Kenapa 1 dari 4 Wanita Terkena Osteoporosis?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Osteoporosis lebih sering mengintai wanita dibandingkan pria, lalu apa penyebab kondisi ini? International Osteoporosis Federation mengatakan 1 dari 4 wanita Indonesia mengalami osteoporosis. Padahal masih ada banyak aktivitas yang dilakukan oleh kaum hawa hingga melampaui usia 50 tahun.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut apa penyebab osteoporosis pada wanita dan cara pencegahannya, simak ulasan di bawah ini.

Penyebab wanita Indonesia rentan terkena osteoporosis

Data yang dikeluarkan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) menyebutkan, 28,8% pria dan 32,3% wanita Indonesia mengalami osteoporosis. Mereka juga memperkirakan 90% wanita Indonesia mengalami osteopenia. Osteopenia merupakan rendahnya kepadatan mineral tulang.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Salah satu faktor risiko penyebab osteoporosis pada wanita adalah penurunan hormon estrogen. Hal ini secara alami terjadi pada semua wanita yang menginjak masa menopause.

Pada wanita, hormon estrogen merupakan hormon yang mengatur siklus reproduksi. Pada saat yang bersamaan, hormon ini juga amat berperan dalam menjaga kekuatan dan kesehatan tulang pada wanita dan pria.

Bertambahnya usia, wanita akan memasuki masa menopause. Di mana kondisi ini menunjukkan penurunan produksi hormon estrogen yang secara drastis. Kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko yang bisa menjadi penyebab wanita mengalami osteoporosis.

Dalam beberapa hal tertentu, wanita bisa mengalami risiko tinggi osteoporosis terkait dengan penurunan estrogen. Kondisi tersebut meliputi:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Menstruasi yang lebih lambat dibandingkan umur normalnya
  • Menopause lebih awal

Tiga hal di atas juga menjadi penyebab wanita mengalami osteopenia saat masa menopause, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis. 

Mengapa wanita lebih rentan osteoporosis daripada pria?

Intensitas vs. Durasi, Mana yang Lebih Penting saat Berolahraga?

Ada beberapa faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab osteoporosis tersebut sering ditemukan pada wanita dibandingkan laki-laki.

Menurut laman National Osteoporosis Foundation, wanita memiliki tulang yang lebih kecil dan tipis daripada pria. Selain itu, wanita lebih banyak memproduksi hormon estrogen. Pada waktunya ia mengalami siklus menopause, terjadilah penurunan hormon estrogen dan menyebabkan kepadatan tulang berkurang.

Kedua kondisi tersebut bisa memberi peningkatan risiko osteoporosis pada wanita, dibandingkan pria. Namun, bukan berarti pria tidak memiliki faktor risiko osteoporosis.

Ada beragam faktor risiko yang bisa menjadi penyebab osteoporosis pada wanita dan pria, misalnya merokok, konsumsi alkohol, atau konsumsi obat-obatan yang menyebabkan kepadatan tulang berkurang. Kekurangan kalsium juga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya osteoporosis.

Sebuah penelitian mengungkapkan 95% wanita mengalami pertambahan massa tulang pada usia 20 tahun dan terus berlanjut hingga usia 30. Kepadatan tulang ini dipengaruhi oleh asupan kalsium dan vitamin D.

Namun, studi lain menunjukkan bahwa 40,6% wanita Indonesia di usia 20-29 tahun memiliki pertambahan massa tulang yang rendah. Sehingga pada 20 tahun setelahnya, mereka dihadapkan pada risiko osteoporosis yang berdampak fraktur tulang pada masa menopause.

Itulah beberapa faktor yang bisa jadi penyebab osteoporosis pada wanita. Tapi bagaimana cara mencegahnya?

Masih ada waktu untuk mencegah osteoporosis

suplemen vitamin D

Sebelumnya dikatakan, faktor risiko osteoporosis pada wanita adalah asupan kalsium yang rendah. Pada 2010, data menunjukkan konsumsi kalsium pada orang dewasa di Indonesia cenderung rendah, hanya 254 mg per hari dari kebutuhan 1000 mg per hari.

Masih belum terlambat. Meskipun faktor risiko penyebab osteoporosis pada wanita tak terhindarkan seiring usia bertambah, Anda masih bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Caranya adalah dengan mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D yang dapat bekerja sinergis menjaga tulang sehat. Konsumsi vitamin D juga membantu penyerapan kalsium pada usus halus. Sehingga keduanya dapat secara efektif mengurangi risiko fraktur dan mencegah penurunan kepadatan tulang. Maka dari itu, suplementasi dapat melengkapi kekurangan konsumsi kalsium dan vitamin D sehari-hari.

Faktor risiko penyebab osteoporosis pada wanita masih dapat dikelola. Selalu ada waktu untuk tetap aktif berkegiatan hingga mencapai usia emas. Oleh karenanya, konsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup harus dimulai dari sekarang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Olahraga untuk Pengidap Osteoporosis yang Dianjurkan Ahli

Memiliki osteoporosis tak berarti hanya berdiam diri sepanjang hari. Justru olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 14/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

Osteoporosis tak hanya bisa dicegah dengan tetap aktif berolahraga, tetapi juga dengan makanan. Berikut ragam makanan pencegah osteoporosis untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 09/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab keropos tulang 1

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan makanan osteoporosis

5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
mitos osteoporosis

Fakta di Balik 4 Mitos Osteoporosis yang Banyak Dipercayai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit
osteoporosis pada lansia

Penyebab Utama Osteoporosis Pada Lansia, dan Cara Mengendalikannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . Waktu baca 6 menit