Kenali Gejala Miom Pada Rahim yang Harus Anda Waspadai

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Meskipun miom adalah tumor jinak yang tidak bersifat kanker atau ganas, tetap saja Anda perlu mewaspadainya. Artikel ini akan membantu Anda mengenali apa saja gejala miom yang mungkin terjadi.

Apa itu miom?

Miom adalah pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Miom dikenal juga dengan nama mioma, fibroid rahim, atau leiomioma. Miom berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

Apa saja gejala miom yang mungkin terdeteksi?

Sebagian wanita pernah mengalami miom dalam hidup mereka. Namun terkadang kondisi ini tidak diketahui oleh banyak wanita, karena tidak muncul gejala yang jelas. Jika ada, gejala miom yang mungkin muncul adalah:

  • Masa menstruasi lebih panjang dari biasanya.
  • Darah menstruasi dalam jumlah banyak.
  • Rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah.
  • Rasa tidak nyaman, bahkan sakit, saat berhubungan seksual.
  • Sering buang air kecil.
  • Mengalami sembelit alias susah buang air besar.
  • Keguguran, mengalami kemandulan, atau bermasalah pada masa kehamilan (sangat jarang terjadi).

Apa penyebab munculnya miom?

Hingga kini, penyebab miom masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium).

Biasanya miom muncul pada usia sekitar 16-50 tahun, saat kadar estrogen dalam diri wanita sedang tinggi-tingginya. Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen. Satu dari tiga wanita memiliki miom pada usia yang sama, yaitu di antara usia 30-50 tahun.

Miom lebih sering muncul pada wanita dengan berat badan berlebih atau yang mengalami obesitas. Dengan meningkatnya berat tubuh, hormon estrogen di dalam tubuh juga akan meningkat.

Selain itu, faktor keturunan juga berperan dalam kasus miom. Wanita yang ibu atau saudara perempuannya pernah mengalami miom, akan cenderung mengalami miom juga. Mengetahui gejala miom adalah langkah awal untuk mencegah komplikasi penyakit ini.

Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko munculnya miom adalah menstruasi yang dimulai terlalu dini, banyak mengonsumsi daging merah dibandingkan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Risiko seorang wanita mengalami miom akan menurun setelah melahirkan anak. Risiko itu akan semakin kecil jika memiliki lebih banyak anak.

Bagaimana biasanya miom terdeteksi?

Miom terkadang didiagnosis secara tidak disengaja ketika Anda melakukan pemeriksaan ginekologi, melakukan tes, atau pencitraan tertentu. Hal ini terjadi karena miom sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali. 

Jika Anda mengalami beberapa gejala miom dan berlangsung cukup lama, segera cari tahu penyebabnya. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani pemindaian ultrasonografi (USG) untuk memastikan diagnosisnya atau mencari tahu penyebab kemunculan gejala yang Anda alami.

Bagaimana cara mengobati miom?

Miom yang tidak memunculkan gejala tertentu, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya setelah masa menopause, miom jenis ini akan menyusut atau bahkan menghilang sendiri tanpa menjalani pengobatan. 

Pengobatan hanya akan dilakukan pada miom yang menimbulkan gejala. Pengobatan ini berfungsi meringankan gejala yang muncul. Apabila pengobatan yang dilakukan tidak memiliki dampak yang efektif, pelaksanaan prosedur operasi perlu dilakukan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Cara Memakai dan Melepas Menstrual Cup

Tertarik menggunakan menstrual cup tapi masih takut? Jangan takut, memakai dan melepas menstrual cup dengan cara yang benar tidak seseram bayangan Anda kok.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

4 Tips Jitu Mencegah Selangkangan Menghitam Akibat Pakai Pembalut Wings

Selangkangan bisa hitam karena Anda terbiasa pakai pembalut bersayap alias wings. Baca dulu caranya mencegah selangkangan menghitam di sini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Benarkah Pil KB Meringankan Gejala PMS?

Pil KB digunakan untuk mencegah kehamilan, tapi disebut-sebut memiliki manfaat meringankan gejala pramenstruasi (PMS). Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Kok, Perut Kram Padahal Haid Sudah Selesai? Ternyata Ini Penyebabnya

Kram biasanya terjadi sebelum dan selama haid. Namun, jika Anda juga mengalami kram setelah haid, beberapa kondisi berikut mungkin menjadi penyebabnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

menggunakan menstrual cup

Berapa Lama Masa Pakai Menstrual Cup?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020

4 Tips Membantu Meringankan Nyeri Haid Pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/03/2020
haid setelah aborsi

Kapan Bisa Mulai Haid Lagi Setelah Aborsi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 07/09/2019
tips olahraga saat haid

Manfaat Olahraga Saat Haid Sekaligus Tips Menjalaninya dengan Nyaman

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2019