Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kanker serviks telah menimbulkan korban sebanyak 270 ribu wanita meninggal dunia pada tahun 2015. Meski begitu, sebenarnya kaum wanita tak perlu khawatir. Justru kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang dapat dicegah dan disembuhkan jika dideteksi sejak awal.

Ya, deteksi kanker serviks sejak dini tentu saja dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Lantas, seberapa besar peluang hidup jika kanker serviks ditemukan dalam stadium awal? Bagaimana cara mendeteksi kanker serviks sejak dini?

Deteksi kanker serviks sejak dini memperbesar peluang kesembuhan

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus Human papillomavirus (HPV). Sebagian besar kasus kanker serviks diakibatkan karena tubuh terjangkit virus HPV yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual maupun kontak kulit ke kulit.

Meskipun terlihat menyeramkan, kanker serviks sebenarnya bisa disembuhkan secara total. Apalagi, jika ditemukan dalam stadium yang dini atau awal. Sebenarnya, sebelum kanker serviks ini terbentuk, penyakit ini akan melewati tahap pre-kanker, yaitu tahap di mana sel-sel serviks atau leher rahim mulai tumbuh secara abnormal – tapi belum berubah menjadi sel kanker.

Untuk menjadi kanker serviks, biasanya masing-masing orang membutuhkan waktu sekitar 10 tahun jika telah mencapai tahap pre-kanker sebelumnya. Bila Anda dapat mendeteksi kondisi tubuh Anda ketika dalam tahapan ini, maka peluang untuk sembuh akan sangat besar dan biasanya Anda tidak perlu melakukan pengobatan kanker yang melelahkan.

Peluang hidup wanita yang terkena kanker serviks

Data American Cancer Society menyatakan bahwa peluang hidup selama 5 tahun yang dimiliki wanita dengan kanker serviks berbeda-beda, tergantung dengan stadium, yaitu:

  • Stadium IA, peluang untuk hidup selama 5 tahun mendatang yaitu 93 persen.
  • Stadium IB, peluang untuk hidup selama 5 tahun mendatang yaitu 80 persen.
  • Stadium IIA, peluang untuk hidup selama 5 tahun mendatang mencapai 63 persen.
  • Stadium IIB, peluang untuk hidup selama 5 tahun mendatang sekitar 58 persen.
  • Stadium IIIA-IIIB, peluang untuk hidup selama 5 tahun mendatang hanya mencapai 32-35 persen.
  • Stadium IV, peluang untuk hidup selama 5 tahun mendatang tidak lebih dari 15 persen.

Semakin tinggi stadiumnya, maka peluang hidupnya semakin kecil. Maka dari itu, deteksi kanker serviks sejak dini sangat penting untuk dilakukan.

Bagaimana cara deteksi kanker serviks?

Memang, ketika kanker serviks masih dalam tahap stadium awal, biasanya tidak ada gejala atau tanda-tanda fisik yang terlihat. Biasanya, kanker serviks mulai ‘menampakkan wajahnya’ ketika sudah memasuki stadium 2.

Namun bukan berarti Anda tidak bisa deteksi kanker serviks sejak dini. Kanker serviks bisa diketahui pada stadium sangat awal dengan melakukan pemeriksaan kesehatan tertentu. Pemeriksaan kesehatan yang bisa mendeteksi kanker serviks sejak awal yaitu:

Pap smear

Pemeriksaan pap smear harus mulai dilakukan dengan rutin ketika Anda menikah atau telah melakukan hubungan seksual, wanita disarankan untuk melakukan tes setiap 3 tahun sekali.

Test HPV

Tes ini baru akan dilakukan ketika hasil pap smear menunjukkan tanda-tanda adanya HPV dan Anda dicurigai terkena kanker serviks. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk wanita yang berusia 30-65 tahun, yang sebaiknya dilakukan setiap 5 tahun sekali.

Bagaimana cara mencegah kanker serviks?

Tak hanya bisa deteksi kanker serviks sejak dini, kabar baik lainnya adalah Anda bisa mencegah kanker ini. Ya, pencegahan kanker serviks bisa dilakukan dengan cara melakukan vaksin HPV. Saat ini, sudah banyak tempat pelayanan kesehatan yang menyediakan fasilitas vaksin HPV. Jadi, pastikan kalau Anda bahkan anak-anak perempuan Anda juga melakukan vaksin HPV agar terhindar dari serangan kanker serviks.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca