Kanker usus besar stadium awal umumnya tidak menunjukkan gejala yang begitu berarti. Akibatnya, banyak orang yang gagal mendapatkan diagnosis sejak dini, sehingga kankernya mungkin sudah terlanjur menyebar dan terlambat diobati. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala kanker usus besar agar penanganan yang dilakukan dapat lebih baik dan efektif.

Apa saja tanda dan gejala kanker usus besar yang harus diwaspadai?

sakit perut dan keputihan

Pada umumnya, gejala kanker usus besar bisa meliputi satu atau lebih kondisi berikut ini:

  • Perubahan pada tekstur serta kepadatan feses yang berlangsung selama lebih dari empat minggu. Misalnya feses Anda terlalu keras yang menyebabkan sembelit ataupun terlalu encer sehingga menyebabkan diare.
  • Perasaan bahwa Anda harus buang air besar tetapi tidak mendapatkan kelegaan setelahnya
  • Anus berdarah
  • Buang air besar berdarah
  • Perut kram, kembung, atau nyeri terus menerus
  • Tubuh terasa lelah dan tidak bersemangat
  • Penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas

Gejala kanker usus juga bisa menyebabkan perdarahan. Hal ini terkadang berdampak pada perubahan warna feses Anda yang akan tampak menjadi lebih gelap. Meski begitu, beberapa orang yang mengalami perdarahan juga seringkali fesesnya terlihat normal. Perdarahan yang terjadi akibat kanker usus besar biasanya terjadi secara perlahan dan menumpuk dari waktu ke waktu, menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah (anemia).

Terkadang gejala kanker usus besar yang paling khas ditemukan pada saat pasien melakukan tes darah. Dari hasil tes darah diketahui bahwa jumlah sel darah merah pasien rendah. Sayangnya, jumlah sel darah merah yang rendah juga bisa disebabkan oleh kondisi lain selain kanker usus. Jika Anda mengalami infeksi, wasir, sindrom iritasi usus, atau penyakit radang usus, hasil tes darah Anda mungkin akan menunjukkan sel darah merah yang rendah.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala kanker usus besar seperti yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter. Apalagi jika gejala yang Anda keluhkan parah, berlangsung lama, dan berubah seiring waktu. Namun, banyak juga orang dengan kanker usus tidak memiliki gejala apa pun hingga penyakitnya berkembang, sehingga seseorang perlu diskrining secara teratur.

Dengan mewaspadai gejala kanker usus, Anda dapat mendeteksi penyakit ini lebih awal. Semakin awal penyakit terdeteksi, maka semakin mudah pengobatan yang akan dilakukan dan peluang pasien untuk sembuh juga semakin besar.

Gejala kanker usus besar yang sudah menyebar (metastasis)

Membedakan Jenis Sakit Perut Berdasarkan Penyebabnya

Gejala kanker usus besar yang sudah menyebar (metastasis) bergantung pada lokasi di mana kanker menyebar, ukuran, serta lokasi tumor di dalam tubuh. Pasien kanker usus besar metastatis tidak selalu menyadari adanya gejala sebelum diagnosis.

  • Jika tulang yang terpengaruh, gejala bisa meliputi nyeri, patah tulang, sembelit atau penurunan kewaspadaan akibat kadar kalsium yang tinggi,
  • Jika paru-paru yang terpengaruh, gejala bisa meliputi sesak napas atau sulit bernapas, batuk, nyeri di dinding dada, atau kelelahan ekstrim.
  • Jika hati terpengaruh, gejala bisa meliputi mual, kelelahan ekstrem, peningkatan ketebalan perut, pembengkakan telapak kaki dan tangan akibat penumpukan cairan, dan kulit gatal atau menguning.
  • Jika otak atau saraf tulang belakang yang terpengaruh, gejala bisa meliputi nyeri, linglung, kehilangan memori, sakit kepala, penglihatan ganda atau kabur, sulit bicara, sulit bergerak atau kejang.

Kapan harus menemui dokter?

ciri-ciri diabetes

Konsultasikan pada dokter jika Anda mengalami satu atau bahkan beberapa gejala kanker usus besar yang seperti yang sudah disebutkan di atas. Apalagi jika gejala kanker usus besar yang Anda alami sudah berlangsung lebih dari beberapa minggu atau menjadi parah. Konsultasikan pula pada dokter jika Anda merasa khawatir dan cemas terhadap satu atau beberapa gejala kanker usus besar seperti yang tertera dalam daftar di atas. Dokter biasanya akan menjadwalkan kolonoskopi untuk menemukan penyebab masalah yang Anda miliki.

Kanker usus besar umumnya terjadi pada golongan lansia, tapi tak menutup kemungkinan bisa juga terjadi pada anak-anak sekalipun. Oleh karena itu, terlepas dari berapapun usianya, jika Anda mengalami atau mencurigai gejala kanker usus besar, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Dokter akan menentukan apakah Anda harus menjalani kolonoskopi atau tidak. Biasanya pemeriksaan akan diawali dengan pertanyaan sudah berapa lama dan berapa sering Anda mengalami gejala, kondisi medis lain yang Anda miliki, obat yang sedang Anda konsumsi, serta riwayat kesehatan Anda dalam keluarga. Berbagai hal tersebut dapat membantu menemukan penyebab masalah yang Anda keluahkan.

Jika Anda didiagnosis terkena kanker, meredakan gejala tetap menjadi bagian yang penting dari perawatan dan pengobatan kanker. Pastikan Anda berbicara dengan tim perawatan kesehatan Anda tentang gejala yang Anda alami, termasuk gejala baru atau perubahan pada gejala.

Tahapan stadium kanker usus besar

gejala radang usus ciri-ciri radang usus

Stadium berperan penting untuk melihat status kondisi Anda. Dalam kasus kanker, stadium digunakan untuk mengetahui seberapa jauh sel kanker menyebar ke organ lain. Stadium juga dapat membantu dokter untuk menemukan pengobatan serta perawatan yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Berikut tahapan atau stadium perkembangan kanker usus besar:

Stadium 0. Dalam tahap ini, sel-sel yang tidak normal ditemukan pada lapisan terdalam usus besar. Sel-sel tidak normal ini bisa menjadi kanker dan menyebar ke jaringan normal terdekat. Stadium 0 kanker sering juga disebut dengan karsinoma in situ.

Stadium I. Dalam taahap ini, sel kanker telah terbentuk dan mulai menyebar dari lapisan jaringan terdalam di dinding usus besar menuju ke jaringan terdekatnnya. Namun penyebaran sel kanker belum menuju ke kelenjar getah bening.

Stadium II. Dalam tahap II, kanker usus besar dibagi mejadi 3 fase, yaitu:

  • Stadium II A. Kanker telah menyebar menembus lapisan otot ke serosa (lapisan terluar) dinding usus besar.
  • Stadium II B. Kanker telah menyebar menembus serosa (lapisan terluar) dinding usus besar tetapi belum menyebar ke organ terdekat.
  • Stadium II C. Kanker telah menyebar menembus serosa (lapisan terluar) dinding usus besar dan organ terdekat.

Stadium III. Dalam tahap III, kanker usus besar dibagi menjadi 3 fase, yaitu:

  • Stadium IIIA. Kanker telah menyebar dari lapisan jaringan terdalam di dinding usus besar ke lapisan tengah dan menjalar ke sebanyak 3 kelenjar getah bening.
  • Stadium IIIB. Kanker telah menyebar ke sebanyak 3 kelenjar getah bening terdekat dan telah menjalar keluar lapisan jaringan tengah di dinding usus besar, jaringan terdekat di sekitar usus besar atau rektum, atau keluar dinding usus besar ke dalam organ terdekat dan/atau menembus peritoneum.
  • Stadium IIIC. Kanker telah menyebar ke 4 atau lebih kelenjar getah bening dan telah menjalar ke atau menembus lapisan jaringan tengah di dinding usus besar, atau ke jaringan terdekat di sekitar usus besar atau rektum.

Stadium IV. Dalam tahap IV, kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat dan menjalar ke bagian tubuh lainnya, seperti hati atau paru-paru.

Dengan mengetahui tahap dan perkembangan stadium kanker usus dapat membantu dokter untuk memutuskan rencana pengobatan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda. Ketika didiagnosis kanker usus besar, Anda dapat meminta dokter untuk menjelaskan stadium kanker yang Anda alami.

Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kanker usus besar

gejala usus buntu

Sampai saat ini penyebab utama dari kanker usus besar masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami pertumbuhan sel kanker usus besar, baik yang dapat diubah maupun yang tidak bisa diubah.

Namun, memiliki faktor risiko, atau kadang-kadang beberapa faktor risiko tidak berarti bahwa Anda akan terkena penyakit kanker usus besar Beberapa orang yang terkena kanker usus besar bahkan tidak memiliki faktor risiko. Ini artinya, setiap orang mungkin memiliki kesempatan lebih tinggi terkena kanker usus besar.

Berikut faktor-faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kanker usus besar adalah:

Faktor yang dapat diubah

Faktor risiko kanker usus besar yang dapat diubah dapat dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini meliputi:

  • Pola makan. Pola makan yang buruk bisa jadi penyebab seseorang terkena kanker usus besar. Pola makan ini termasuk konsumsi makanan berlemak seperti daging merah dan daging olahan secara berlebihan. Tak hanya itu, metode memasak yang tidak tepat juga dapat memicu terjadinya kanker usus. Metode memasak yang dimaksud adalah memasak (terutama masak daging) dengan temperatur tinggi, yang menyebabkan peningkatan suatu senyawa kimia tertentu sehingga memicu terjadinya kanker di usus.
  • Kurang aktivitas fisik. Orang yang malas gerak, tidak suka olahraga, dan cenderung menjalani gaya hidup sedenter tentu lebih bersiko mengalami kanker usus besar dibandingkan mereka yang rajin atau rutin melakukan aktivitas fisik. Bahkan kurang aktivitas fisik tidak hanya meningkatkan risiko terkena kanker usus besar saja, melainkan penyakit kronis lainnya.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak. Mengonsumsi segala jenis minuman beralkohol terlalu banyak akan meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Membatasi atau bahkan menghindari sama sekali konsumsi minuman alkohol akan menurunkan risiko terkena kanker usus besar.
  • Merokok. Perilaku satu ini sudah sudah dikenal sebagai faktor risiko berbagai kanker termasuk kanker usus besar. Semakin lama Anda merokok, maka semakin besar risiko terkena kanker usus besar. Meski tidak mudah untuk berhenti merokok, bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya sama sekali. Kuncinya adalah niat dan konsistensi. Ingat, mengurangi atau bahkan berhenti merokok tidak hanya mencegah Anda terkena kanker ini saja, namun meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Kelebihan berat badan. Kegemukan alias obesitas dapat meningkatkan risiko pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan risiko kematian karena kanker. Risiko terkena kanker karena kegemukan lebih besar ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan. Salah satu cara ampuh untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan perbanyak aktivitas fisik dan memerhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

Penyebab yang tidak dapat diubah

Terdapat beberapa faktor risiko yang tidak dapat diperbaiki untuk mengurangi risiko terkena kanker usus besar, di antaranya

  • Usia lanjut. Lansia atau orang yang berusia di atas 50 tahun berisiko lebih tinggi terkena kanker, termasuk kanker usus besar. Kanker membutuhkan waktu untuk berkembang dari sel yang tidak normal, sehingga dalam banyak kasus, beberapa orang akan terdiagnosis mengalami kanker pada usia lanjut.
  • Riwayat menderita polip atau kanker usus besar. Seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari kanker usus besar atau polip dapat mengalami kekambuhan. Kekambuhan ini dimulai dengan tumbuhnya sel kanker baru di dalam usus. Risiko ini akan lebih besar jika seseorang sudah terkena kanker usus besar saat usia muda.
  • Pernah mengalami inflammatory bowel disease (IBD). IBD atau yang juga dikenal dengan nama penyakit radang usus (kolitis) adalah gangguan yang menyebabkan sistem pencernaan jadi meradang. Peradangan yang terjadi sudah berlangsung sejak lama. Dinding usus orang dengan IBD mengalami pertumbuhan sel yang tidak normal apabila dilihat dengan mikroskop (dysplasia). Jika Anda pernah terdiagnosis penyakit satu ini, lakukanlah skrining kanker usus besar secara rutin. IBD berbeda dengan inflammatory bowel syndrome (IBS) yang tidak meningkatkan risiko kanker usus besar.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus besarRisiko Anda terkena kanker usus besar akan lebih tinggi jika terdapat salah satu dari orangtua, saudara sedarah, atau anak yang menderita kanker jenis ini. Selain itu, risiko yang dimiliki seseorang akan lebih tinggi jika salah satu anggota keluarga pernah mengalami kanker usus besar di bawah usia 45 tahun. Kondisi kanker dapat diturunkan di dalam salah satu keluarga karena faktor genetik atau terpengaruh faktor lingkungan atau interaksi antar keduanya. Meskipun sebagian besar penderita tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, namun dengan adanya riwayat keluarga akan meningkatkan risiko sebesar 20 persen terkena kanker usus besar.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan familial adenomatous polyps. Sama halnya dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami tumbuhnya polip yang berpotensi kanker, adenomatous polyps. Jika ada anggota keluarga yang mengalaminya, lakukanlah deteksi kanker usus besar secara rutin.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes tipe 2. Seseorang dengan riwayat penyakit diabetes tipe 2 memiliki risiko kanker usus besar lebih tinggi dibandingkan yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut. Baik diabetes atau kanker usus besar banyak memiliki kesamaan faktor risiko, seperti obesitas. Meskipun tidak memiliki faktor risiko lainnya, seseorang dengan diabetes memiliki risiko kanker usus besar yang lebih tinggi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca