Pola Makan yang Sehat untuk Mantan Penderita Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Semua orang yang pernah menderita kanker dan telah menjalani pengobatan, pasti ingin kembali ke kehidupan normal dan melakukan aktivitas yang sebelumnya ditinggalkan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa muncul rasa takut, cemas, dan khawatir ketika ingin memulai hidup yang ‘baru’.

Salah satu kecemasan terbesar yang ada pada mereka adalah kekambuhan atau efek samping dari pengobatan yang telah dilakukan. Sehingga, pola makan dan gaya hidup orang yang telah terlepas dari kanker juga harus dijaga dan diperhatikan agar tidak menimbulkan risiko kambuh, mempercepat pemulihan, meningkatkan kualitas hidup, serta memperbaiki gangguan fungsi tubuh yang muncul ketika melakukan pengobatan.

Diperkirakan sebanyak 68% pasien kanker yang ada di Amerika Serikat, dapat hidup 4 hingga 5 tahun lebih lama karena mengubah pola hidup dan pemilihan akan makanan dan minumannya. Pada tahun 1997, World Cancer Research Fund mengeluarkan rekomendasi terkait nutrisi dan aktivitas fisik untuk mantan penderita kanker yang sudah berhasil menjalani pengobatan namun harus tetap menjaga pola hidupnya. Lalu, makanan seperti apa yang diperlukan untuk mencegah kekambuhan? Apakah sudah tidak boleh makan makanan yang enak?

Makanan seperti apa yang baik untuk mantan penderita kanker?

Menerapkan pola makan yang sehat, terbukti dapat mencegah kekambuhan pada mantan penderita kanker alias cancer survivor. Banyak penelitian yang mengemukakan bahwa orang yang biasa mengonsumsi buah dan sayur dalam porsi yang lebih banyak akan lebih tetap sehat dibandingkan dengan mengonsumsi daging merah lebih banyak.

Ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan pada kelompok mantan penderita kanker payudara, yang menyatakan bahwa mengonsumsi banyak buah, sayur, gandum, daging unggas, serta ikan bisa menurunkan sebanyak 15% risiko kekambuhan dibandingkan dengan mengonsumsi banyak daging merah, makanan manis, makanan berlemak, dan fast food. Sedangkan pada penelitian yang melibatkan mantan penderita kanker usus, dibuktikan bahwa kelompok yang setelah menjalani pengobatan kemudian menerapkan pola makan ala barat, seperti sering mengonsumsi daging merah dan lemak jenuh, memiliki risiko kambuh lebih besar  dan kematian lebih cepat daripada kelompok yang mengonsumsi banyak sayur dan buah.   

Penelitian lainnya juga menyatakan hal yang sama, yaitu mengonsumsi lebih banyak ikan, tomat, dan berbagai makanan yang mengandung lemak tidak jenuh bisa menurunkan risiko kekambuhan pada mantan penderita kanker prostat. Sementara pada mantan penderita kanker telur atau ovarium, mengonsumsi sayuran yang banyak setiap harinya dapat menghindarkan kanker ovarium tersebut muncul kembali.

Hubungan antara makan daging merah dan berbagai makanan yang mengandung lemak yang tinggi dengan kejadian kanker memang belum jelas, namun beberapa penelitian menyebutkan bahwa daging merah yang dikonsumsi dapat meningkatkan peradangan pada jaringan tubuh. Peradangan ini dianggap dapat memicu rertumbuhan kanker. Sayur dan buah-buahan mengandung antioksidan seperti betakaroten, likopen, dan vitamin A, C, dan E yang bisa menjaga sel tubuh dari radikal bebas, yaitu pembentukkan zat dalam tubuh yang merusak sel normal dan menimbulkan berbagai penyakit.

Panduan pola makan untuk survivor kanker

American Cancer Society dan World Cancer Research Fund menganjurkan para mantan penderita kanker untuk:

  • Makan sayur dan buah setidaknya 2,5 gelas per hari atau setidaknya  mengonsumsi 5 porsi dalam satu hari, yang setara dengan 400 gram.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, seperti lemak omega 3 pada ikan, dibandingkan dengan makanan yang mengandung lemak trans atau jenuh seperti yang ada pada kulit ikan, lemak daging, dan berbagai makanan kemasan.
  • Memilih protein yang akan dimakan, pastikan memilih protein yang rendah lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan.
  • Lebih baik untuk mengganti sumber karbohidrat dengan nasi merah, gandum, atau sereal gandum yang memiliki serat tinggi.
  • Membatasi dalam mengonsumsi daging merah, yaitu kurang dari 500 gram daging dalam satu minggu dan tidak mengonsumsi yang sudah menjadi makanan olahan.
  • Membatasi penggunaan garam dalam makanan dan hanya mengonsumsi garam sebanyak 6 gram (2,4 gram natrium) dalam satu hari.
  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu manis dan memiliki kalori tinggi dari gula.

Mantan penderita kanker, sebenarnya sama seperti orang yang sehat yang membutuhkan semua jenis zat gizi untuk menunjang kesehatannya. Namun, yang harus diperhatikan adalah komposisi dari makanannya. Menurut Institute of Medicine mantan penderita kanker lebih rentan untuk terkena berbagai penyakit jantung, oleh karena itu komposisi makanannya harus diatur, seperti:

  • Kebutuhan lemak yaitu 20% hingga 35% dari total energi
  • Kebutuhan karbohidrat yaitu 45% hingga 65% dari total energi
  • Kebutuhan protein, yaitu 10% hingga 35% dari total energi dalam sehari.

Dengan mengatur nutrisi dan zat gizi yang didapatkan dari makanan yang masuk ke dalam tubuh, dapat menjaga kondisi kesehatan serta mencegah berbagai dampak buruk yang mungkin saja terjadi akibat pengobatan kemoterapi atau radiasi.

Pentingnya menjaga berat badan

Sebagian besar dari pasien yang sedang menjalankan pengobatan kanker pasti mengalami penurunan atau kenaikan berat badan. Oleh karena itu, ketika sudah selesai pengobatan dan sedang masa pemulihan, maka lebih baik mengembalikan berat badan normal untuk mencegah berbagai komplikasi yang mungkin terjadi. Berat badan yang berlebih telah terbukti berhubungan dengan peningkatan kejadian beberapa kanker seperti, kanker payudara, tenggorokan, usus, dan rektum, hati, kandung kemih, prostat,dan pankreas.

Mantan penderita kanker yang memiliki berat badan berlebih harus mengurangi berat badannya secara bertahap dan menerapkan diet yang baik dan sehat. Idealnya, dalam satu minggu berat badan turun sebanyak 1 kg dan tidak baik jika melebihi itu. Sedangkan untuk orang yang mengalami kekurangan gizi atau indeks massa tubuhnya kurang dari normal, maka konsultasikan hal tersebut pada ahli gizi atau dokter untuk menaikkan berat badan menjadi normal.

BACA JUGA

 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

    Rhabdomyosarkoma atau rabdomiosarkoma adalah kanker yang menyerang jaringan lunak tubuh. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

    11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

    Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

    Tumor Mediastinum

    Tumor mediastinum adalah jaringan abnornal yang terjadi di bagian mediastinum atau rongga dada. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Glioblastoma

    Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Intip pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kanker, Kanker Otak 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyakit degeneratif

    Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    pilihan beras untuk menurunkan berat badan

    Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Amiloidosis

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit