5 Jenis Obat yang Dapat Menaikkan Tekanan Darah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Di balik beragam manfaatnya, ada beberapa obat yang berisiko menaikkan tekanan darah sehingga harus lebih diwaspadai oleh orang-orang dengan hipertensi. Selain berisiko meningkatkan tensi, obat-obatan ini juga dapat membatalkan efek obat hipertensi yang bisa berbahaya untuk kondisi Anda. Lantas, obat-obatan apa saja yang bisa menaikkan tekanan darah Anda?

Berbagai obat yang bisa menaikkan tekanan darah

1. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID)

NSAID adalah obat pereda nyeri yang biasa digunakan untuk mengobati demam, peradangan akibat rematik dan osteoarthritis, sakit kepala, migrain, dan kram perut menstruasi. NSAID yang paling umum digunakan adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Obat ini dapat dibeli tanpa resep dokter di apotek atau toko obat setempat.

Obat jenis ini dapat menekan kerja hati dan ginjal sehingga tubuh menyimpan cairan dalam jumlah banyak. Salah satu efeknya adalah peningkatan tekanan darah. Itu sebabnya jika Anda memiliki hipertensi, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat NSAID untuk mengobati demam, misalnya. Dokter dapat menyarankan alternatif obat lain yang lebih aman, seperti acetaminophen sebagai ganti ibuprofen.

2. Obat-obatan batuk dan demam

Banyak obat batuk dan demam mengandung NSAID untuk meredakan nyeri. Seperti yang telah dijelaskan di atas, NSAID dapat meningkatkan tekanan darah. Obat-obat batuk dan demam juga sering mengandung dekongestan.

Dekongestan bekerja meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, yang bisa memperburuk hipertensi. Dekongestan juga dapat mencegah obat-obatan tekanan darah tinggi Anda bekerja dengan baik.

Maka, hindari penggunaan obat batuk dan demam yang mengandung NSAID atau dekongestan. Tanyakan pada dokter untuk alternatif lain dalam meredakan gejala demam, flu, atau masalah sinus.

3. Obat-obatan migrain

Beberapa obat sakit kepala sebelah alias migrain bekerja dengan mempersempit pembuluh darah di kepala Anda. Ini memang dapat meredakan nyeri migrain, tapi efek penyempitan pembuluh juga terjadi di seluruh tubuh. Risikonya dapat meningkatkan tekanan darah hingga ke tingkat yang membahayakan.

Apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit jantung jenis lain, konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat untuk sakit kepala sebelah atau sakit kepala yang berat.

4. Obat-obatan penurun berat badan

Selain dapat memperparah penyakit jantung, obat-obatan penurun berat badan juga dapat meningkatkan tekanan darah. Itu sebabnya sebelum menggunakan obat diet apapun, resep atau nonresep, pastikan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter Anda. Jika tidak, obat-obatan ini mungkin dapat membahayakan Anda.

5. Obat antidepresan

Obat antidepresan bekerja dengan mengubah respons tubuh terhadap senyawa kimia di otak, seperti serotonin, norepinefrin, dan dopamin, yang dapat memengaruhi suasana hati Anda. Tidak hanya itu, ternyata senyawa kimia tersebut juga dapat menyebabkan tekanan darah Anda meningkat.

Beberapa obat antidepresan yang dapat meningkatkan tekanan darah Anda meliputi:

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan antidepresan, periksakan tekanan darah Anda secara teratur. Jika tekanan darah Anda tidak terkontrol dengan baik, tanyakan dokter Anda tentang alternatif untuk obat-obatan lainnya yang lebih aman. Dokter Anda dapat merekomendasikan perubahan gaya hidup atau pengobatan tambahan untuk mengontrol tekanan darah tinggi Anda.

Tips menghindari kenaikan tekanan darah saat mengonsumsi obat tertentu

  • Beri daftar obat-obatan yang Anda gunakan baik resep maupun non-resep, pada setiap dokter yang Anda kunjungi, termasuk penjelasan dosisnya. Ini dilakukan agar dokter mengetahui riwayat penyakit Anda sehingga dapat memberikan resep obat serta dosis yang aman untuk Anda.
  • Baca label obat sebelum membeli obat-obatan non-resep. Pastikan obat tidak mengandung bahan-bahan yang dapat memperparah tekanan darah tinggi Anda, seperti obat-obatan golongan NSAID atau dekongestan.
  • Konsultasikan pada dokter Anda sebelum menggunakan obat-obatan non-resep, herbal, vitamin, atau suplemen makanan apapun. Tanyakan alternatif dari obat yang berpotensi membahayakan atau memperburuk kondisi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca