Punya Penyakit Asam Lambung, Boleh Makan Cokelat Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Cokelat merupakan salah satu makanan yang hampir digemari semua orang. Rasanya yang manis dan khas, membuat banyak orang menyukai makanan satu ini. Namun, bagi Anda yang mungkin punya masalah lambung, tidak dianjurkan untuk makan cokelat keseringan. Kenapa demikian? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Efek samping makan cokelat terhadap lambung

Sekilas, cokelat memang menggoda. Namun, beberapa alasan ini menjadikan cokelat bukan makanan yang tepat bagi mereka yang memang memiliki masalah dalam sistem pencernaannya.

1. Cokelat menyebabkan otot sfingter esofagus melemas

Sebenarnya, cokelat sudah lama dijadikan salah satu makanan yang harus dihindari untuk orang yang memiliki masalah pencernaan, seperti refluks asam lambung (GERD). Pasalnya, makan cokelat bisa memicu gejala ketidaknyamanan dari penyakit tersebut.

Dalam keadaan normal, cairan asam lambung dicegah agar tidak mengalami kebocoran sampai ke kerongkongan dari perut oleh sekelompok otot yang dikenal sebagai sfingter esofagus bagian bawah. Otot sfingter ini berfungsi seperti katup anti-refluks yang menutup rapat agar isi perut tetap menempel pada tempatnya.

Bila otot sfingter melemah, atau tidak berfungsi dengan baik, cairan asam lambung akan terdorong ke kerongkongan yang menyebabkan sensasi heart burn atau perih di kerongkongan, dada, dan lambung. Nah, coklat termasuk di antara makanan yang diyakini dapat memicu kenaikan asam lambung dengan menyebabkan otot sfingter melemas dan asam lambung pun naik.

Dikutip dari laman Healthline, selain makan cokelat, ada beberapa hal lain yang juga bisa menyebabkan otot sfingter mengendur sehingga menimbulkan sensasi heart burn, yaitu:

  • Buah citrus (jeruk mandarin, lemon, jeruk nipis, jeruk bali, dan sebagainya)
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Tomat
  • Kopi
  • Alkohol
  • Merokok

2. Lemak yang terkandung dalam cokelat juga bisa menyebabkan refluks

Cokelat pada dasarnya mengandung lemak dalam jumlah yang berbeda-beda, tergantung pada jenisnya. Termasuk makanan yang mengandung beberapa persen cokelat di dalamnya juga bisa mengandung lemak.

Kandungan lemak ini bisa memperlambat pengosongan perut, yang bisa menyebabkan isi lambung kembali ke kerongkongan. Di samping itu, mencerna makanan yang mengandung lemak tinggi juga bisa menyebabkan perut menghasilkan lebih banyak asam yang pada akhirnya bisa menyebabkan asam lambung naik.

Milk chocolate mengandung lebih banyak lemak daripada jenis dark chocolate atau cokelat hitam. Sayangnya, dark chocolate memiliki kandungan kafein yang jauh lebih tinggi daripada milk chocolate. Dark chocolate mungkin tidak seburuk milk chocolate yang tinggi akan lemak, tapi dua hal lainnya tetap bisa memicu asam lambung karena kafein adalah  zatstimulan usus yang bisa memperburuk masalah pencernaan bagi mereka yang memang memiliki pencernaan sensitif.

Hindari segala hal yang bisa memicu kenaikan asam lambung

Refluks asam lambung sering kali dapat dengan mudah diatasi dengan kombinasi perubahan gaya hidup dan terapi obat. Namun, apabila kondisi ini tidak diobati dan dibiarkan terus menerus akan menyebabkan komplikasi serius. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda mengalami gejala parah seperti nyeri dada, sakit tenggorokan kronis, atau kesulitan menelan setelah mengonsumsi cokelat.

Banyak dokter sudah menyarankan pasiennya untuk menghindari segala hal yang bisa memicu kenaikan asam lambung. Jadi, pada dasarnya kenaikan asam lambung ini tidak akan semakin parah apabila Anda bisa mengontrol segala hal yang bisa memicu gejala tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit