Bagaimana Merokok Dapat Membahayakan Kesehatan Tulang Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan”. Begitu kata slogan peringatan bahaya merokok yang terdapat di bungkus rokok. Tapi tak banyak yang tahu kalau ternyata bahaya rokok juga ikut menghantui kesehatan tulang. Seorang perokok aktif akan lebih mudah mengalami osteoporosis di masa tua nanti.

Kenapa osteoporosis bisa menjadi salah satu bahaya rokok?

Osteoporosis didefinisikan sebagai kondisi hilangnya kepadatan tulang sehingga menyebabkan tulang jadi mudah patah. Kerusakan tulang akibat osteoporosis ditandai dengan adanya rasa nyeri pada tulang, dan dapat berakibat pada kecacatan fisik permanen bahkan kematian. Hubungan merokok dengan terjadinya osteoporosis sudah dikenal sejak beberapa dekade yang lalu dimana perilaku merokok secara langsung mengurangi kepadatan tulang.

Seperti sel tubuh lainnya, sel tulang memerlukan aliran darah yang terbebas dari racun agar tetap dapat tumbuh dan beregenerasi secara optimal. Racun yang masuk ke dalam tubuh ketika Anda merokok akan secara perlahan merusak berbagai sel tubuh, tak terkecuali sel tulang. Sel tulang yang rusak menyebabkan kepadatan tulang rapuh dan mudah keropos.

Merokok juga menyebabkan kerusakan tulang secara tidak langsung. Dalam beberapa kasus, merokok menurunkan kemampuan seseorang untuk beraktivitas fisik sehingga memicu gaya hidup yang tidak sehat lainnya, seperti mengonsumsi alkohol. Bahaya rokok juga melemahkan daya tahan tubuh perokok pada umumnya sehingga mereka memiliki pola konsumsi dan penyerapan nutrisi yang kurang sehat. Khususnya pada perempuan, merokok meningkatkan risiko menopause dini, yang merupakan faktor penting dalam terjadinya osteoporosis.

Apa saja bahaya rokok bagi kesehatan tulang?

Kandungan rokok, nikotin dan berbagai zat racun lainnya, memicu perubahan dan kerusakan tulang dalam beberapa cara, di antaranya:

  • Merokok memengaruhi kemampuan untuk mengalirkan darah yang mengandung nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk jaringan tulang.
  • Merokok meningkatkan hormon kortisol dalam darah, sehingga mempercepat proses pelepasan sel tulang (osteoklast)
  • Efek racun dari rokok memperlambat pembentukan sel tulang yang baru (osteoblast) dengan menghambat kerja hormon calcitonin sehingga sel tulang yang sehat menjadi lebih sedikit.
  • Nikotin dalam darah juga cenderung bersifat racun terhadap osteoblast.
  • Efek merokok juga menghambat proses penyerapan nutrisi dalam usus, khususnya vitamin D dan kalsium yang dibutuhkan oleh jaringan tulang.
  • Racun dari rokok juga menurunkan kadar estrogen baik pada laki-laki maupun perempuan, hormon reproduksi tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang.

Dampak merokok terhadap tulang merupakan kerusakan jangka panjang

Kerusakan tulang akibat rokok merupakan proses jangka panjang, sehingga semakin muda usia seseorang pertama kali merokok maka semakin besar mengalami osteoporosis di masa tua. Saat usia anak-anak hingga usia 30 tahun merupakan masa dimana tubuh menyimpan nutrisi untuk membangun kepadatan tulang. Ketika individu merokok pada masa tersebut maka kemampuan tubuh untuk menyimpan nutrisi akan berkurang sehingga mereka yang merokok akan memiliki masa tulang yang lebih rendah saat dewasa. Kepadatan kandungan mineral pada tulang individu perokok dilaporkan lebih rendah 15-30% dibandingkan orang-orang yang tidak merokok.

Setelah usia 30 tahun maka massa tulang akan menurun dengan sendirinya secara perlahan, dan proses regenerasinya pun ikut melambat. Pada masa ini, kepadatan tulang yang hilang tidak akan bisa kembali. Dengan ditambah kebiasaan merokok, maka proses penurunan kepadatan tulang bisa terjadi bahkan lebih cepat lagi sehinga berkembang menjadi osteopenia, yang merupakan gejala awal osteoporosis.

Efek jangka panjang dari bahaya rokok terhadap kesehatan tulang juga tidak terbatas pada individu yang menghisap rokok saja namun juga orang lain yang menghirup atau terpapar asap rokok. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar racun terdapat pada asap rokok yang dapat terhirup dan diserap sehingga menimbulkan efek kerusakan yang sama pada tubuh dan tulang orang-orang di sekitar perokok.

Bisakah bahaya rokok terhadap kesehatan tulang ini dicegah?

Berhenti merokok merupakan cara pertama dan terpenting untuk meminimalisir efek racun dari rokok terhadap tulang. Lakukan upaya berhenti merokok dengan matang dan mengganti kebiasaan merokok pada waktu-waktu tertentu dengan kebiasaan lain hal tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko relaps dari perilaku merokok. Pada usia berapapun, berhenti merokok dapat mencegah proses kerusakan tulang yang akan mengeliminasi salah satu faktor risiko Anda dari osteoporosis.

Selain berhenti merokok, perubahan gaya hidup untuk menjaga kesehatan tulang juga perlu dilakukan dengan cara:

  • Berhenti konsumsi alkohol untuk mengurangi efek malabsorbsi kalsium dan vitamin
  • Mengonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D seperti sayuran hijau, produk olahan susu dan makanan fortifikasi
  • Memulai olahraga rutin yang bisa menjaga kekuatan tulang, seperti angkat beban
  • Menggunakan obat resep untuk mengelola osteoporosis jika diperlukan. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 9, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca