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu lainnya.

2. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat pereda nyeri golongan NSAID. Obat golongan ini bekerja menghalangi enzim siklooksigenase memproduksi hormon prostaglandin. Hormon prostaglandin berperan penting dalam menimbulkan peradangan, rasa sakit, dan mengontrol suhu tubuh.

Ibuprofen ebagai obat migrain generik tersedia dalam bentuk tablet atau suspensi. Dosis ibuprofen sebagai obat sakit kepala sebelah taraf ringan hingga sedang adalah 200-400 mg setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan.

Namun, ibuprofen tidak boleh digunakan untuk mengatasi migraine pada ibu hamil. Risikonya dapat berdampak pada kesehatan bayi di dalam kandungan. Konsultasi ke dokter kandungan Anda untuk mendapatkan rekomendasi obat sakit kepala yang terbaik selama kehamilan.

3. Paracetamol

Paracetamol adalah obat golongan analgesik yang bekerja mengubah cara tubuh merespons rasa sakit. Biasanya, paracetamol digunakan untuk meredakan sakit kepala akibat migrain yang masih tergolong ringan.

Rekomendasi dosis paracetamol untuk orang dewasa berbeda-beda, tergantung sediaan obat yang tersedia dan berat badan Anda. Obat generik ini tersedia dalam bentuk tablet atau obat cair yang diminum.

Secara umum, dosis paracetamol untuk meredakan sakit kepala sebelah pada orang dewasa adalah:

  • Paracetamol cair (sirup/suspensi): 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg tiap 6-8 jam.
  • Paracetamol tablet: 2 tablet dosis 500 mg diminum tiap 4-6 jam.

Parasetamol dianggap lebih efektif meredakan migrain dibandingkan ibuprofen. Apalagi jika dibuat menjadi obat kombinasi yang mengandung aspirin dan kafein, ungkap ebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Head and Face Pain.

Aturan pakai obat generik untuk mengatasi migrain

Tiga pilihan obat generik di atas dapat Anda beli secara bebas tanpa menyertakan resep dokter. Namun, tak menutup kemungkinan juga dokter akan meresepkannya untuk mengatasi migrain yang lebih berat.

Terlepas diresepkan atau tidak, penggunaan obat pereda nyeri generik idealnya hanya berdasarkan anjuran dokter. Obat ini memang tidak boleh terlalu sering digunakan. Konsumsi obat bebas harus tetap mengikuti aturan yang tertera pada label kemasan.

Pemakaian jangka panjang dapt berisiko menyebabkan Anda mengalami rebound headache atau sakit kepala berulang akibat penggunaan obat yang berlebihan.

Rekomendasi obat migrain dengan resep dokter

Pada kasus serangan migrain yang hebat, disertai aura, dan begitu parah sampai membuat Anda tidak berdaya, obat generik bebas mungkin tidak akan mempan.

Anda membutuhkan obat lain yang berdaya lebih kuat untuk menghentikan gejalanya. Namun, obat-obatan ini tidak bisa dibeli sembarangan. Anda perlu menebusnya di apotek dengan menyertakan resep dari dokter.

Obat-obatan migrain resep dapat meliputi:

1. Triptan

obat ibs

Triptan adalah kelompok obat golongan selective serotonin receptor agonists (SSRA). Golongan obat ini bekerja merangsang serotonin, senyawa kimia dalam otak yang mampu menghentikan rasa sakit dengan mengurangi peradangan dan menyempitkan pembuluh darah.

Merangkum National Headache Foundation, triptan digunakan untuk mengobati migrain akut. Obat-obatan akut dirancang untuk menghentikan sakit kepala sebelah akibat migrain atau sakit kepala kluster setelah serangan dimulai.

Sebagai obat migrain akut, triptan membantu meringankan gejala-gejala aura serta gejala serangannya yang umum seperti rasa mual serta kepekaan terhadap cahaya dan suara. Namun, ada beberapa efek samping yang bisa timbul dari konsumsi obat ini, yaitu mual, pusing, mengantuk, dan otot melemah.

Sebelum dokter meresepkan obat ini, Anda harus lebih dulu memberi tahunya segala jenis obat yang Anda gunakan. Obat-obatan triptan dapat berinteraksi dengan berbagai obat-obatan lain, seperti ergotamine yang digunakan untuk mengatasi migrain dan obat-obatan monoamine oxidase inhibitor (MAOIs).

Selain itu, beri tahu dokter juga jika Anda pernah atau sedang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit hati, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, angina, stroke, dan diabetes.

Obat-obatan untuk migrain yang termasuk dalam kelompok triptans adalah:

  • Sumatriptan
  • Rizatriptan
  • Almotriptan
  • Naratriptan
  • Zolmitriptan
  • Frovatriptan

Obat kategori triptan tersedia dalam bentuk pil, patch, bahkan suntikan.

2. Naproxen

Naproxen termasuk ke dalam golongan NSAID, seperti ibuprofen.

Obat ini bekerja menghalangi enzim sikloogsigenase untuk memproduksi prostaglandin. Prostaglandin adalah hormon yang berperan penting dalam menimbulkan peradangan atau rasa sakit di dalam tubuh.

Sebagai obat migrain, dokter dapat meresepkan 550 mg naproxen sodium yang diminum sekali setiap 12 jam. Alternatifnya adalah 275 mg (naproxen sodium) atau 250 mg (naproxen) setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan. Pemberian dosis kemudian dapat ditingkatkan menjadi 550 mg naproxen sodium setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan.

Jika dibandingkan dengan obat-obatan NSAID lain, naproxen tergolong kurang efektif untuk meredakan sakit kepala migrain. Maka itu, dokter biasanya akan memberikan obat ini hanya sebagai pendamping, bukan sebagai obat utama.

Selain dua obat resep di atas, dokter dapat meresepkan obat-obatan lain seperti metoprolol atau ketorolac jika dirasa perlu.

Obat-obatan untuk mencegah migrain

obat radang usus

Ada pepatah yang bilang bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah, ini juga berlaku untuk migrain. Selain dengan menghindari hal-hal pemicu migrain kambuh, beberapa orang butuh dibantu dengan obat.

Obat-obatan ini biasanya diresepkan oleh dokter jika sebelumnya Anda sudah cukup sering mengalami migrain, serangan tidak segera berhenti setelah minum obat, atau rasa sakitnya yang tidak mempan diobati oleh pereda nyeri generik.

Obat-obatan ini digunakan untuk mengurangi frekuensi serangan dan tingkat keparahan dari migrain. Berikut adalah beberapa obat-obatan yang bisa Anda gunakan sebagai bentuk pencegahan.

1. Obat-obatan penurun tekanan darah

Obat-obatan beta blocker seperti propranolol dan metaprolol tartrat, serta obat-obatan calcium channel blockers, seperti verapamil bisa digunakan untuk mencegah migrain yang biasanya disertai dengan aura.

2. Antidepresan

Obat antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline, bisa digunakan untuk mencegah timbulnya migrain atau sakit kepala sebelah. Namun, kelas obat-obatan ini hanya bisa digunakan untuk mencegah rasa sakit kepala jika telah diresepkan oleh dokter. Pasalnya, obat-obatan ini memiliki efek samping seperti mudah mengantuk dan peningkatan berat badan.

3. Obat anti kejang 

Obat-obatan anti kejang seperti valproate dan topiramate dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi serangan migrain.

Namun, Anda harus berhati-hati dengan efek samping tertentu yang dapat timbul akibat penggunaan obat ini, seperti pusing, perubahan berat badan (baik naik maupun turun), mual-mual, dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Traveling Nyaman Tanpa Migrain dengan 5 Tips Sehat Ini

Traveling tidaklah mudah bagi orang yang sering mengalami migrain. Untungnya, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi migrain saat traveling.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Selain Bikin Bugar, 4 Jenis Olahraga Ini Juga Bisa Redakan Migrain

Migrain tidak selalu harus diatasi dengan minum obat. Usut punya usut, beberapa jenis olahraga ternyata cukup manjur untuk menghilangkan migrain.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Ternyata, Sakit Kepala Migrain Dapat Menyebabkan Vertigo

Ternyata, vertigo juga bisa disebabkan oleh sakit kepala. Lalu, apa saja jenis sakit kepala yang berpotensi menyebabkan vertigo?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala bagian depan dapat terjadi karena berbagai penyebab. Ketahui apa saja penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab migrain saat haid

Apa Saja Penyebab dan Cara Mengatasi Migrain Saat Haid?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
migrain saat hamil

Penyebab Migrain Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
obat migrain alami

10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
migrain adalah

Migrain

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020