Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang April 12, 2020
Bagikan sekarang

Diare adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dirasakan. Diare ditandai dengan buang air besar secara terus menerus, tinja cair, dibarengi dengan rasa mulas pada bagian perut. Selain virus, diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri tertentu. Adapun bakteri penyebab diare ini ada beragam jenisnya. Apa saja bakteri yang menyebabkan diare dan bagaimana bakteri itu bisa sampai ke dalam tubuh? Berikut ulasannya.

Beragam bakteri penyebab diare

Umumnya, diare tidak berlangsung lama. Namun, diare yang berlangsung lama, bahkan hingga berminggu-minggu, bisa menjadi tanda adanya kondisi medis lain pada diri seseorang. Bila tidak ditangani dengan baik, diare yang akut ini bisa berpotensi mengancam jiwa.

Sebenarnya diare bisa disebabkan berbagai hal  seperti penggunaan obat-obatan tertentu, intoleransi terhadap laktosa atau fruktosa, mengonsumsi pemanis buatan, pascaoperasi, atau karena kondisi medis tertentu. Namun, penyebab yang paling sering terjadi selain virus yaitu bakteri.

Apa itu bakteri? Bakteri merupakan organisme kecil yang hidup di sekitar kita. Bakteri bisa hidup di air, tanah, benda, atau bahkan di makanan. Beberapa bakteri pun hidup di dalam tubuh manusia dan tidak menyebabkan masalah.

Namun, ada pula beberapa bakteri yang bisa membuat seseorang sakit ketika masuk ke dalam tubuh, termasuk diare. Umumnya, bakteri penyebab flu perut (gastroenteritis) atau lebih awam dikenal dengan muntaber, bisa menjadi penyebab diare. Berikut beberapa jenis bakteri tersebut:

  • Escherichia coli atau E. coli

Terdapat ratusan jenis bakteri Escherichia coli atau E. coli. Sebagian besar hidup di dalam usus manusia dan hewan serta tidak berbahaya. Namun, ada beberapa jenis E. coli yang bisa membuat infeksi parah pada manusia.

Jenis E. coli yang berbahaya bisa muncul di beberapa makanan, seperti daging sapi giling. Bakteri E. coli yang selama ini hidup di sapi bisa tercampur ke daging giling. Alhasil, daging sapi yang kurang matang saat dimasak bisa mengontaminasi manusia.

Selain itu, bakteri E. coli pun bisa masuk ke tubuh manusia lewat air minum yang terkontaminasi limbah atau dari satu orang ke orang lain bila tidak mencuci tangan dengan baik. Bila bakteri ini sudah mengontaminasi manusia bisa menyebabkan diare.

  • Salmonella

Selain E. coli, bakteri penyebab diare yaitu salmonella. Salmonella adalah bakteri yang menginfeksi usus. Seseorang yang terkena diare akibat bakteri salmonella bisa membaik dalam beberapa hari, tetapi pada beberapa kasus, infeksi bakteri ini bisa sangat parah hingga harus dirawat di rumah sakit.

Tidak hanya diare, infeksi salmonella dapat menyebar dari usus ke alirah darah dan ke organ tubuh lainnya. Hal ini dapat menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani.

Salmonella bisa mengontaminasi manusia melalui makanan yang sudah terkontaminasi kotoran hewan, seperti daging sapi, unggas, susu, atau telur. Selain itu, buah dan sayuran yang tidak dicuci dengan baik pun bisa terkontaminasi salmonella.

Hal yang perlu diwaspadai adalah memelihara beberapa jenis hewan, seperti reptil dan kura-kura, pun bisa menyebabkan terinfeksi salmonella hingga menjadi diare. Oleh karena itu, kebersihan sangatlah utama saat akan makan dan memegang hewan.

  • Shigella

Infeksi bakteri shigella disebut juga dengan shigellosis. Saat mengontaminasi manusia, bakteri shigella melepaskan racun yang dapat mengiritasi usus sehingga dapat menyebabkan diare.

Bakteri shigella dapat ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi kotoran. Infeksi bakteri shigella ini pun umumnya menyebabkan diare pada anak atau balita karena pada usia tersebut, anak sering memasukkan tangannya ke dalam mulut. Tangan yang tidak dicuci seusai mengganti popok bayi dan balita pun bisa menjadi salah satu penyebabnya.

  • Campylobacter

Infeksi kelompok bakteri campylobacter disebut juga dengan penyakit campylobacteriosis enterik. Bakteri ini menginfeksi usus kecil manusia dan bisa menyebabkan diare.

Bakteri campylobacter biasa ditemui di burung dan ayam. Saat disembelih, bakteri bisa beralih dari usus burung atau ayam ke otot-ototnya. Otot-otot inilah yang kemudian dimakan oleh manusia. Dengan demikian, bila daging burung atau ayam tidak dimasak dengan matang bisa berisiko menularkan ke manusia.

  • Vibrio cholerae

Infeksi bakteri vibrio cholerae disebut juga dengan penyakit kolera. Kolera adalah penyakit menular yang menyebabkan diare parah, bahkan bisa menimbulkan dehidrasi pada penderitanya. Bila tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berujung pada kematian.

Bakteri vibrio cholerae dapat menginfeksi manusia melalui makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Makanan atau minuman tersebut terinfeksi melalui kotoran manusia yang mengidap kolera.

Sumber-sumber yang menjadi penularan bakteri ini biasanya, yaitu pasokan air atau es yang terinfeksi, makanan dan minuman yang dijual tanpa memerhatikan faktor kebersihan, sayuran yang ditanam dengan air yang mengandung kotoran manusia, ikan dan makanan laut mentah atau setengah matang yang ditangkap di perairan tercemar limbah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Diare, Health Centers April 9, 2020

Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Diare yang menyerang bayi dan anak membuat orangtua khawatir, terutama untuk kebutuhan susu. Memangnya, sepeti apa susu terbaik untuk mereka?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Diare, Health Centers April 9, 2020

Apa Obat Diare (Mencret) yang Aman untuk Bayi?

Diare pada bayi dapat berakibat fatal jika tidak cepat diobati. Lantas jika bayi di rumah sedang diare, apa obat mencret yang aman untuknya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Diare, Health Centers April 4, 2020

7 Prinsip Pencegahan Diare yang Harus Diterapkan Setiap Hari

Pencegahan memang selalu lebih baik ketimbang mengobati diare yang telanjur berlarut. Simak berbagai cara yang ampuh mencegah diare di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Diare, Health Centers April 1, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Mei 23, 2020
Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Mei 21, 2020
Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang April 10, 2020
Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang April 9, 2020