Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api Berdasarkan Penularan dan Ciri-Cirinya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 17, 2020
Bagikan sekarang

Saat muncul bintik-bintik merah yang terasa gatal pada tubuh, Anda mungkin langsung berusaha menebak-nebak penyebabnya. Bintik merah bisa muncul akibat virus yang menyebabkan penyakit cacar air (chickenpox) dan cacar api (herpes zoster). Keduanya memang merupakan penyakit berbeda namun  saling berkaitan. Nah, bagaimana cara membedakan dua penyakit ini? Simak secara lebih lengkapnya perbedaan cacar air dan cacar api di bawah ini!

Penyebab cacar air dan cacar api

Penderita gejala cacar air dan cacar api

Baik cacar air dan cacar api sama-sama disebabkan oleh virus yang disebut varicella-zoster. Karena virusnya sama, gejala utama yang ditimbulkan juga hampir serupa. Pada kulit Anda akan muncul ruam kulit berupa bintik-bintik kemerahan di sekujur tubuh. Bintik merah ini menimbulkan rasa gatal yang sangat kuat.

Biasanya bintik merah ini akan berubah jadi lenting kecil yang berisi cairan. Lama-lama lenting akan mengering membentuk keropeng, dan apabila terus digaruk akan meninggalkan bekas luka di permukaan kulit Anda.

Cacar api berasal dari cacar air

Meskipun cacar api dan cacar air disebabkan oleh virus yang sama, perbedaan kemunculan kedua penyakit adalah cacar api dialami oleh orang yang pernah terjangkit cacar air. Saat pertama kali Anda terinfeksi virus varicella-zoster, Anda akan mengalami cacar air.

Setelah sembuh dari cacar air, virus ini tetap tinggal di dalam tubuh, tapi tidak aktif memperbanyak diri (dorman). Virus ini tepatnya bersembunyi di bagian sel-sel saraf. Penyakit cacar api muncul ketika terjadi reaktivasi virus varicella-zoster yang semula dorman di dalam tubuh.

Penyebab mengapa virus varicella zoster kembali aktif menginfeksi sebenarnya belum diketahui secara pasti.  Namun, salah satu penelitian dalam The Science Journal of the Lander College of Arts and Sciences memperoleh kaitan reaktivasi virus dengan kondisi sistem imun yang melemah. Bahkan kondisi stres yang berat juga bisa ikut memicu terjadinya reaktivasi.

Oleh karena itu, orang-orang dengan penyakit yang menyerang sistem imun seperti HIV atau kanker yang sebelumnya pernah terinfeksi cacar air berisiko tinggi untuk mengalami reaktivasi.

Serangan virus varicella zoster yang kedua inilah yang disebut penyakit cacar api atau herpes zoster. Serangan bisa terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun. Oleh karena itu, apabila Anda pernah terkena penyakit cacar air sewaktu kecil, Anda berisiko mengalami herpes zoster di saat dewasa. 

Perbedaan penularan cacar air dan cacar api

bintik cacar air

Cacar air adalah penyakit kulit yang sangat menular. Penularannya bisa terjadi melalui udara atau melalui droplet yang dikeluarkan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Anda juga bisa tertular cacar bersentuhan dengan lenting orang yang sedang menderita cacar air.

Perbedaan cacar air dan cacar api selanjutnya aadalah penyakit cacar api tidak menular seperti cacar air. Akan tetapi, saat orang di sekitar Anda kena herpes zoster, virus varicella-zoster ini masih mungkin menyebar.

Jika Anda tidak terinfeksi cacar air sebelumnya dan Anda berdekatan dengan orang yang terkena cacar api, Anda memang tidak akan terkena cacar api, tapi Anda tetap punya risiko tertular virus varicella-zoster dan terkena cacar air.

Perbedaan ciri-ciri cacar air dan cacar api

bintik herpes zoster

Kendati keduanya memiliki bentuk gejala utama yang sama-sama mengganggu, ternyata terdapat ciri-ciri lain yang dapat menjadi perbedaan cacar air dan cacar api.

Jika ruam berbentuk bintik merah pada gejala cacar air akan berubah menjadi lenting yang menimbulkan rasa gatal, sedangkan pada cacar api lenting tersebut tidak sekadar menimbulkan rasa gatal tapi juga rasa perih.

Ruam pada cacar air biasanya bisa dengan cepat berubah mengering. Waktu penyembuhannya hanya berkisar 1 minggu ditandai dengan keropeng cacar air yang mengelupas atau meninggalkan bekas cacar air.

Sementara cacar api memerlukan waktu yang lebih lama, ruam akan mengering dan hilang dengan sendirinya selama 3-5 minggu.

Perbedaan cacar air dan cacar api juga diperlihatkan melalui penyebaran ruam pada tubuh. Ruam cacar air mulanya di temukan di bagian tengah tubuh seperti wajah dan badan bagian depan.

Pada cacar api, ruam cenderung menyebar di salah satu sisi tubuh dengan kumpulan bintik-bintik yang lebih memusat di satu area. Namun, secara bertahap ruam juga bisa muncul pada wajah dan kulit kepala.

Perbedaan cacar air dan cacar dari gejala awal

Ciri-ciri yang paling menjadi perbedaan cacar api dan cacar air adalah gejala awal kedua penyakit. Sebelum munculnya bintik-bintik merah, kedua jenis cacar yang disebabkan infeksi varicella-zoster akan menunjukkan gangguan kesehatan tertentu.

Dalam 1-2 hari sebelum munculnya ruam, penyakit cacar air akan menunjukkan gejala awal, seperti:

  • demam
  • sakit kepala
  • kehilangan selera makan
  • nyeri sendi dan otot
  • kelelahan dan perasaan tidak enak badan (malaise)

Demam biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari, namun kenaikan temperatur tubuh umumnya tidak melebihi 39 derajat Celsius. Selain gangguan kesehatan seperti di atas, penderita juga bisa mengalami batuk dan bersin.

Dua hingga empat hari sebelum ruam muncul, penyakit cacar api menunjukkan gejala seperti rasa gatal dan rasa nyeri yang menusuk di kulit. Rasa nyeri yang dirasakan tepatnya berasal dari sistem saraf di dalam kulit.  Secara umum inilah gejala awal yang dialami penderita cacar api:

  • demam
  • sakit kepala
  • gatal-gatal di kulit
  • rasa nyeri di kulit
  • tubuh menggigil
  • mual dan muntah
  • diare
  • nyeri di perut

Manakah yang lebih berbahaya?

Perbedaan tingkat keparahan penyakit cacar api dan cacar air secara umum adalah gejala cacar air bersifat lebih ringan daripada gejala cacar api.

Dari waktu penyembuhan kedua penyakit, gejala cacar air juga dapat mereda dalam waktu yang lebih singkat dari cacar api. Apalagi cacar air yang dialami oleh anak-anak biasanya jauh lebih cepat masa penyembuhannya dibandingkan dengan cacar air yang di alami orang dewasa.

Dibandingkan cacar air, cacar api dapat menimbulkan gejala yang lebih parah dan berlangsung dalam jangka waktu panjang, yaitu berbulan-bulan. Dalam kondisi ini, cacar api akan semakin sulit untuk disembuhkan.

Menurut National Foundation for Infectious Disease, tak jarang rasa nyeri yang muncul bisa menimbulkan sensasi terbakar di kulit. Rasa nyeri bahkan bisa tetap muncul sekalipun ruam di kulit telah hilang.  Gangguan rasa nyeri pada sistem saraf kulit yang terjadi pasca penyembuhan cacar api disebut dengan post-herpetic neuralgia (PHN).

PHN lebih umum dialami oleh orang lanjut usia yang mengalami reaktivasi virus varicella-zoster. Dari sini dapat disimpulkan bahwa semakin tua umur penderita, maka kedua penyakit sama-sama berisiko menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal tayang Mei 22, 2020
6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020