Mengenal Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Kulit Penderita HIV

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Setelah dua bulan tertular virus HIV, masalah kulit akan mulai bermunculan, salah satunya ruam kulit. Akan tetapi, tidak semua kulit yang terkena ruam pasti didiagnosis terkena virus HIV. Beberapa masalah kesehatan lain juga menyebabkan munculnya ruam. Agar tak salah mengenali, simak gejala awal ruam kulit penderita HIV berikut ini. 

Gejala awal ruam kulit pada penderita HIV

Sekitar 90 persen orang yang menderita HIV cenderung mengalami masalah kulit selama beberapa bulan, salah satunya adalah ruam. Ruam pada kulit ini merupakan salah satu gejala awal dari infeksi virus HIV dan biasanya berlangsung selama 2-4 minggu. 

Kondisi tersebut bisa terjadi akibat efek samping pengobatan HIV dan karena penurunan sistem imun tubuh akibat virus HIV.

Gejala ruam kulit pada penderita HIV sebenarnya hampir mirip dengan ruam kulit pada umumnya, seperti: 

  • Ruam berwarna merah
  • Pada kulit yang lebih gelap, ruam cenderung berwarna ungu
  • Memiliki benjolan kecil pada bagian tengah ruam
  • Tubuh terasa gatal
  • Ruam dapat menjalar dari wajah hingga ke seluruh tubuh, termasuk kaki dan tangan. 
  • Dapat menyebabkan sariawan

Penyebab masalah kulit pada penderita HIV

Masalah kulit yang dialami penderita HIV biasanya disebabkan oleh tiga hal, yaitu sistem kekebalan tubuh yang menurun, infeksi, dan efek samping dari pengobatan. 

Walaupun tidak terlihat berbahaya, ruam kulit pada orang yang menderita HIV harus diperiksakan ke dokter agar tidak terjadi komplikasi di masa mendatang. 

1. Sistem kekebalan tubuh

Ketika seseorang baru saja terinfeksi oleh virus HIV, biasanya mereka akan mengalami gejala layaknya flu, seperti batuk, pilek, dan ruam merah yang tidak terasa gatal selama 2-3 minggu. 

Bila tidak diobati lebih awal, fungsi sistem imun dapat semakin menurun dan bintik-bintik merah pada kulit berubah menjadi lebih gatal dan merah. Maka itu, bila Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, segera konsultasikan dengan dokter Anda. 

2. Infeksi jamur, bakteri, dan virus

Beragam jenis infeksi ini memang menjadi salah satu penyebab terjadinya ruam kulit pada penderita HIV. Hal ini biasanya karena kadar CD4 yang rendah pada penderita HIV.

Kadar CD4 yang rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi oportunistik, seperti infeksi jamur dan sebagainya sehingga menimbulkan ruam.  

3. Efek samping obat-obatan

obat tekanan darah tinggi

Para penderita HIV yang sudah memulai pengobatan, tidak jarang mengalami beberapa efek samping, termasuk ruam pada kulit. 

Misalnya, penggunaan obat sejenis nevirapine dapat menyebabkan ruam pada 15-20% penggunanya. Seiring dengan berjalannya waktu, ruam akan hilang ketika tubuh sudah mulai terbiasa dengan obat. 

Selain itu, seperti yang dilansir dari AIDS Info, terdapat tiga kelompok obat berjenis antiretroviral yang bisa menimbulkan ruam kulit pada penderita HIV, yaitu:

  • non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs) atau inhibitor transkriptase balik non-nukleosida
  • nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTI) atau inhibitor transkriptase balik nukleosida
  • protease inhibitors (PIs) atau inhibitor protease

Cara mengatasi ruam kulit bila terinfeksi HIV

efek samping krim steroid

Pada dasarnya, masalah kulit penderita HIV dapat diatasi dengan cukup mudah, yaitu dengan obat-obatan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penggunaan obat dapat berhasil bila Anda mengikuti aturan pakai dan sesuai dengan penyebab terjadinya ruam kulit. 

Beberapa contoh obat yang dapat digunakan antara lain:

  • Krim hidrokortison. Krim dan salep hidrokortison termasuk dalam kategori krim steroid dan berfungsi untuk mengurangi rasa gatal dan bengkak ketika ruam muncul. 
  • Benadryl atau diphenhydramine. Obat yang tergolong antihistamin ini dapat menghambat efek zat kimia penyebab gatal dan mengobati kondisi kulit gatal. 

Selain menggunakan obat-obatan, Anda pun dapat mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Kulit yang memiliki ruam biasanya lebih sensitif, sehingga menghindari paparan sinar matahari secara langsung bisa menjadi langkah tepat agar ruam tidak terlalu parah. Bila Anda ragu, silakan konsultasikan dengan dokter Anda agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Ruam kulit memang menjadi salah satu gejala yang dapat menandakan Anda terkena HIV. Akan tetapi, ingatlah bahwa Anda belum tentu kena HIV sekalipun muncul ruam di tubuh Anda, terlebih jika Anda tak memiliki risiko tersebut.

Jika Anda masih ragu, konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda agar mendapatkan jawaban yang lebih pasti.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca