Tips Mengatur Porsi Makan untuk Diabetesi Dengan Carbohydrate Counting

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diabetesi tidak boleh sembarang makan agar gula darahnya tidak semakin melonjak naik. Selain mengatur porsi makannya, Anda juga perlu menghitung karbohidrat dalam setiap kali makan. Pasalnya, bisa saja porsi makan Anda kecil tapi ternyata menunya tetap tinggi karbohidrat. Ini yang bahaya. Asupan karbohidrat berlebih bisa meningkatkan kadar gula darah. Maka, hitung karbohidrat harian Anda lewat teknik carbohydrate counting. Namun, seberapa efektif cara ini?

Cara menghitung karbohidrat lewat carbohydrate counting

Carbohydrate counting adalah cara menghitung karbohidrat dalam setiap makanan yang Anda konsumsi. Caranya cukup dengan melihat keterangan kandungan karbohidrat dalam label kemasan makanan.

Tujuan carbohydrate counting adalah untuk memberikan kebebasan bagi pengidap diabetes untuk menentukan sumber makanannya, tanpa harus khawatir menaikkan gula darah mereka. Jadi, bila suatu saat nanti Anda ingin makan makanan yang biasanya dipantang, misalnya fast food, Anda hanya tinggal melihat kandungan karbohidratnya saja.

Seberapa efektif carbohydrate counting untuk membantu para diabetesi mengatur porsi makan?

Mengatur pola makan sehat lewat teknik carbohydrate counting dapat sangat membantu diabetesi untuk menjaga kadar gula darahnya tetap stabil. Ini karena karbohidrat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bagaimana tubuh memproduksi gula darah.

Karbohidrat adalah salah satu nutrisi utama yang ditemukan dalam makanan dan minuman, selain protein dan lemak. Karbohidrat makanan diubah oleh tubuh dengan bantuan hormon insulin menjadi gula (glukosa) yang kemudian dialirkan ke aliran darah untuk digunakan sebagai energi.

Sayangnya, diabetes membuat tubuh Anda tidak lagi mampu memproduksi hormon insulin. Padahal, insulin berfungsi untuk mengendalikan kadar gula darah. Terlalu banyak karbohidrat yang Anda makan, tapi tubuh tidak memproduksi cukup insulin, dapat melonjakkan gula darah hingga ke tingkat yang berbahaya.

Jika Anda berhasil menjaga kadar gula darah tetap stabil lewat pola makan sehat dan seimbang, ini bisa membantu mengurangi risiko komplikasi diabetes seperti penyakit ginjal, kebutaan, kerusakan saraf, penyakit pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung, stroke, dan amputasi.

Mengatur pola makan lewat carbohydrate counting juga membantu tubuh lebih sehat dan berstamina secara keseluruhan. Pasalnya, makanan tinggi karbohidrat sederhana dapat menjatuhkan kadar gula darah dalam waktu singkat setelah makan. Itu sebabnya banyak orang yang justru merasa lemas dan ngantuk berat setelah makan. Kondisi ini disebut hipoglikemia, dan bisa sangat berbahaya bagi pengidap diabetes.

Manfaat carbohydrate counting akan lebih terasa lagi jika Anda menyeimbangkannya dengan aktivitas fisik dan disiplin minum obat diabetes. Gaya hidup sehat mampu membantu mengontrol glukosa darah Anda tetap seimbang.

Lantas, bagaimana cara menerapkan sistem ini?

Kunci utama untuk menerapkan sistem perhitungan karbohidrat adalah hanya dengan menghitung bahan makan yang mengandung karbohidrat saja. Anda dapat mengetahui berapa banyak jumlah karbohidrat dalam makanan yang Anda makan dengan memeriksa label nutrisi yang tertera dalam kemasan.

Sementara untuk mengetahui jumlah karbohidrat dalam makanan rumahan yang dibuat sendiri, Anda perlu memperkirakan dan menambahkan gram karbohidrat dari setiap bahan-bahan masakan yang Anda gunakan.

Untuk mencari tahu hal tersebut, Anda dapat menggunakan buku panduan penghitungan karbohidrat atau mencari di situs yang mencantumkan kandungan karbohidrat dari bahan makanan rumahan untuk memperkirakan jumlah karbohidrat dalam satu porsi.

Berdasarkan Ukuran Rumah Tangga (URT), berikut ini daftar beberapa kandungan karbohidrat pada makanan yang sering Anda konsumsi sehari-hari:

  • 3/4 gelas (100 gram) nasi putih = 40 gram karbohidrat
  • 2 iris roti gandum = 40 gram karbohidrat
  • 4 biskuit = 40 gram karbohidrat
  • 5 1/2 sdm (45 gram) havermut/bubur gandum (oatmeal) = 40 gram
  • 1 1/2 potong (120 gram) singkong = 40 gram
  • 1 porsi (100 gram) gado-gado = 14,5 gram karbohidrat
  • 1 porsi (100 gram) ketoprak = 22 gram karbohidrat
  • 1 porsi (70 gram) gulai sayuran = 2,5 gram karbohidrat
  • 1 porsi (100 gram) asinan sayuran = 14,5 gram karbohidrat
  • 1 1/2 buah (100 gram) bakwan = 32,5 gram karbohidrat
  • 1 porsi (100 gram) bihun goreng instan = 80 gram karbohidrat
  • 1 potong (100 gram) martabak telur = 32 gram karbohidrat
  • 1 potong (100 gram) maratabak manis = 42 gram karbohidrat
  • 1 porsi (100 gram) mie ayam = 10 gram karbohidrat
  • 1 porsi (100 gram) mie bakso = 20 gram karbohidrat
  • 10 buah (100 gram) kerupuk udang goreng = 60 gram karbohidrat
  • 1 porsi (100 gram) keripik kentang = 60 gram karbohidrat

Dengan mengetahui jumlah karbohidrat dalam makanan yang Anda konsumsi, Anda dapat mengetahui apakah asupan karbohidrat Anda setiap harinya berlebihan atau justru kekurangan.

Perhitungkan juga asupan karbohidrat harian Anda

Umumnya wanita membutuhkan asupan karbohidrat sebanyak 45-60 gram dan pria 60-75 gram setiap makan. Sementara untuk makanan selingan pagi dan sore, baik pria dan wanita membutuhkan asupan karbohidrat yang berkisar dari 0-30 gram.

Penjelasan di atas mungkin jumlah yang umum untuk banyak orang. Untuk mengetahui jumlah yang tepat bagi diri Anda, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter dan ahli gizi.

Penting untuk diingat jika kandungan karbohidrat yang sama tidak selalu mengandung zat gizi lain yang sama. Itu sebabnya, juga penting bagi Anda untuk tetap memerhatikan asupan gizi seimbang ketika menerapkan sistem ini.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca