Seperti Apa Proses Radioterapi untuk Kanker Payudara?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Selain kemoterapi dan operasi, terapi radiasi atau radioterapi juga sering direkomendasikan sebagai pengobatan kanker payudara yang cukup efektif. Cari tahu lebih banyak mengenai informasi radioterapi di Hello Sehat sebelum menjalaninya.

Apa itu radioterapi kanker payudara?

Radioterapi adalah pengobatan menggunakan sinar-X berenergi tinggi seperti proton atau partikel lainnya untuk membunuh sel kanker.

Radioterapi termasuk terapi bertarget yang sering digunakan dalam pengobatan pelengkap kanker payudara, bersamaan dengan operasi dan kemoterapi.

Sinar-X yang ditembakkan tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak terlihat. Radiasi ditujukan langsung pada lokasi tumor, kelenjar getah bening, atau dinding dada. Melalui terapi ini, penyebaran kanker dapat dihentikan dan risiko kekambuhan dapat dikurangi.

Terapi ini bisa digunakan untuk mengobati kanker payudara pada hampir setiap stadium. Terapi ini juga efektif untuk mengurangi risiko kanker payudara kambuh setelah operasi.

Selain itu, terapi radiasi biasanya digunakan untuk meringankan gejala kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Beda jenis radioterapi dari cara prosedurnya

Terapi radiasi biasanya diberikan dalam dua cara, yaitu:

Radiasi eksternal

Radiasi eksternal paling sering digunakan untuk kanker payudara. Terapi ini dilakukan dengan mengirimkan radiasi dari luar tubuh ke payudara.

Pengobatan radiasi eksternal biasanya diberikan lima kali per minggu selama 5 sampai 7 minggu.

Radiasi internal (brachytherapy)

Radiasi internal dilakukan dengan menempatkan sumber radiasi langsung di sekitar lokasi tumor.

Caranya, dokter akan memasukkan tabung sempit berongga ke dalam jaringan payudara yang sebelumnya telah diangkat.

Kabel radioaktif akan dimasukkan melalui tabung dan dibiarkan selama beberapa hari atau dimasukkan dalam waktu tertentu setiap hari.

Siapa saja yang membutuhkan radioterapi kanker payudara?

Tidak semua wanita dengan kanker payudara membutuhkan radioterapi. Prosedur ini biasanya dibutuhkan pada waktu atau kondisi tertentu, seperti:

1. Setelah lumpektomi

Lumpektomi adalah prosedur operasi untuk mengangkat area payudara yang terkena tumor dan sedikit jaringan di area sekitarnya.

Prosedur ini membantu menurunkan risiko kanker untuk kembali tumbuh di area payudara yang terkena. Pasalnya, tak jarang sel kanker masih ada yang tertinggal setelah operasi. Setelahnya, radioterapi akan bekerja menghancurkan sel kanker payudara yang tersisa.

Lumpektomi yang dikombinasikan dengan terapi radiasi sering disebut sebagai terapi konservasi payudara. Sebuah uji klinis membuktikan bahwa menambahkan terapi radiasi dapat secara drastis menurunkan peluang kekambuhan kanker payudara.

Bahkan, fakta menunjukkan terapi ini terbukti sama efektifnya dengan operasi pengangkatan seluruh area payudara (mastektomi total). Biasanya jenis radioterapi yang disarankan yaitu:

Radiasi eskternal seluruh payudara

Radiasi jenis ini biasanya diberikan dalam 5 hari seminggu selama 5 sampai 6 minggu. Namun sekarang ini, radiasi bisa diperpendek dengan dosis yang sedikit lebih besar dan jangka waktu yang lebih sebentar. Hal ini membuat pengobatan bisa selesai dalam 3 sampai 4 minggu.

Radiasi parsial payudara

Radiasi jenis ini biasanya dilakukan pada wanita dengan kanker payudara stadium awal. Radiasi biasanya diarahkan hanya ke area tumor yang diangkat. Radiasi bisa dilakukan secara eskternal atau internal. Dikarenakan areanya tidak terlalu luas, pengobatan biasanya hanya sekitar 1 sampai 2 kali selama 3 sampai 5 hari.

2. Setelah mastektomi

Mastektomi adalah prosedur pengangkatan kanker payudara dengan mengangkat seluruh jaringannya. Radioterapi kanker payudara setelah mastektomi biasanya diberikan 5 hari seminggu selama 5 sampai 6 minggu.

Anda akan disarankan untuk melakukan radioterapi setelah mastektomi jika:

  • Hasil tes kelenjar getah bening di dekat payudara menunjukkan hasil tes sel kanker yang positif
  • Ukuran tumor besar, yaitu lebih dari 5 cm
  • Munculnya jaringan di payudara yang telah diangkat yang memiliki hasil positif kanker

3. Saat kanker telah menyebar

Jika kanker payudara telah menyebar ke bagian tubuh yang lain, radioterapi bisa membantu mengecilkan tumor dan meredakan gejala.

Namun, prosedur ini tidak dianjurkan untuk Anda yang:

  • Pernah menjalani radioterapi di area yang sama
  • Memiliki kondisi medis tertentu yang membuat Anda menjadi sangat sensitif terhadap efeknya
  • Sedang hamil

4. Kanker payudara stadium lanjut

Radioterapi juga kerap jadi pengobatan untuk membantu mengobati:

  • Tumor payudara yang tidak bisa diangkat dengan operasi
  • Kanker payudara yang meradang, yaitu jenis kanker agresif yang menyebar ke saluran getah bening kulit. Sebelumnya, pasien akan diminta untuk melakukan kemoterapi, mastektomi, baru kemudaan radiasi.

Proses sebelum dan selama radioterapi kanker payudara

Terapi radiasi biasanya dimulai 3-8 minggu setelah operasi. Kecuali setelahnya ada rencana untuk kemoterapi. Jika akan kemoterapi, radioterapi biasanya dimulai 3-4 minggu setelah kemoterapi selesai.

Sebelum prosedur, seorang radiografer akan membantu Anda untuk naik dan berbaring di atas papan khusus. Biasanya Anda juga diminta untuk mengangkat tangan di atas kepala agar radiasi bisa diarahkan tepat ke area yang dirawat.

Selama perawatan, Anda akan diminta berbaring tanpa melakukan gerakan apa pun. Kemudian, petugas akan mengambil gambar X-ray atau scan untuk memastikan Anda berada di posisi yang tepat.

Nantinya, mesin akan mengeluarkan suara yang berdengung sebagai tanda prosedur sedang berjalan. Tenang saja, radioterapi kanker payudara tidak menimbulkan rasa sakit saat perawatan. Perawatan ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit.

Petugas akan berada di ruangan lain dan memantau Anda melalui kamera CCTV. Petugas akan memberikan instruksi pada Anda melalui interkom sehingga Anda tetap bisa berbicara padanya. Beri tahu pada radiografer jika Anda merasakan sensasi tidak nyaman saat prosedur berlangsung.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi ke dokter mengenai obat herbal, suplemen, atau segala pengobatan yang dibeli bebas di pasaran. Pasalnya, suplemen dan obat tertentu bisa saja memberikan efek samping merugikan selama radioterapi.

Apa yang harus dilakukan setelah radioterapi kanker payudara?

Setelah menyelesaikan terapi, dokter akan menjadwalkan kunjungan lanjutan untuk memantau perkembangan kondisi Anda. Di kesempatan ini, dokter juga akan mencari efek samping yang mungkin muncul dan memeriksa tanda-tanda kekambuhan kanker.

Setelah terapi selesai, Anda harus memberi tahu petugas medis jika:

  • Merasa nyeri terus menerus
  • Muncul benjolan baru, memar, ruam, atau bengkak
  • Berat badan menurun drastis tanpa alasan yang jelas
  • Demam atau batuk yang tak kunjung sembuh

Jika ada gejala lain yang muncul, Anda juga bisa segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Periksakan diri secara rutin agar dokter bisa terus memantau kondisi kesehatan Anda pascapegobatan.

Efek samping radioterapi kanker payudara

Terapi radiasi konvensional umumnya membutuhkan komitmen waktu yang sangat besar. Proses ini tentu dapat mengganggu pekerjaan dan tanggung jawab keluarga, terutama jika Anda tidak memiliki alat transportasi atau tinggal cukup jauh dari penyedia fasilitas perawatan.

Sediakan waktu sebanyak 30 menit sampai satu jam untuk satu kali terapi, meskipun pengobatan yang sebenarnya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Jadwal harian yang sibuk dapat menyebabkan memicu emosi, stres, atau rasa cemas.

Di luar itu, efek samping radioterapi pada tubuh bisa muncul dalam jangka pendek dan jangka panjang, berikut rinciannya:

Efek samping jangka pendek

Efek samping yang paling umum dari terapi radiasi adalah iritasi kulit di daerah yang ditargetkan.

Pada awalnya kulit Anda mungkin menjadi sensitif dan mulai memerah, yang kemudian terlihat dan terasa seperti terbakar sinar matahari, gatal, mengelupas, atau melepuh.

Keluhan iritasi kulit bisa memburuk selama pengobatan terus berlangsung. Namun, kulit Anda akan berangsur pulih di minggu-minggu terakhir pengobatan.

Anda mungkin juga akan lebih jarang berkeringat di ketiak dan kehilangan bulu ketiak jika radiasi ditargetkan di daerah bawah lengan. Efek samping ini biasanya bersifat sementara.

Selama terapi banyak juga wanita yang melaporkan merasa lemas letih yang terus memburuk tiap minggunya. Namun, badan dapat perlahan kembali fit dalam beberapa minggu menjelang pengobatan terakhir.

Efek samping jangka panjang

Efek samping terapi radiasi dalam jangka panjang yang paling umum adalah kemunculan bekas “tato” di kulit.

Bekas “tato” ini sebetulnya merupakan sisa tinta yang dipakai oleh petugas radiografer untuk menandai bagian tubuh yang harus ditembakkan sinar radiasi. Petugas juga biasanya akan membuat tanda kecil pada kulit Anda sebagai panduan lokasi perawatan selanjutnya. Tanda ini biasanya akan ditato ke kulit Anda secara permanen.

Kulit yang menggelap di daerah radiasi akan kembali normal setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus, perubahan warna ringan mungkin bersifat permanen, atau kulit tampak lebih tebal dan kencang. Sensitivitas kulit atau nyeri terkadang bisa bertahan selama berbulan-bulan.

Radioterapi kanker payudara dapat menyebabkan beberapa kerusakan saraf yang mengakibatkan mati rasa dan nyeri. Terapi radiasi dapat membatasi pilihan rekonstruksi maupun kebebasan Anda untuk menyusui. Risiko tersebut harus dibicarakan dengan dokter sebelum Anda memulai perawatan.

Efek samping langka

Jika Anda telah menjalani pengangkatan kelenjar getah bening sebelum menjalani terapi radiasi, Anda berisiko terkena limfedema atau penyumbatan sistem getah bening. Limfedema menyebabkan pembengkakan lengan tempat kelenjar getah bening diangkat.

Komplikasi langka lainnya adalah:

  • Rusuk patah akibat melemahnya kekuatan tulang
  • Peradangan pada jaringan paru-paru
  • Kerusakan jantung ketika radiasi diberikan di sisi kiri dada
  • Kanker lain yang disebabkan oleh radiasi

Pastikan Anda memberitahu dokter onkologi radiasi mengenai efek samping yang dirasakan.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami sesak napas, kesulitan menelan, atau nyeri dada.

Menghadapi efek samping radioterapi kanker payudara

Efek samping dari radioterapi untuk mengobati kanker payudara hampir tidak mungkin dihindari. Namun demikian, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalisir risiko efek samping tersebut.

Kenakanlah pakaian longgar jika Anda mengalami iritasi kulit. Jika Anda memakai bra, pilihlah bra tanpa kawat. Tanyakan pada dokter perihal produk khusus yang harus Anda gunakan pada kulit saat mandi.

Konsultasikan dengan tim medis sebelum menggunakan salep atau krim pada daerah yang dirawat. Cobalah untuk tidak menggosok atau menggaruk daerah yang dirawat, dan hindari kompres es dan bantalan pemanas.

Lawan kelelahan dengan lebih banyak meluangkan waktu istirahat. Jangan lupa juga untuk menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang untuk membantu tubuh memperbaiki dirinya sendiri dari efek radioterapi kanker payudara.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca