Yang Perlu Wanita Lakukan untuk Mencegah Kanker Serviks

Oleh

Berdasarkan laporan dari The American Cancer Society, pada tahun 2016, diperkirakan ada sekitar 12.990 kasus baru dari kanker serviks invasif dan akibatnya, 4.120 wanita akan meninggal karena kanker serviks. Namun apakah kanker serviks bisa dicegah? Berikut beberapa tips mengenai cara mencegah kanker serviks.

Yang harus dilakukan untuk mencegah kanker serviks

The American Cancer Society menganjurkan para wanita untuk mengikuti panduan ini untuk membantu menemukan kanker serviks dini. Mengikuti panduan ini juga dapat menemukan pra-kanker, yang dapat diobati untuk menghancurkan kanker serviks supaya tidak terbentuk.

  • Semua wanita harus memulai skrining kanker serviks pada usia 21 tahun. Wanita usia 21 sampai 29 tahun harus menjalani tes Pap secara berkala setiap 3 tahun. Tes HPV tidak boleh digunakan untuk tes pada kelompok usia ini (tes HPV dapat digunakan sebagai bagian tindak lanjut untuk tes Pap abnormal).
  • Dari usia 30 tahun, cara yang baik untuk skrining adalah dengan tes Pap yang dikaitkan dengan tes HPV setiap lima tahun. Ini disebut co-testing dan harus dilakukan sampai usia 65 tahun.
  • Pilihan yang masuk akal lainnya untuk wanita usia 30 sampai 65 tahun adalah untuk melakukan skrining setiap 3 tahun hanya dengan tes Pap.
  • Wanita yang berisiko tinggi terkena kanker serviks karena sistem kekebalan tubuh yang tertekan (misalnya karena infeksi HIV, transplantasi organ, atau penggunaan jangka panjang steroid) atau karena terpapar DES in utero mungkin perlu untuk lebih sering diskrining. Mereka harus mengikuti anjuran dokter.
  • Wanita di atas usia 65 tahun yang telah sering menjalani tes dalam 10 tahun terakhir harus berhenti melakukan skrining kanker serviks selama belum pernah ditemukan pra-kanker yang serius (seperti CIN2 atau CIN3, CIN singkatan dari cervical intraepithelial neoplasia) pada diri mereka selama 20 tahun terakhir. Wanita dengan riwayat CIN2 atau CIN3 harus menjalani skrining selama setidaknya 20 tahun setelah ditemukan kelainan.
  • Wanita yang pernah menjalani histerektomi total (pengangkatan rahim dan leher rahim) harus berhenti melakukan skrining (seperti tes Pap dan tes HPV), kecuali jika histerektomi tersebut dilakukan sebagai pengobatan untuk pra-kanker (atau kanker) serviks. Wanita yang pernah menjalani histerektomi tanpa pengangkatan rahim (disebut histerektomi supraserviks) harus melakukan skrining kanker serviks berdasarkan panduan di atas.
  • Wanita segala usia TIDAK boleh menjalani skrining setiap tahunnya dengan metode skrining apapun.
  • Wanita yang pernah divaksinasi melawan HPV masih harus mengikuti panduan ini.

Sebagian wanita percaya bahwa mereka dapat berhenti melakukan skrining kanker serviks begitu mereka berhenti memiliki anak. Ini tidaklah benar. Mereka harus tetap mengikuti panduan American Cancer Society.

Meskipun skrining tahunan tidak dilakukan, wanita yang memiliki hasil skrining abnormal mungkin perlu melakukan tes Pap tindak lanjut (terkadand dengan tes HPV) dalam 6 bulan atau satu tahun.

Panduan untuk diagnosis dini kanker serviks ini tidak berlaku bagi wanita yang pernah didiagnosis dengan kanker serviks, pra-kanker serviks, atau infeksi HIV. Para wanita ini harus menjalani tes tindak lanjut dan skrining kanker serviks sesuai anjuran dokter.

Pentingnya menjalani tes kanker serviks

Tes skrining memberikan kesempatan terbaik untuk menemukan kanker serviks sejak dini, saat pengobatan yang sukses masih memungkinkan. Testing juga sebenarnya dapat mencegah kebanyakan kanker serviks dengan menemukan perubahan sel serviks yang abnormal (pra-kanker) sehingga dapat diobati sebelum berkesempatan untuk berubah menjadi kanker serviks.

Jika didiagnosis dini, kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling dapat diobati dengan sukses. Di AS, tingkat kematian kanker serviks menurun sebanyak lebih dari 50% selama 30 tahun terakhir. Ini diyakini alasannya karena efektivitas tes skrining Pap.

Meskipun mengetahui manfaat skrining kanker serviks, tidak semua wanita mendapatkan manfaatnya. Kebanyakan kanker serviks ditemukan pada wanita yang belum pernah menjalani tes Pap atau yang belum melakukannya belakangan ini. 

Kematian kanker serviks lebih tinggi pada populasi di dunia di mana wanita tidak mendapatkan skrining kanker serviks yang rutin. Sebenarnya, kanker serviks adalah alasan utama wanita terkena kanker di banyak negara berkembang. Para wanita ini biasanya didiagnosis dengan kanker stadium lanjut, daripada pra-kanker atau kanker dini.

Meskipun ada risiko kematian, kanker serviks dianggap sebagai salah satu jenis kanker yang paling dapat diobati. Selama Anda didiagnosis dengan pra kanker serviks pada stadium awal, penyakit ini dapat diobati sebelum berkesempatan untuk berubah menjadi kanker serviks.

Share now :

Direview tanggal: Januari 11, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca