Mengenal Angiosarkoma, Jenis Kanker yang Paling Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel jaringan tubuh yang normal tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali. Dari sekian banyak jenis kanker, Anda mungkin sedikit banyak sudah mendengar gejala kanker payudara, kanker serviks, atau kanker otak. Namun, sudah pernah mendengar tentang jenis kanker angiosarkoma? Kalau belum, yuk, cari tahu informasi lengkapnya berikut ini.

Apa itu angiosarkoma?

Angiosarkoma adalah jenis kanker langka yang terbentuk di dalam lapisan pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Padahal, pembuluh getah bening tersebut berperan untuk mengumpulkan bakteri, virus, atau zat-zat sisa lainnya untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan kata lain, pembuluh getah bening ini penting untuk menjaga sistem imun tubuh Anda.

Saat pembuluh getah bening terserang kanker, maka tubuh tentu akan kesulitan atau bahkan tidak mampu lagi untuk membilas bakteri dan virus tersebut dari dalam tubuh. Akibatnya, sistem imun Anda terus menurun dari waktu ke waktu.

Sejatinya, penyakit kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun, begitu juga dengan angiosarkoma. Akan tetapi, jenis kanker yang satu ini paling sering terjadi pada kulit kepala dan leher.

Karena sel-sel kanker ini terbentuk di lapisan pembuluh darah, maka tidak menutup kemungkinan bahwa organ tubuh lainnya ikut terserang angiosarkoma. Dalam kasus yang jarang, sel-sel kanker angiosarkoma dapat tumbuh dan berkembang di payudara, hati, maupun jantung. Angiosarkoma yang terjadi di dalam jantung umumnya akan memicu penyakit kanker jantung.

Apa saja penyebab angiosarkoma?

perbedaan TB kelenjar dengan kanker kelenjar getah bening

Sampai saat ini, penyebab angiosarkoma masih belum jelas. Para ahli menduga bahwa kondisi ini diawali dengan perubahan struktur (mutasi) gen yang terjadi pada lapisan pembuluh darah maupun getah bening.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena angiosarkoma, di antaranya:

  • Terapi radiasi. Dilansir dari pusat riset kesehatan Mayo Clinic, angiosarkoma biasanya terjadi 5-10 tahun setelah terapi radiasi selesai dilakukan.
  • Pembengkakan akibat kerusakan pembuluh getah bening (limfedema). Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti operasi kelenjar getah bening, infeksi, atau kondisi lainnya.
  • Bahan kimia. Jenis angiosarkoma hati umumnya terjadi akibat paparan bahan kimia terus-menerus pada tubuh, misalnya vinil klorida dan arsenik.

Tanda dan gejala angiosarkoma

luka memar

Tanda dan gejala angiosarkoma berbeda-beda, tergantung dari tempat pertumbuhan sel-sel kankernya. Bila angiosarkoma menyerang kulit leher dan kepala, maka akan menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Area kulit tampak keunguan seperti memar
  • Lesi memar semakin membesar dari hari ke hari
  • Lesi memar bisa berdarah jika tergores atau terbentur
  • Kulit di sekitar lesi membengkak

Sementara itu, angiosarkoma yang sudah menyebar ke organ-organ vital tubuh, seperti hati atau jantung, justru lebih sulit terdeteksi. Anda mungkin hanya akan merasakan sakit di bagian tubuh yang terserang kanker.

Misalnya saja, angiosarkoma jantung membuat Anda merasakan nyeri di bagian dada. Sementara angiosarkoma pada hati menyebabkan timbulnya rasa sakit di bagian perut sebelah kanan.

Apakah jenis kanker angiosarkoma bisa diobati?

cara kerja radioterapi untuk kanker usus besar

Sama seperti jenis kanker lainnya, angiosarkoma bisa diobati dengan penanganan yang tepat. Lagi-lagi, pengobatan kanker angiosarkoma tergantung dari lokasi kanker tersebut berasal.

Berbagai pengobatan kanker angiosarkoma yang dapat dilakukan meliputi:

1. Operasi

Operasi alias pembedahan sering kali menjadi pilihan pertama untuk mengobati angiosarkoma. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan atau mengangkat sel-sel kanker serta beberapa jaringan sehat di sekitarnya.

Akan tetapi, kalau sel-sel kanker tersebut terlalu besar atau telanjur menyebar ke organ tubuh lainnya, maka diperlukan pengobatan kanker yang lain untuk mengatasinya.

2. Terapi radiasi

Ketika operasi tidak dapat dilakukan, pasien angiosarkoma biasanya dianjurkan untuk menjalani terapi radiasi. Terapi radiasi memanfaatkan sinar X atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh atau mengangkat sisa-sisa sel kanker dalam tubuh.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia untuk diminum atau disuntikkan ke pembuluh darah pasien. Pengobatan kanker ini paling banyak dipilih untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker.

Kemoterapi umumnya dilakukan ketika pasien angiosarkoma tidak dapat menjalani operasi. Atau bisa juga menjadi pengobatan kanker tambahan setelah terapi radiasi selesai dilakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 menit baca

Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

Saat nonton film horor atau berada di tempat yang sangat tinggi, kulit bisa merinding ketakutan. Nah, ini dia penjelasan kenapa tubuh bereaksi seperti itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/06/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca