6 Makanan yang Harus Dihindari Saat Diare

Oleh

Saat diare menyerang, Anda akan merasakan mulas, diikuti dorongan kuat untuk buang air besar (BAB), kemudian mencret. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Diare bahkan bisa bertahan selama beberapa minggu, sehingga dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari Anda.

Penyebab diare ada bermacam-macam, tapi yang paling sering terjadi adalah kebiasaan buruk yang kita lakukan. Contohnya, makan makanan yang tidak bersih atau kebiasaan tidak pernah mencuci tangan.

Steven Kussin, M.D., ahli gastroenterologi di New York dan penulis Doctor, Your Patient Will See You Now, seperti dilansir Every Day Health, mengatakan bahwa cuci tangan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah hadirnya kuman dan bakteri yang bisa menyebabkan bakteri.

“The American Society of Microbiology menemukan bahwa 97% wanita dan 92% pria mengatakan mereka mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Pada kenyataannya, hanya 75% wanita dan 58% pria benar-benar melakukannya,” papar Steven.

Steven melanjutkanya, hanya dengan mencuci tangan secara teratur, banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan diare. Setidaknya, mencegah diare jadi lebih buruk. 

Namun saat Anda sudah telanjur terserang diare dan Anda tak mau penyakit ini bertambah parah atau berlarut-larut, ada beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari dulu.

1. Hindari produk susu

Produk susu dapat memicu diare Anda semakin buruk. Sandra Quezada, M.D., asisten profesor di University of Maryland, seperti dilansir WebMD, menyarankan bila Anda mengalami diare kronis, hentikan semua konsumsi produk susu agar diare Anda terkendali.

“Salah satu makanan dan minuman paling umum yang dapat menyebabkan diare kronis adalah yang mengandung laktosa, dan laktosa terkandung dalam setiap produk susu,” tegas Sandra.

2. Makanan berserat tinggi

Serat sangat baik bagi tubuh dan harus selalu ada dalam menu makanan Anda. Namun, Dr. Kussin menyarankan sebaiknya Anda membatasi makanan berserat tinggi seperti sayuran dan gandum utuh, karena akan sulit dicerna saat Anda sedang diare.

3. Gluten

Selain membatasi serat, Anda juga sebaiknya menghindari makanan yang mengandung gluten, protein yang terkandung dalam produk-produk olahan gandum seperti tepung terigu. Biasanya orang-orang yang harus menghindari gluten adalah penderita penyakit celiac. Dr. Sandra mengatakan, meskipun Anda tidak menderita penyakit celiac, Anda akan merasa lebih baik bila tetap menghindari gluten, terutama saat Anda sedang diare.

Hal ini juga sejalan dengan pendapat Dr. Kussin yang menyarankan agar para penderita diare memakan makanan sederhana seperti sup, roti panggang, daging tanpa lemak, dan minum banyak air.

4. Makanan berminyak dan berlemak

Douglas A. Drossman, M.D., profesor dari University of North Carolina, mengatakan makanan berminyak dan berlemak dapat menegangkan otot perut, sehingga menyebabkan diare makin parah.

“Makanan-makanan ini dapat memperlambat pengosongan lambung, yang membuat orang merasa kembung,” tegas Douglas.

5. Alkohol dan kafein

Baik alkohol maupun kafein, keduanya dapat menyebabkan Anda mencret. Jika Anda terbiasa minum kopi di pagi atau malam hari, sebaiknya berhenti untuk sementara waktu agar tidak memperburuk diare.

6. Obat yang menghentikan diare

“Ketika Anda menderita masalah diare, obatnya adalah diare itu sendiri. Penting untuk membiarkan tubuh menyingkirkan virus yang bermasalah melalui buang air besar, dan ini tidak bisa diganggu gugat,” jelas Dr. Kussin.

Kalau Anda ingin minum obat, carilah obat yang fungsinya membantu pengeluaran virus. Jangan gunakan obat anti-diare yang menghentikan frekuensi buang air besar.

Jadi, apa yang harus dilakukan?

Minum, minum, minum

Diare dapat membuat Anda kehilangan banyak cairan. Jadi, Anda harus tetap membuat diri Anda terhidrasi. Dr. Kussin mengatakan, jus buah, biskuit asin, dan makanan atau minuman ringan lain yang mengandung sodium, seperti sup dan kuah kaldu, juga akan mengganti volume cairan dan elektrolit yang hilang.

Cuci tangan secara teratur

Cara termudah agar Anda terhindar dari kuman dan bakteri penyebab diare adalah dengan cuci tangan dengan benar secara teratur. Dr. Kussin menegaskan bahwa cara ini sederhana, tapi banyak orang tidak melakukannya dengan benar ataupun tidak sama sekali.

“Ketika Anda mencuci tangan, gosok telapak tangan dan punggung telapak tangan Anda. Gosok juga sela-sela jari dan ujung-ujung kuku. Lakukan setidaknya 20 detik. Pastikan Anda mencuci tangan sebelum dan setelah mempersiapkan makanan, sebelum dan setelah makan, dan setiap kali Anda bermain dengan peliharaan atau setelah menggunakan toilet,” jelas Dr. Kussin.

Bila semakin memburuk, jangan abaikan gejalanya

Jika Anda diare parah sampai lebih dari 4 minggu, diare Anda berdarah, diare hanya terjadi di malam hari, atau diare Anda diikuti dengan sakit perut, mual dan muntah, demam, dan kehilangan berat badan, segera periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan di dokter adalah pilihan terbaik untuk memastikan apakah diare Anda merupakan tanda kondisi kesehatan yang lebih serius atau bukan.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca