Anda membutuhkan pengobatan khusus guna meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperpanjang harapan hidup Anda setelah positif didiagnosis dengan HIV/AIDS. Terapi ini disebut dengan terapi antiretroviral (ART). Terapi ART menggunakan kombinasi beberapa obat HIV sehingga lebih ampuh untuk menekan perkembangbiakan virus HIV dalam jangka panjang.

Terapi ART terbilang efektif untuk mengendalikan gejala dan perkembangan HIV. Namun, beberapa kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari tanpa disadari dapat menghambat atau malah menggagalkan kerja obat HIV dalam tubuh. Apa saja?

Berbagai hal yang dapat mengurangi keampuhan obat HIV

Pastikan Anda tidak melakukan berbagai kebiasaan di bawah ini selama menjalani terapi antiretroviral, sehingga obat HIV yang Anda konsumsi bisa bekerja optimal memerangi virus dan menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Terapi pengobatan HIV juga harus dilakukan setelaten mungkin untuk menurunkan tingkat infeksi oportunistik seperti tuberkulosis, pneumonia, dan jenis kanker, sekaligus mengurangi risiko penularan HIV kepada orang lain.

1. Tidak patuh minum obat

ART mengurangi viral load, jumlah virus dalam aliran darah. Orang yang memiliki viral load minim hingga tak terdeteksi dapat tetap sehat untuk waktu yang lebih lama. Selain itu, peluang mereka untuk menularkan infeksi HIV pada orang lain juga sangat kecil.

Lupa atau jarang minum obat HIV tentu dapat mengurangi efektivitasnya. Jika tidak tuntas diobati, HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh dan pada akhirnya berkembang ke AIDS.

2. Menggunakan napza suntik

Penularan HIV lebih banyak disebabkan oleh penyalahgunaan narkotika bentuk suntik. Di Indonesia sendiri, penggunaan napza suntik menempati urutan kedua sebagai metode penularan HIV/AIDS tertinggi.

Biasanya, jarum suntik narkoba digunakan secara bergantian. Ini membuatnya sebagai media perantara penyebaran darah yang terkontaminasi virus. Dengan menggunakan napza suntik, artinya Anda semakin menyuplai virus HIV ke dalam tubuh Anda sehingga efektivitas terapi ART akan menjadi sangat minim. Tidak hanya itu, cara ini juga bisa menyebabkan kematian akibat infeksi HIV sebagai dampak lanjutan.

Peneliti dari British Columbia Centre for Excellence in HIV/AIDS di Vancouver melaporkan bahwa penggunaan narkoba suntik yang berlanjut bahkan setelah resmi didiagnosis HIV positif dapat memotong angka harapan hidup ODHA hingga 11 tahun setelah terlepas dari pengobatan.

3. Merokok

Merokok dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dampak ini pun tampak lebih nyata pada orang-orang yang memiliki HIV/AIDS, yang notabene sistem imunnya sudah melemah. Akibatnya, merokok membuat Anda lebih rentan mengalami efek samping dari obat HIV itu sendiri, misalnya mual dan muntah.

Terlebih, kebiasaan merokok membuat risiko Anda terhadap penyakit jantung akut, kematian akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker paru meningkat hingga dua kali lipat. sebuah penelitian yang dilakukan di Copenhagen University Hospital melaporkan bahwa merokok dapat mengurangi angka harapan hidup selama 12 tahun. 

Sebaliknya, pengidap HIV yang berhenti merokok memiliki penurunan risiko penyakit jantung sebesar 65 persen pada 3 tahun setelahnya. Bahkan, pada setahun pertama setelah berenti merokok, penurunan ini bisa mencapai 50 persen.

4. Menunda terapi HIV

Rasa takut mungkin menjadi akar penyebab Anda menunda untuk menjalani terapi ART. Padahal semakin Anda menunda pengobatan ini, Anda sama saja membiarkan virus HIV semakin berkembang biak dan menggerogoti sistem kekebalan tubuh. 

Bahkan sebenarnya, terapi ART dianjurkan untuk dimulai sesegera mungkin bagi semua ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), terlepas dari jumlah viral load CD4-nya. Suatu penelitian dari Multicenter AIDS Cohort Study (MAC) menyimpulkan bahwa orang yang memulai ART lebih awal memiliki masa hidup yang sama atau bahkan lebih lama daripada orang yang tidak terkena HIV.

Peneliti dari UK CHIC Study menyimpulkan bahwa menunda mulai minum obat HIV saat kadar limfosit CD4 masih di bawah 350 dapat memotong 15 tahun harapan hidup. Maka semakin cepat Anda menjalankan terapi HIV, semakin besar pula harapan hidup Anda. Jangan segan untuk berkonsultasi pada dokter demi mendapatkan terapi HIV yang terbaik untuk Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca