Kolonoskopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kolonoskopi?

Kolonoskopi adalah prosedur untuk melihat bagian dalam usus bear Anda (kolon) menggunakan teleskop fleksibel. Kolonoskopi adalah cara yang baik untuk mencari tahu apakah ada masalah dalam usus besar Anda.

Kadang-kadang polip (benjolan kecil) adalah penyebab masalahnya dan ahli endoskopi dapat menghilangkannya saat prosedur dilakukan.

Kapan saya harus menjalani kolonoskopi?

Dokter Anda dapat merekomendasikan kolonoskopi untuk:

  • menyelidiki tanda dan gejala masalah pada usus. Kolonoskopi bisa membantu dokter Anda memeriksa kemungkinan penyebab sakit perut, perdarahan dubur, sembelit kronis, diare kronis, dan masalah usus lainnya
  • mengecek kanker usus besar. Jika Anda berusia 50 tahun atau lebih sehingga berrisiko kanker usus besar (Anda tidak memiiki risiko kanker usus besar selain karena) – dokter Anda dapat merekomendasikan kolonoskopi setiap 10 tahun atau lebih awal, untuk mengecek kanker usus besar. Bicarakan dengan dokter tentang pilihan yang Anda miliki
  • mendeteksi polip. Jika Anda memiliki polip sebelumnya, dokter Anda dapat merekomendasikan kolonoskopi lanjutan untuk melihat dan menghilangkan polip tambahan. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko Anda terkena kanker usus besar.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum melakukan kolonoskopi?

Jika kualitas gambar yang didapatkan dari teleskop saat kolonoskopi ternyata tidak bagus, dokter dapat merekomendasikan kolonoskopi ulang atau memajukan jadwal kolonoskopi berikutnya. Jika dokter Anda tidak dapat menggerakkan teleskop ke seluruh bagian usus besar, barium enema atau kolonoskopi virtual dapat direkomendasikan untuk memeriksa sisa usus besar Anda.

Apakah ada alternatif selain kolonoskopi?

Pilihan lain termasuk barium enema (tes x-ray usus besar) atau CT kolografi (scan pada usus besar).

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani kolonoskopi?

Sebelum kolonoskopi, Anda akan perlu mengosongkan usus besar Anda dengan cara buang air besar. Sisa apapun dalam usus besar Anda dapat mengaburkan pandangan usus besar dan dubur Anda selama pemeriksaan. Hal-hal lain yang harus Anda perhatikan:

  • biasanya, Anda tidak boleh makan makanan padat sehari sebelum pemeriksaan. Anda mungkin tidak bisa makan atau minum apapun setelah tengah malam pada malam sebelum pemeriksaan
  • dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan mengonsumsi obat pencahar sebelum pemeriksaan, baik dalam bentuk pil atau cairan
  • dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu untuk mengonsumsi obat-obatan enema yang dijual bebas – baik malam sebelum pemeriksaan atau beberapa jam sebelum pemeriksaan – untuk mengosongkan usus besar Anda.

Anda harus memberi tahu dokter tentang obat yang sedang Anda konsumsi, setidaknya seminggu sebelum pemeriksaan, terutama jika Anda memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, masalah jantung, atau jika Anda menggunakan obat atau suplemen yang mengandung zat besi.

Anda mungkin perlu untuk mengatur dosis atau berhenti menggunakan obatnya sementara.

Bagaimana proses kolonoskopi?

Kolonoskopi biasanya memakan waktu 30-45 menit.

Jika perlu, ahli endoskopi dapat menawarkan Anda obat penenang atau penghilang rasa sakit.

Ahli endoskopi akan menempatkan teleskop fleksibel melalui anus Anda. Udara akan ditiup ke usus besar Anda untuk membantu ahli endoskopi mendapatkan gambar yang lebih jelas. Ahli endoskopi akan bisa melihat masalah seperti peradangan atau polip. Mereka akan bisa melakukan tindakan biopsi dan menggambil foto untuk membantu diagnosis.

Apa yang harus saya lakukan setelah kolonoskopi?

Jika Anda diberikan obat penenang, Anda bisanya akan sadar dalam waktu 2 jam. Anda mungkin merasa sedikit bengkak untuk beberapa jam tapi ini akan hilang.

Dokter akan mengabarkan kepada Anda apa yang mereka temukan di usus besar Anda saat kolonoskopi dan mendiskusikan dengan Anda pengobatan atau tindak lanjut apa yang Anda perlukan.

Anda seharusnya bisa bekerja kembali di hari berikutnya kecuali jika dokter mengatakan sebaliknya.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi

Kolonoskopi dapat menyebabkan beberapa risiko. Meskipun jarang, komplikasi kolonoskopi dapat termasuk:

  • reaksi alergi
  • sulit bernafas atau ketidakteraturan jantung
  • penglihatan kabur
  • infeksi
  • membuat lubang dalam usus besar Anda
  • perdarahan
  • prosedur tidak komplit

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    nyeri atau sakit punggung

    Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit