Manfaat dan Efek Samping Cuka Apel untuk Mengobati Psoriasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Psoriasis adalah peradangan kulit kronis yang menyebabkan kulit tampak bersisik keperakan, merah, kering, dan gatal. Psoriasis tidak bisa sembuh, tapi bisa diobati untuk mengurangi kekambuhannya. Sayangnya, beberapa obat psoriasis bisa menimbulkan efek samping yang mengganggu. Ini sebabnya banyak penderita psoriasis yang mulai mencari alternatif alami untuk mengobati masalah kulitnya, seperti pakai cuka apel. Memang, apa manfaat cuka apel untuk mengobati psoriasis? Berikut penjelasannya.

Mengulik manfaat cuka apel sebagai obat psoriasis alami

Manfaat Cuka Apel

Cuka sari apel terbuat dari hasil fermentasi sari apel dengan bakteri khusus untuk membentuk asam cuka. Cuka sari apel telah digunakan sejak zaman dahulu kala sebagai disinfektan atau pembasmi bakteri.

Biasanya, cuka sari apel lebih banyak digunakan untuk mengawetkan makanan. Semakin berkembangnya zaman, National Psoriasis Foundation telah berhasil menemukan manfaat cuka apel sebagai obat psoriasis alami, terutama untuk psoriasis pada kulit kepala.

Cuka apel memiliki sifat antiseptik yang dapat membantu mengurangi iritasi dan gatal akibat psoriasis. Beberapa orang bahkan sudah membuktikan adanya penurunan gejala psoriasis setelah mengambil manfaat cuka sari apel selama beberapa minggu.

Hati-hati dengan risiko penggunaan cuka apel pada kulit kepala

minyak kelapa untuk psoriasis

Walaupun terbuat dari bahan alami, cuka apel tetap harus digunakan secara hati-hati. Sebab, penggunaan cuka apel yang asal-asalan dapat menimbulkan efek samping yang malah membuat kulit terbakar.

Perlu dicatat bahwa cuka apel tidak boleh digunakan pada kulit dengan luka terbuka atau berdarah. Pasalnya, kandungan asam pada cuka apel dapat menyebabkan iritasi dan memperparah gejala psoriasis.

Terlalu banyak menggunakan cuka apel juga dapat menimbulkan sensasi terbakar pada kulit. Tidak hanya itu, penggunaan cuka sari apel yang tidak sesuai anjuran juga dapat memicu reaksi alergi, seperti sulit bernapas, ruam atau gatal-gatal, pusing, dan peningkatan detak jantung.

Bila Anda mengalami iritasi, sensasi terbakar, atau reaksi alergi yang terus-menerus pada kulit, segera hentikan penggunaan cuka apel dan konsultasikan ke dokter.

Aturan aman memanfaatkan cuka apel untuk psoriasis

sampo untuk psoriasis

Gunakan cuka apel organik atau murni untuk meraih manfaat cuka apel sebagai obat psoriasis alami. Ini karena cuka apel organik tidak melalui banyak proses pengolahan sehingga tidak mengurangi kadar nutrisi dan manfaatnya.

Untuk meredakan gatal dan iritasi akibat psoriasis di kulit kepala, gunakan cuka apel ke area kulit yang meradang. Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk meraup manfaat cuka sari apel sebagai obat psoriasis, di antaranya:

  1. Langsung disemprotkan ke kepala. Encerkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:1, kemudian masukkan ke dalam botol semprotan. Anda bisa langsung menyemprotkannya ke kulit kepala atau didinginkan terlebih dahulu di kulkas untuk menambah sensasi dingin di kepala.
  2. Mandi. Masukkan satu cangkir cuka apel ke dalam baskom berisi air hangat. Celupkan kapas dan tepuk-tepuk area kulit yang meradang secara perlahan.
  3. Kompres. Buatlah larutan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:3, kemudian rendam kain lap dalam larutan. Mulailah kompres area kulit yang mengalami peradangan setidaknya satu menit.

Jika Anda memiliki kulit retak, luka terbuka, atau berdarah akibat psoriasis, lewati bagian-bagian kulit tersebut untuk mencegah iritasi yang bisa memperparah psoriasis. Setelah itu, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat terhadap area kulit tersebut.

Dokter biasanya akan meresepkan kortikosteorid dan obat-obatan topikal lainnya untuk mengurangi respon imun yang memicu psoriasis. Dengan demikian, proses pergantian sel kulit akan berjalan lebih lambat dan membantu meredakan gejala psoriasis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Sering disebut "obat dewa" karena bisa menyembuhan alergi, gatal-gatal, hingga flu, obat kortikosteroid juga bisa berbahaya jika dipakai berlebihan.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Jenis Makanan yang Bikin Kita Sering Kentut

Bila dalam satu hari rasa ingin buang angin datang terlalu sering, lama-lama Anda tentu kewalahan. Apa saja makanan pemicu sering kentut?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
persiapan saat new normal

8 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Keluar Rumah di Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit