Nyeri Bahu Akibat Saraf Kejepit Jangan Disepelekan! Atasi Dengan Cara Mudah Ini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mulai dari kondisi ringan yang terjadi di bahu seperti pegal linu biasa, atau salah posisi tidur, hingga kondisi yang cukup parah seperti arthritis, tulang rawan robek, serta cedera, semuanya bisa menimbulkan nyeri pada bahu. Selain itu, saraf bahu terjepit juga salah satu penyebab lainnya yang paling sering dikeluhkan sehingga akhirnya muncul rasa nyeri yang tidak nyaman.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika struktur tulang dan jaringan pada bahu terlalu menekan saraf di sekitarnya. Agar lebih memahaminya, simak dalam ulasan berikut ini.

Apa saja gejala yang muncul ketika saraf bahu terjepit?

Hampir sama seperti saraf terjepit yang terjadi di bagian tubuh mana pun, saraf terjepit di bahu juga akan ditandai dengan beberapa hal seperti:

  • Mati rasa pada lengan dan tangan
  • Rasa sakit di bahu dan sekitar leher, terutama ketika menengokkan kepala
  • Nyeri yang mengganggu
  • Otot pada lengan, tangan, dan bahu melemah
  • Kesulitan saat tidur karena posisi tidur kerap membuat bahu semakin nyeri

Meski hanya saraf di bagian bahu saja yang terjepit, tapi rasa sakit yang ditimbulkan bisa menjalar hingga ke area tubuh lainnya. Misalnya hingga mencapai bagian belakang kepala, leher, lengan, maupun tangan. Tak heran, orang yang sedang mengalami saraf bahu terjepit umumnya kesulitan untuk mengangkat suatu benda yang cukup berat.

Mengapa saraf di bahu bisa terjepit?

Saraf bahu terjepit bisa timbul ketika tulang dan jaringan di sekitar bahu mengalami pembengkakan sehingga akhirnya menekan saraf yang ada di sepanjang tulang belakang, leher, dan bahu.

Itulah mengapa, secara tidak langsung kondisi saraf terjepit di bahu ini bisa memengaruhi fungsi leher dan tulang belakang. Bahkan, saraf yang seharusnya bertugas untuk menghantarkan sinyal dari otak dan yang menuju ke otak pun bisa terganggu.

Bukan hanya itu saja, penyebab umum saraf bahu terjepit lainnya juga meliputi degenerasi diskus tulang belakang yang biasanya terjadi sering bertambahnya usia. Terutama saat cakram yang berperan sebagai bantalan pada tulang belakang semakin melemah sehingga kemudian membuat tulang dan saraf saling bergesekan satu sama lain.

Jika aktivitas membungkukkan tubuh, mengangkat barang, dan memutar posisi kepala membuat bahu Anda terasa nyeri, kemungkinan besar Anda mengalami hernia diskus. Cakram tulang belakang yang menyembul keluar di leher, bisa menekan saraf bahu Anda yang nantinya memicu rasa nyeri.

Kemungkinan lainnya, cedera akibat pernah mengalami kecelakaan, usai melakukan kegiatan olahraga, maupun aktivitas apapun, nyatanya berisiko mengakibatkan peradangan saat saraf bahu terjepit.

Bagaimana penanganan yang tepat untuk kondisi ini?

Pada dasarnya, sebagian besar kasus saraf terjepit pada bahu akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun sebelum memberikan suatu pengobatan, dokter tetap akan mempertimbangkan penyebab dan tingkat keparahan yang ditimbulkan sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Anda biasanya akan diresepkan obat anti inflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen, maupun obat kortikosteroid oral atau melalui suntikan. Terapi fisik bisa jadi pilihan selanjutnya guna membantu mengurangi kekakuan otot dan memperluas pergerakan anggota gerak. Jika perawatan non-bedah tersebut tidak kunjung memberikan hasil positif, dokter dapat menempuh jalan lain dengan melakukan tindakan operasi.

Selain dengan perawatan medis, Anda juga bisa melakukan perawatan sendiri di rumah guna meredakan nyeri di saraf bahu yang terjepit. Misalnya dengan menggunakan kompres es yang telah dibalut dengan handuk ke seluruh area leher dan pundak.

Selain itu, selalu tempatkan posisi tubuh yang sesuai saat duduk dan berbaring agar tidak semakin memperparah nyeri pada bahu. Rutin olahraga juga bisa mengurangi kekakuan otot di sekitar bahu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca