Ada beberapa jenis diabetes, di antaranya yaitu tipe 1 dan tipe 2. Ada juga jenis diabetes saat kehamilan, dikenal dengan istilah diabetes gestasional. Nah, Anda mungkin sering dengar kalau diabetes 1 disebabkan oleh faktor keturunan sementara diabetes tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. 

Biasanya kadar glukosa (gula) dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi pankreas. Nah, diabetes sendiri terjadi akibat gangguan hormon insulin dalam tubuh. Gangguan hormon insulin menyebabkan gula tidak bisa diubah menjadi sumber energi yang diperlukan tubuh, melainkan hanya menumpuk dalam darah. Inilah yang dimaksud gula darah tinggi. 

Membedakan diabetes tipe 1 dan 2

Sebenarnya, perbedaan utama kedua jenis diabetes ini terletak pada kondisi insulin dalam tubuh. Orang dengan diabetes tipe 1 mungkin tidak memiliki insulin sama sekali. Ini karena sistem kekebalan tubuh malah keliru menyerang sel-sel sehat yang bertugas untuk menghasilkan insulin.

Pada diabetes tipe 2, Anda tetap memproduksi hormon insulin (tapi mungkin jumlahnya sedikit). Sayangnya, tubuh Anda tidak bisa menggunakan insulin untuk mengolah gula secara efektif. Kondisi ini disebut sebagai resistensi insulin. Diabetes jenis ini lebih banyak menyerang masyarakat.

Selain perbedaan utama tersebut, ada beberapa hal yang menandakan perbedaan kedua jenis diabetes ini.

1. Berat badan pasien pada umumnya

Pada diabetes tipe 1, indeks massa tubuh atau body mass index (standar yang digunakan untuk mengukur apakah berat dan tinggi badan Anda cukup proporsional) biasanya tergolong ideal. Sedangkan pada awal kasus diabetes tipe 2, biasanya pasien tergolong kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. 

Ingin tahu apakah tubuh Anda termasuk proporsional dan ideal? Hitung dengan kalkulator indeks massa tubuh dalam tautan ini atau di bit.ly/indeksmassatubuh.

2. Gejala dan tanda

Ada beberapa gejala yang sama maupun berbeda pada kedua jenis diabetes ini. Gejala yang sama yakni haus terus, sering buang air kecil, dan mudah lelah.

Sedangkan ada beberapa gejala lain yang tidak ditunjukkan oleh diabetes tipe 1 yaitu penglihatan kabur, infeksi pada kulit, kulit kering dan gatal, luka yang sembuhnya lama, bagian tubuh seperti kaki mati rasa.

3. Perkembangan penyakitnya

Diabetes jenis kedua terjadinya secara perlahan-lahan dan bertahap. Karena itu, biasanya tidak ada gejala yang terasa pada awal masa diabetes tipe 2.

Sedangkan pada jenis diabetes pertama, terjadinya cepat dan gejalanya bisa langsung parah (akut), misalnya ketoasidosis. Meskipun ketoasidosis bisa juga terjadi pada diabetes tipe 2.

gula darah normal

Lalu, jenis diabetes mana yang lebih membahayakan?

Pertanyaan ini sebenarnya sulit dicari jawabannya karena memang tidak bisa dibandingkan, keduanya memiliki karakteristik masing-masing. Selain itu, tubuh setiap orang berbeda-beda sehingga respon terhadap pengobatan diabetes pun berbeda juga pada para pasien. 

Belum lagi gaya hidup pasien sangat menentukan tingkat keberhasilan pengobatan diabetes. Bila setelah terdiagnosis pasien tidak menjaga pola makannya, jarang berolahraga, kurang tidur, merokok, dan tidak rutin cek gula darah, diabetes yang tadinya belum terlalu parah bisa jadi semakin serius.

Tipe 1 memang mebutuhkan insulin untuk seumur hidup dibandingkan tipe 2. Namun, tipe 2 juga dapat memerlukan insulin (meskipun tidak semua orang) dalam jumlah yang besar karena resistensi insulin.

Tipe 2 bisa dialami selama bertahun-tahun tanpa terdiagnosis sejak awal hingga akhirnya ditemukan diabetes sudah bersama penyakit komplikasinya. Nah, yang bisa membuat diabetes jenis ini begitu membahayakan yaitu komplikasinya. Diabetes bisa mengarah pada penyakit berbahaya lainnya seperti stroke, hipertensi, hingga gagal ginjal. 

Sedangkan orang dengan diabetes tipe 1 bisa terdiagnosis cepat, bahkan sejak masih kecil. Namun, ini karena biasanya gejala yang muncul bisa langsung parah. Bahkan, menurut laporan dalam Diabetes in the UK 2010: Key Statistics on Diabetes di Inggris, angka harapan hidup pasien dengan diabetes tipe 1 bisa berkurang hingga 20 tahun. Sementara angka harapan hidup pasien diabetes tipe 2 mungkin berkurang hingga 10 tahun.

Namun, sekali lagi angka ini tidak pasti. Bukan berarti orang yang terdiagnosis diabetes tipe 1 akan lebih cepat menemui ajal daripada mereka yang punya diabetes tipe 2. Dengan menjalani pola hidup sehat dan mengikuti saran dokter, Anda masih bisa mengendalikan diabetes Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca