4 Masalah Umum yang Terjadi Pada Sistem Reproduksi Wanita

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/03/2020
Bagikan sekarang

Banyak perempuan, dewasa dan muda, sering mengeluhkan adanya masalah pada sistem reproduksi mereka. Di bawah ini adalah sejumlah masalah reproduksi wanita yang umum dikeluhkan:

Masalah yang berhubungan dengan vulva dan vagina

  • Vulvovaginitis adalah peradangan vulva dan vagina yang dapat diakibatkan oleh iritasi (seperti sabun cuci atau sabun mandi). Kebersihan diri yang tidak dikelola dengan baik (seperti membilas dari belakang ke depan, bukan sebaliknya, usai buang air) juga dapat menyebabkan peradangan. Gejala vulvovaginitis termasuk timbul kemerahan dan gatal pada area vagina dan vulva, terkadang keluar cairan dari vagina.
  • Perdarahan nonmenstrual, umumnya terjadi akibat penumpukan partikel asing dalam vagina, misalnya tisu toilet. Perdarahan juga bisa diakibatkan oleh peluruhan uterus, kondisi di mana mukus membran uretra mencuat keluar dari vagina dan membentuk jaringan lunak berbentuk seperti lingkaran cincin yang mudah berdarah. Perdarahan nonmenstrual juga bisa disebabkan oleh cedera saat bersepeda (vagina terantuk frame sepeda) atau trauma akibat pelecehan seksual.

Masalah yang berhubungan dengan indung telur dan tuba falopi

  • Kehamilan ektopik, terjadi saat telur yang dibuahi (zygot) berkembang di luar rahim dan biasanya melekat pada tuba falopi. Perempuan dengan kondisi ini  dapat mengalami nyeri perut parah dan perlu berkonsultasi segera dengan dokter karena umumnya dibutuhkan prosedur operasi.
  • Endometriosis, adalah jaringan halus pembentuk uterus yang ditemukan berkembang di luar uterus seperti di indung telur, tuba falopi, atau bagian lain rongga panggul. Endomteriosis dapat menyebabkan perdarahan abnormal, menstruasi yang menyakitkan, dan nyeri panggul.
  • Tumor indung telur, walaupun jarang, namun bisa saja terjadi. Perempuan yang memiliki tumor indung telur akan mengalami nyeri perut bagian atas dan tekanan yang dapat dirasakan dalam abdomen. Diperlukan prosedur pengangkatan tumor untuk mengatasi kondisi ini.
  • Kista indung telur adalah kelenjar abnormal yang terbentuk dalam indung telur berisikan cairan atau material semi-padat lain. Kista umum terjadi dan tergolong tidak mengkhawatirkan, kecuali kelenjar terus bertumbuh besar. Kista besar dapat menekan organ di sekelilingnya dan menyebabkan nyeri pada perut. Pada kebanyakan kasus, kista akan menghilang dengan sendirinya dan tidak diperlukan suatu perawatan khusus untuk menangani kista. Jika kista terasa menyakitkan, dokter akan meresepkan pil KB untuk menghentikan pertumbuhannya, atau melakukan prosedur pengangkatan kista.
  • Sindrom ovarium polisistik, adalah suatu gangguan hormon di mana terjadi peningkatan produksi androgen (hormon pria) oleh ovarium. Kondisi ini menyebabkan indung telur membesar dan menumbuhkan kista. Sindrom ovarium polisistik umum timbul pertama kalinya pada saat remaja. Tergantung dari tipe dan keparahan kondisi, kelainan ini dapat ditangani dengan obat-obatan pengontrol keseimbangan hormon dan menstruasi.

Masalah yang berhubungan dengan menstruasi

Masalah reproduksi wanita yang berhubungan tentang menstruasi kerap dikeluhkan oleh sejumlah perempuan muda. Beberapa kondisi yang umum dikeluhkan, termasuk:

  • Dysmenorrhea, adalah periode menstruasi yang menyakitkan.
  • Menorrhagia, adalah periode menstruasi di mana volume perdarahan yang terjadi sangat banyak dan berat.
  • Oligomenorrhea, adalah kondisi di mana seorang perempuan memiliki periode menstruasi yang tidak teratur atau melewati jadwal menstruasinya, walaupun ia sudah pernah menstruasi dengan teratur sebelumnya dan tidak sedang hamil.
  • Amenore, terjadi saat seorang perempuan belum memulai periode menstruasinya setelah beranjak 16 tahun atau 3 tahun setelah masa pubertas, belum menunjukkan tanda-tanda pubertas saat berusia 14 tahun, atau memiliki periode menstruasi yang normal tetapi berhenti menstruasi mendadak tanpa alasan yang diketahui (selain kehamilan).

Masalah yang berhubungan dengan sistem reproduksi

  • Penyakit seks menular (STD/STI), termasuk radang panggul (PID), HIV/AIDS, human papillomavirus (HPV), sifilis, raja singa (gonorrhea), dan herpes (HSV). Penyakit ini menular melalui aktivitas seksual, dari satu orang ke orang lainnya.
  • Sindrom syok racun alias toxic shock syndrome. Penyakit ini jarang namun dapat mematikan, disebabkan oleh racun yang dilepaskan ke dalam tubuh selama infeksi bakteria yang akan berkembang jika tampon dibiarkan terlalu lama di dalam vagina. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, diare, muntah, dan syok.

Jika Anda berpikir Anda memiliki tanda dan gejala tertentu dari suatu masalah sistem reproduksi atau jika Anda memiliki pertanyaan seputar tumbuh kembang Anda, bicarakan dengan dokter Anda. Sebagian besar kondisi kesehatan seputar sistem reproduksi mudah untuk ditangani.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

    Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

    Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Alami 3 Tanda Ini, Itu Artinya Anda Terlalu Sering Masturbasi

    Masturbasi membantu memuaskan keinginan seksual. Namun, bila terlalu sering dilakukan, masturbasi bisa menimbulkan tanda-tanda seperti berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Bolehkah Melakukan Oral Seks Setelah Cabut Gigi?

    Setelah cabut gigi, gusi Anda akan terasa nyeri. Bila dilihat dari sisi medis, bolehkah melakukan seks oral setelah cabut gigi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara membersihkan vibrato mainan seks sex toys

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
    efek samping pakai vibrator terlalu sering

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
    seks rutin mencegah lansia

    Hubungan Seks Secara Rutin Bisa Mencegah Pikun, Benarkah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020
    seks memperlambat menopause

    Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020