Makan Makanan Berserat Bikin Bayi Sembelit, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kita selama ini tahu bahwa makanan berserat baik untuk melancarkan BAB. Namun, ada mitos di masyarakat yang mengatakan bahwa bayi justru tidak boleh makan makanan berserat dulu karena justru bikin bayi sembelit.

Makanan berserat bikin bayi sembelit, apa benar?

Tidak. Sama seperti anak kecil dan orang dewasa, bayi juga butuh asupan makanan berserat untuk melancarkan pencernaannya. Namun tentunya jumlah kebutuhan serat bayi akan berbeda jauh dengan orang dewasa.

Menurut pedoman Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan, kebutuhan serat bayi usia 7-11 bulan adalah 10 gram per hari. Meski begitu, kebutuhan setiap bayi mungkin dibedakan lagi sesuai tingkat aktivitas fisiknya, pola makan sehari-hari, juga kebiasaan BAB-nya selama ini. Ada bayi yang mungkin butuh lebih banyak serat, dan ada juga yang perlu sedikit dikurangi.

Orangtua dapat memperkirakan apakah asupan serat anak sudah cukup atau belum dengan melihat kondisi fesesnya. Warna normal feses bayi yang sudah MPASI umumnya kecokelatan, mungkin sedikit kehijauan, dan tidak bertekstur keras. Ini tandanya kebutuhan serat bayi sudah pas tercukupi.

Apabila feses bayi keras, jarang BAB dan sulit dikeluarkan (anak mengerang kesakitan saat BAB), artinya ia mengalami sembelit dan kurang makan serat.

Kebanyakan makan serat bisa bikin bayi sembelit

Meski serat bermanfaat untuk pencernaan bayi, Anda juga harus tetap memerhatikan porsinya. Kebanyakan makan makanan berserat tanpa didampingi dengan asupan air putih yang cukup dapat menyebabkan pencernaan bayi malah terganggu. Sebab, sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya berfungsi normal untuk bisa mengolah serat dalam jumlah banyak.

Sama dengan kekurangan, kebanyakan makan serat tanpa air putih yang cukup juga bisa bikin bayi sembelit. Jika perut bayi kembung dan sulit BAB, bisa jadi tandanya ia sudah kebanyakan makan serat.

Makanan berserat apa saja yang baik dikonsumsi bayi?

1. Buah-buahan

Makanan berserat pertama yang bisa diberikan pada bayi adalah buah-buahan. Pertama-tama coba dulu berikan bayi Anda buah apel atau pisanh yang dihaluskan sekitar 3-4 hari. 

Ini bertujuan untuk melihat apakah pencernaan bayi bisa mencerna serat dari buah.Jika ada tanda-tanda bayi sakit perut, kembung, atau bahkan alergi, segera hentikan.

2. Sayuran

Sayuran seperti bayam, brokoli, kacang polong dan kacang-kacangan, sangat kaya akan serat. Namun, beberapa dari sayuran ini dapat menyebabkan perut kembung dan tidak nyaman bagi bayi.

Untuk menyiasatinya, coba campuekan beberapa jenis sayur dan haluskan bersamaan dengan buah seperti apel atau pir untuk menambah rasa pada makanan bayi.

3. Bubur gandum (oatmeal)

Bubur gandum juga tinggi kandungan serat yang baik buat pencernaan bayi. Anda bisa mengakali rasa tawarnya dengan menambahkan puree buah manis sebagai topping campurannya. Bila si kecil sudah mulai tumbuh gigi, coba berikan biskuit gandum yang lunak dan mudah hancur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ketika anak suka olahraga atau termasuk aktif beraktivitas, penting untuk menyesuaikan asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
oleharaga untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 30 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit