Apakah Anda Berisiko Kena Diabetes Labil? Coba Cek di Sini!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Salah satu jenis diabetes yang langka dan berbahaya adalah diabetes labil alias diabetes brittle. Diabetes jenis ini ditandai dengan naik turunnya gula darah secara drastis dan cepat, seakan sedang naik roller coaster. Ada banyak hal yang tanpa disadari bisa memicu terjadinya diabetes brittle. Mengetahui berbagai faktor pemicu diabetes labil dapat membantu Anda terhindar atau mengendalikan perkembangan penyakit ini.

Berbagai faktor risiko diabetes labil

Dalam banyak kasus, diabetes labil atau biasa juga disebut dengan diabetes rapuh lebih rentan dialami oleh orang dengan diabetes tipe 1. Beberapa dokter mengklasifikasikan diabetes labil sebagai salah satu komplikasi diabetes, namun dokter-dokter lainnya menganggap ini adalah turunan dari diabetes tipe 1. Meski begitu, bukan berarti semua diabetesi tipe 1 pasti akan mengalami kondisi ini.

Selain memiliki riwayat diabetes tipe 1, beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes labil adalah:

  • Wanita berusia 20-an atau 30-an yang punya diabetes/berisiko diabetes
  • Mengalami gangguan hormon
  • Mengalami gangguan makan
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Sering mengalami stres atau bahkan depresi
  • Memiliki riwayat gangguan pencernaan, termasuk gastoparesis atau penyakit Celiac
  • Memiliki riwayat penyakit hipotiroidisme, alias hormon tiroid terlalu rendah

Diabetes rapuh bisa meningkatkan risiko Anda diopname karena ada kemungkinan koma diabetik.

Cara mencegah diabetes labil

Meski kondisi ini tidak terlalu umum, Anda tetap harus melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin. Apalagi jika Anda memiliki faktor-faktor pemicu seperti yang sudah disebutkan di atas. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah diabetes labil adalah:

1. Jaga berat badan tetap sehat

Setiap orang yang punya diabetes dan yang berisiko tinggi kena diabetes labil wajib menjaga berat badannya tetap sehat. Cara yang paling jitu adalah menjaga pola makan teratur dengan menu makan yang terjamin sehat serta rajin olahraga setiap hari.

Tak perlu olahraga berat dengan intensitas tinggi. Anda cukup melakukan olahraga ringan dengan intesitas sedang setidaknya 30 menit setiap hari. Kuncinya, buatlah diri Anda aktif bergerak setiap hari.

Jangan lupa perhatikan asupan nutrisi yang tepat. Pastikan jika makanan yang Anda konsusmi mengandung gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, serat, dan lemak baik. Perbanyaklah makan sayuran dan buah-buahan. Hindari makanan tidak sehat, seperti makanan tinggi gula, berlemak, dan terlalu asin.

2. Hindari stres

Stres merupakan salah satu penyebab gula darah Anda tidak terkontrol dengan baik. Sayangnya, kondisi ini jarang disadari para diabetesi. Jadi, jika Anda memiliki riwayat diabetes, usahakan untuk menghindari segala sesuatu yang dapat menyebabkan stres.

Sebagai gantinya, lakukan berbagai hal yang bisa membuat Anda merasa senang dan bahagia. Contohnya, menulis, membaca buku, nonton film, olahraga, mendengarkan musik, dan lain sebagainya. Anda juga bisa menghindari stres dengan cara melakukan meditasi. Jangan ragu untuk bertemu dengan psikolog jika Anda merasa tidak bisa mengelola stres seorang diri.

3. Cek gula darah setiap hari

Jika Anda sudah dinyatakan memiliki penyakit diabetes 1, pastikan Anda selalu tepat waktu mendapatkan suntikan insulin tambahan. Selain itu, pastikan juga Anda rutin cek gula darah setiap hari.

Kedua hal tersebut harus dilakukan secara konsisten agar kadar gula darah tetap terjaga stabil dalam batas yang normal.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

 

Brittle Diabetes (Labile Diabetes) - https://www.diabetes.co.uk/brittle-diabetes.html diakses pada 17 Desember 2018

An Overview of Brittle Diabetes - https://www.verywellhealth.com/what-is-brittle-diabetes-1087598 diakses pada 17 Desember 2018

What is Brittle Diabetes - https://www.healthline.com/health/what-brittle-diabetes#risk-factors diakses pada 17 Desember 2018

 

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020