Hipotensi adalah istilah medis untuk tekanan darah rendah. Gangguan hipotensi supine merujuk pada tekanan darah rendah saat hamil, yang mungkin terjadi ketika berat rahim tertekan oleh vena cava (vena terbesar dari batang tubuh) sampai ke titik yang membatasi aliran darah kembali ke jantung. Ketika tekanan darah turun cukup rendah, seorang wanita akan segera merasa sangat pusing.

Untuk mencegah gangguan hipotensi supine, American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) menyarankan wanita agar punggungnya tidak banyak bergerak setelah trimester pertama, atau lebih banyak tidur telentang.

Ada teori yang menyatakan bahwa  kompresi berkepanjangan atau berulang pada vena juga bisa mengurangi aliran darah ke plasenta, yang dapat berakibat negative pada perkembangan janin.

Bolehkah wanita hamil penderita kondisi ini berolahraga?

Para peneliti telah mendokumentasikan bahwa gangguan hipotensi supine benar terjadi dalam kurang dari 10% dari semua kehamilan. Oleh karena itu, 90% dari wanita bisa dengan aman berolahraga dengan punggung mereka sepanjang kehamilan.

Wanita yang mengalami gejala ini selalu merasakan kebutuhan mendesak untuk berguling atau duduk, yang dengan cepat dapat mengurangi gejala.

Belum ada dokumentasi yang mendukung dugaan bahwa berolahraga dengan punggung dapat berakibat negatif pada perkembangan janin.

Namun juga belum ada bukti bahwa beristirahat atau tidur telentang membatasi aliran darah.

Gerakan anggota badan berirama, terutama pada kaki, akan bertindak seperti pompa, yang meningkatkan laju aliran darah kembali ke jantung saat berolahraga. Selain itu, gravitasi meningkatkan laju aliran darah selama olahraga.

Sayangnya, kesalahpahaman tentang gangguan hipotensi supine telah menyebabkan beberapa wanita merasa takut bahwa mereka mungkin membahayakan bayi mereka jika mereka tidur telentang. Namun baik ibu dan bayi bisa tenang. Tidur telentang tidak pernah terbukti membatasi aliran darah ke plasenta dan bayi.

Waspada saat berolahraga

Namun, karena ada kontroversi tentang gangguan hipotensi supine, selama kehamilan Anda harus berhati-hati jika memilih untuk berolahraga sambil berbaring di punggung Anda.

Berolahragalah dengan punggung Anda untuk jangka waktu yang singkat saja.

Jika Anda mengalami pusing, jangan berolahraga dengan punggung Anda.

Hindari berdiri terlalu lama

Tekanan darah rendah selama periode berdiri terlalu lama menimbulkan risiko lebih besar untuk wanita hamil. Hormon kehamilan menenangkan pembuluh darah, dan karena kontraksi otot bertanggung jawab untuk memompa darah kembali ke jantung, lamanya waktu berdiri meningkatkan kemungkinan pengumpulan darah di kaki. Berdiri terlalu lama, terutama pada trimester ketiga, secara drastis dapat mengurangi aliran darah kembali ke jantung, menyebabkan pusing, pingsan, dan cedera karena jatuh.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca