Kanker bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, bahkan mereka yang gaya hidupnya cukup sehat. Kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena berasal dari sel dalam tubuh manusia. Maka, ada banyak sekali jenis kanker yang ditemui, salah satunya adalah kanker usus besar.

Hampir semua kanker usus besar dimulai di mukosa, lapisan paling dalam dari usus besar. Untuk memahami diagnosis dan merencanakan pengobatan, Anda harus tahu dulu seputar struktur usus besar dan bagaimana perkembangan kanker usus besar dalam tubuh.

Struktur usus besar manusia

Usus terbentuk dari 5 lapisan. Lapisan pertama simulai dari bagian dalam usus atau lumen. Lumen mengacu pada tempat atau rongga kosong. Lapisan pertama adalah tempat terjadinya penyerapan gizi, lemak, dan protein dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan lapisan yang dibiopsi dalam kolonoskopi.

Lapisan berikutnya adalah mukosa muskularis yang membentuk penghalang antara mukosa, dan lapisan ketiga disebut submukosa. Submukosa kaya akan pembuluh darah yang memasok darah bagi usus dan mengangkut nutrisi yang dicerna ke organ vital lainnya. Lapisan keempat adalah propria muskularis, yang bertindak menggerakkan makanan melewati usus, dan lapisan terluar adalah serosa.

Bagaimana tahapan perkembangan kanker usus besar?

Kanker kolorektal biasanya bermula sebagai polip jinak yang tumbuh di mukosa. Beberapa orang lebih berisiko untuk memiliki polip, terutama mereka yang punya riwayat pribadi atau keluarga terkait polip dan/atau kanker kolorektal, dan mereka yang membawa gen khusus untuk bentuk kanker kolorektal warisan. Penelitian baru juga telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki diabetes tipe 2 dan mereka yang obesitas juga lebih berisiko tinggi untuk terkena polip dan kanker usus besar.

Kebanyakan polip tetap bersifat jinak dan sering diistilahkan sebagai polip hiperplastik. Kemungkinan polip hiperplastik berubah menjadi kanker sangatlah rendah. Polip jinak lainnya terkadang disebut sebagai pra-kanker. Polip ini sendiri tidak ganas, tetapi memiliki kemungkinan untuk menjadi kanker jika tidak diangkat. Contohnya termasuk polip adenomatosa dan hamartomatosa.

Polip adenomatosa yang memiliki karakteristik tubular atau vili berkesempatan lebih besar untuk menjadi kanker. Polip adenomatosa dan polip hamartomatosa juga merupakan jenis polip yang biasanya dikaitkan dengan sindrom kanker kolorektal bawaan. Satu-satunya polip yang benar-benar ganas adalah polip yang terbukti mengandung karsinoma invasif. Terkadang karsinoma ini terbatas pada polip, dan terkadang telah menyerang satu atau lebih lapisan usus.

Adenoma biasanya tumbuh secara menjalar, menyerupai jamur-jamur kecil. Adenoma cendrung tumbuh secara perlahan dalam waktu satu dekade atau lebih. Resiko adenoma berkembang menjadi kanker meningkat seiring bertambahnya ukuran dan pertumbuhannya di usus dari waktu ke waktu. Pada tahapan yang sangat dini, sel-sel abnormal terkandung di dalam polip dan bisa diangkat dengan mudah dengan kolonoskopi sebelum berubah menjadi kanker invasif.

Namun, seiring terjadinya pertumbuhan dan pembelahan di dalam polip, sel-sel kanker ini pada akhirnya bisa menyerang jaringan usus terdekat dan di luar dinding usus besar atau rektum. Jika kanker berkembang, tumor akan tumbuh di semua lapisan jaringan usus besar dan rektum, dan bisa bermetastasis, menyebarkan sel-sel kanker ke dalam sistem sirkulasi darah, dan menyebar ke organ lainnya seperti hati dan paru-paru.

Seberapa besar kemungkinan polip berkembang jadi kanker usus besar?

Kurang dari 10% dari semua polip adenoma berubah menjadi kanker. Lebih dari 95% dari kanker kolorektal berkembang dari adenoma. Penelitian terbaru juga telah membuktikan bahwa beberapa polip yang telah lama dianggap jinak juga bisa menjadi kanker.

Untuk alasan ini, dokter akan mengangkat semua polip selama skrining kolonoskopi. Polip-polip kecil mudah dan tidak sakit untuk diangkat, karena dijerat dan dipotong dengan kumparan kawat yang diulirkan melalui kolonoskop. Polip-polip yang sangat kecil juga bisa dihancurkan dengan alat yang menghantarkan panas ke polip lewat semburan arus listrik ringan. Polip yang sangat besar mungkin memerlukan operasi, terlepas dari sifatnya yang jinak atau ganas.

Pertumbuhan sel abnormal dan peradangan bisa merupakan kondisi pra-kanker lainnya dari jaringan kolorektal, dan disebut dengan displasia. Area abnormal dan peradangan polip akan dibiopsi dan dikirimkan ke ahli patologi yang akan memeriksa jaringan pembentuk sel-sel ganas. Jika sifatnya ternyata jinak, sebagaimana yang sering ditemukan, tidak diperlukan pengobatan lebih lanjut, meskipun dokter akan menganjurkan penjadwalan kolonoskopi rutin untuk memantau area usus besar yang tampak abnormal.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca