Aturan Minum Obat Osteoporosis Bisfosfonat yang Benar dan Aman

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kelas obat bernama bisfosfonat adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan mencegah osteoporosis pada wanita yang telah mengalami menopause dan untuk mengobati osteoporosis pada pria. Osteoporosis sendiri yaitu suatu kondisi yang mana tulang menjadi tipis dan lemah dan mudah patah. Obat osteoporosis bisfosfonat ini bekerja dengan mencegah kerusakan tulang dan meningkatkan kepadatan atau ketebalan tulang.

Ada tiga bentuk sediaan obat osteoporosis ini, yaitu dalam bentuk tablet yang ditelan lewat mulut, dalam bentuk cairan yang diberikan lewat infus, dan dalam bentuk cairan yang diberikan lewat suntikan. Pemberian kedua dan ketiga harus dilakukan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit, sedangkan pemberian bentuk tablet bisa dilakukan oleh pasien sendiri. Namun, obat ini tidaklah sama dengan tablet lainnya, yang akan memberikan masalah besar jika penggunaannya tidak tepat.

Anggota kelas bisfosfonat

Obat-obat yang termasuk dalam kelas bisfosfonat antara lain:

  • Alendronate (Alovell, Osteofar)
  • Risedronate (Actonel, Ristonat, Osteonate, Retonel)
  • Zoledronic acid (Zometa, Zoffec, Zolenic)
  • Ibandronate (belum tersedia di Indonesia)

Bisfosfonat dan efek sampingnya pada saluran pencernaan

Efek samping kelas bisfosfonat yang sangat mengganggu yaitu menimbulkan masalah pada saluran pencernaan. Efek samping saluran pencernaan atas seperti refluks asam lambung (GERD atau juga dikenal sebagai maag), esofagitis, dan tukak lambung.

Efek samping ini dikaitkan dengan efek lokal bisfosfonat yang diminum pada esofagus (kerongkongan) dan/ atau mukosa lambung. Namun, kejadian efek samping ini akan menurun rendah jika pasien mengikuti cara pemberian yang benar, dan risiko meningkat pada pasien yang tidak dapat mematuhi aturan minum obat dari dokter atau apoteker.

Aturan minum obat osteoporosis bisfosfonat yang benar

Bifosfonat diserap dengan buruk pada pemberian oral (kurang dari 1 persen dari dosis) dan harus diminum dalam keadaan perut kosong untuk penyerapan yang optimal. Petunjuk berikut ini direkomendasikan untuk memaksimalkan penyerapan dan meminimalkan risiko efek samping esofagus.

1. Ingat prinsip 3M

Minum segera sesaat setelah bangun pagi, minum dalam perut kosong, dan minum dengan segelas air minimal 240 ml. Setelah minum obat, pasien tidak boleh mengonsumsi makanan, minuman, obat-obatan, atau suplemen setidaknya selama 1,5 jam (alendronate, risedronate) atau satu jam (ibandronate).

Alasan untuk minum 240 ml air adalah untuk meminimalkan risiko obat tersangkut di kerongkongan. Alasan untuk meminum obat saat perut kosong dan menunggu 1,5 jam baru boleh makan atau minum adalah supaya bioavailabilitas (ketersediaan obat dalam darah) menjadi tinggi sehingga bisa memberikan hasil yang optimal. Bioavaibilitas ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor yang bisa menurunkan, termasuk:

  • Cairan selain air putih bisa menghambat kerja obat. Oleh karena itu, obat wajib diminum dengan air putih, tidak boleh dengan air mineral, kopi, teh, susu, minuman soda, atau jus.
  • Isi lambung yang masih tertahan, misal dari makan sebelumnya. Oleh karena itu obat wajib diminum pagi hari sebelum makan atau minum apa pun.
  • Makanan atau minuman yang terlalu cepat masuk sesudah minum obat. Oleh karena itu, setelah minum obat ditunggu 1-1,5 jam baru diperbolehkan makan.

Jadi, jangan pernah minum obat osteoporosis bisfosfonat sebelum tidur atau sebelum Anda bangun dari tempat tidur di pagi hari.

2. Tetap berdiri atau duduk minimal 30 menit

Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu posisi Anda ketika minum obat. Jika Anda minum obat sambil berdiri, maka tetaplah berdiri seperti posisi awal (jangan duduk, tiduran, atau tengkurap) sampai minimal 30 menit.

Sama halnya jika Anda minum sambil duduk, maka tetaplah duduk dalam posisi yang sama selama minimal 30 menit setelah pemberian untuk mencegah refluks asam lambung. Jangan berjalan-jalan, lari, atau tiduran.

Kepatuhan dan cara benar menggunakan obat berpengaruh pada pengurangan fraktur atau patah tulang secara optimal. Hal ini diilustrasikan dalam uji coba acak terhadap penghuni panti jompo yang ditugaskan untuk mimum risedronate di antara waktu makan, dibandingkan dengan kelompok yang meminum obat dalam perut kosong sebelum sarapan atau minum.

Setelah pengamatan selama 12 minggu, kelompok yang minum obat setelah makan ternyata tidak menunjukkan kemajuan dari penyakit osteoporosis. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya cara menggunakan obat osteoporosis bisfosfonat secara benar.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 15, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca