Diabetes Labil, Komplikasi Diabetes yang Bisa Menyebabkan Koma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

“Brittle diabetes” sering dikenal dengan nama diabetes rapuh atau diabetes labil. Ini merupakan jenis diabetes yang cukup parah. Kondisi ini ditandai dengan naik turunnya tingkat gula darah. Apa saja hal yang perlu diketahui dari komplikasi diabetes ini?

Apa itu diabetes labil?

Diabetes labil terjadi ketika gula darah Anda naik turun. Berubah-ubahnya gula darah ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan bahkan bisa membuat Anda dirawat di rumah sakit.

Berkat kemajuan dalam pengobatan diabetes, kondisi diabetes labil ini sudah jarang terjadi. Namun, diabetes labil masih menjadi momok menakutkan bagi para penderita diabetes. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa level gula darah Anda selama ini tidak ditangani dengan baik. Cara terbaik mencegah diabetes labil adalah untuk mengikuti anjuran pengobatan dan gaya hidup yang diberikan dokter Anda.

Apa saja faktor-faktor pemicunya?

penyebab diabetes tipe 2

Diabetes rapuh atau labil ini biasanya hanya terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Namun tidak berarti semua penderita diabetes tipe 1 akan mengalami komplikasi ini, dan bukan berarti juga penderita diabetes tipe 2 tidak akan mengalami.  Beberapa dokter mengklasifikasikan diabetes labil sebagai salah satu komplikasi diabetes, namun dokter-dokter lainnya menganggap ini adalah turunan dari diabetes tipe 1.

Diabetes rapuh ini dapat menyebabkan gula darah Anda naik dan turun dalam waktu yang cepat. Jika diabetes tipe 1 ditandai dengan gula darah yang tinggi (hiperglikemia), tubuh Anda mungkin jadi lebih sensitif pada insulin dan menyebabkan glukosa turun. Hasilnya adalah gula darah rendah (hipoglikemia). Fluktuasi glukosa ini dapat terjadi dengan cepat dan tak bisa diprediksi sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.

Anda mungkin memiliki risiko tinggi untuk diabetes rapuh ini jika Anda:

  • perempuan
  • memiliki ketidakseimbangan hormon
  • kelebihan berat badan
  • memiliki hipotiroidisme (tiroid rendah)
  • berusia 20-an atau 30-an
  • mengalami stres tingkat tinggi sehari-hari
  • mengalami depresi

Gejala-gejala yang mungkin dirasakan

Kondisi hipoglikemia dan hiperglikemia adalah pertanda umum untuk diabetes labil karena adanya fluktuasi pada gula darah. Gula darah yang sangat rendah dapat menyebabkan:

  • pusing
  • lemah
  • mudah marah
  • lapar luar biasa
  • tangan gemetaran
  • penglihatan ganda
  • sakit kepala parah
  • sulit tidur

Gejala glukosa darah tinggi pada kondisi ini biasanya mencakup:

  • kelemahan
  • sering haus dan sering buang air kecil
  • perubahan penglihatan
  • kulit kering

Orang-orang dengan diabetes mengalami gejala ini saat level gula darah sedang tidak normal. Bedanya, pada diabetes rapuh, gejala-gejala gula darah tinggi dan rendah sering muncul secara tiba-tiba dan bergantian.

Bagaimana cara  mengobatinya?

Menyeimbangkan gula darah adalah pengobatan utama untuk kondisi ini. Berhubung glukosa naik turun, Anda mungkin tidak bisa merespons insulin sebagaimana seharusnya. Pompa insulin subkutan adalah alat paling efektif untuk mengontrol diabetes labil. Namun tetap saja Anda perlu memonitor gula darah secara rutin untuk memastikan tingkatnya tidak terlalu tinggi.

Beberapa orang dengan diabetes labil masih mengalami fluktuasi gula darah meski sudah diobati. Dalam kasus yang lebih serius, mungkin dibutuhkan transplantasi pankreas. Namun, ini kasus yang jarang karena diabetes labil biasanya merespons dengan positif setelah pengobatan.

Bagaimana cara mencegahnya?

Kemajuan pengobatan diabetes tipe 1 telah berhasil menurunkan kasus diabetes labil. Meski kondisi ini tidak terlalu umum lagi, Anda tetap perlu melakukan tindakan pencegahan, terutama jika Anda memiliki faktor-faktor pemicu risiko. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk:

  • menjaga berat badan ideal
  • menemui terapis untuk mengelola stres Anda
  • mempelajari pengetahuan umum tentang diabetes
  • menemui endokrinologis yang spesialisasinya diabetes dan ketidakseimbangan hormon  

Kesimpulan

Diabetes rapuh adalah komplikasi diabetes yang langka. Namun, Anda harus mewaspadai penyebab dan gejalanya. Mengontrol dan mengelola gula darah adalah cara terbaik mencegah semua komplikasi diabetes, termasuk diabetes labil.

Diabetes rapuh itu sendiri tidak berakibat fatal. Namun, perubahan drastis pada gula darah dapat membuat Anda diopname karena ada kemungkinan koma diabetik. Seiring waktu, kondisi ini dapat memunculkan komplikasi lain seperti:

  • penyakit tiroid
  • masalah kelenjar adrenal
  • depresi
  • bertambahnya berat badan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko penderita COVID-19 meninggal dunia. Ini kata penelitian terbaru tentang diabetes dan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 10/06/2020 . 5 mins read

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . 5 mins read

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 mins read

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 5 mins read
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read