Diabetes mellitus atau kencing manis merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kelainan metabolik akibat dari kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau bisa juga karena kurangnya respon tubuh terhadap insulin, atau bisa juga akibat dari adanya pengaruh hormon lain yang menghambat kinerja insulin. Kondisi ini menyebabkan kerusakan jangka panjang, disfungsi, atau kegagalan fungsi dari berbagai organ, terutama mata, ginjal, saraf, pembuluh darah, dan jantung.

Mengapa Kita Bisa Terkena Diabetes?

Metabolisme Glukosa

Glukosa sangat penting untuk tubuh, karena bekerja sebagai sebagai sumber energi bagi sel-sel otot dan jaringan, terutama otak. Glukosa berasal dari makanan yang Anda makan dan cadangan dari liver Anda yang bernama glikogen.

Jika Anda belum makan dengan baik dan glukosa darah Anda terlalu rendah, liver Anda akan memecah glikogen menjadi glukosa dan menyeimbangkan kadar gula darah Anda. Aliran darah menyerap glukosa dan mengirimkannya ke sel-sel di tubuh Anda.

Namun, sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan “bahan bakar” ini langsung tanpa bantuan hormon insulin yang dihasilkan oleh sirkulasi insulin pankreas. Sirkulasi insulin lalu memungkinkan glukosa untuk memasuki sel-sel Anda, menurunkan tingkat glukosa dalam aliran darah. Kemudian, karena glukosa darah Anda turun, pankreas juga mengurangi produksi insulin.

Kelainan apapun yang tampak dapat mengakibatkan glukosa tidak mampu masuk ke dalam sel dan tidak mampu memberi energi yang Anda butuhkan. Akibatnya adalah glukosa yang tetap dalam darah Anda tidak dapat ditransfer ke seluruh organ tubuh. Ketidakseimbangan ini semakin lama akan menumpuk dan menyebabkan kondisi dimana kadar gula darah Anda tinggi, ini yang disebut hiperglikemia.

Apa Saja Gejala Diabetes?

Gejala utama:

  • Perasaan sangat haus yang disebut polidipsia
  • Peningkatan buang air kecil, terkadang terjadi setiap jam, disebut poliuria
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas
  • Kelelahan

Gejala yang mungkin tidak muncul:

  • Mual atau muntah
  • Penglihatan kabur
  • Pada wanita sering terjadi infeksi vagina
  • Infeksi jamur atau sariawan
  • Mulut kering
  • Luka sulit sembuh
  • Gatal pada kulit, terutama pada lipatan paha atau daerah vagina

Kapan Saya Harus Pergi ke Dokter?

Anda harus segera menemui dokter untuk mengecek keadaan jika Anda merasakan gejala-gejala diabetes yang disebutkan di atas. Selain itu, Anda perlu menelepon nomor darurat jika Anda merasa:

  • Merasa mual dan lemah
  • Merasa haus berlebihan dan saat buang air kecil dibarengi dengan sakit perut
  • Bernafas dengan cepat

Tipe Diabetes Apa yang Saya Miliki?

Ada 3 tipe diabetes, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestational.

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 atau yang dikenal sebagai diabetes remaja adalah gangguan autoimun di mana sistem ketahanan tubuh menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin, sehingga pankreas tidak dapat memproduksi hormon tersebut. Hal ini akan menyebabkan kekurangan insulin dan meningkatkan kadar glukosa darah.

Tipe ini juga terkadang dikenal dengan istilah diabetes ‘remaja’ karena umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun, terutama pada masa remaja. Biasanya pengembangan gejala penyakit ini lebih cepat pada usia yang lebih muda, terutama pada masa kanak-kanak atau remaja.

Penyebab pasti dari diabetes tipe 1 tidak jelas. Para ahli menduga bahwa penyebab diabetes tipe 1 mungkin akibat dari kombinasi kerentanan genetik dan faktor lingkungan. Namun, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 1 jika:

  • Orangtua atau saudara kandung Anda mengidap diabetes tipe 1
  • Dalam keadaan paparan penyakit virus
  • Munculnya autoantibodi diabetes
  • Kekurangan vitamin D, mengonsumsi susu sapi atau susu formula, dan sereal sebelum usia 4 bulan. Meskipun tidak langsung menyebabkan diabetes tipe 1, namun masih berisiko.
  • Negara, seperti Finlandia dan Swedia, memiliki tingkat penderita diabetes tipe 1 yang tinggi

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling banyak terjadi, mencapai 90-95% dari semua kasus diabetes. Tidak seperti diabetes tipe 1, penderita diabetes tipe 2 tetap memproduksi insulin. Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa, karena itu sering disebut dengan adult-onset diabetes. Penyakit ini dulu disebut dengan non-insulin dependent of diabetes mellitus (NIDDM), karena tidak bergantung terhadap hormon insulin.

Lain halnya dengan diabetes tipe 1 (insulin dependent diabetes mellitus / IDDM) yang mengharuskan penderitanya menjalani terapi insulin atau injeksi insulin setiap harinya untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Sebab persis mengapa hal ini terjadi sebenarnya tidak pasti, meskipun dokter percaya bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam penyebab diabetes tipe 2. Kelebihan berat badan adalah pemicu utama diabetes tipe 2, tetapi tidak semua pasien diabetes tipe 2 kelebihan berat badan.

Diabetes Tipe Lain

Diabetes gestational adalah jenis diabetes yang hanya terjadi pada wanita hamil. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah pada ibu maupun bayi-bayinya jika tidak diobati. Namun diabetes gestasional biasanya sembuh setelah melahirkan.

Jenis lain dari penyakit diabetes biasanya diakibatkan hasil dari sindrom genetik, operasi, obat-obatan, kekurangan gizi, infeksi dan penyakit lainnya.

Diabetes insipidus  adalah kondisi berbeda yang disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal untuk meyimpan air. Kondisi ini jarang terjadi dan dapat diobati.

Pengobatan Apa yang Tepat untuk Diabetes?

Untuk diabetes tipe 1 dan tipe 2, Anda perlu melakukan diet khusus untuk mengontrol gula darah. Anda harus makan camilan pada waktu yang sama setiap hari.

Anda harus sering memeriksa kadar gula darah Anda dengan glukometer dan melihat apa ada tanda-tanda tingkat gula darah Anda terlalu rendah atau terlalu tinggi. Dokter akan menjelaskan kepada Anda cara memberi injeksi insulin, sehingga Anda dapat menyuntikkan sendiri di rumah, biasanya 2-3 kali sehari.

Lalu, dokter Anda akan menyarankan Anda untuk berolahraga agar membantu mengontrol kadar gula darah Anda. Anda juga perlu melakukan perawatan kaki rutin dan memeriksa mata untuk mencegah komplikasi.

Meskipun diabetes tipe 1 tidak dapat disembuhkan, diabetes tipe 2 dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca