Penyebab Dermatitis Seboroik pada Bayi (Cradle Cap) dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/06/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kulit bayi rentan bermasalah karena lebih sensitif daripada kulit orang dewasa, sehingga perawatan bayi baru lahir perlu perhatian lebih. Salah satu masalah yang paling umum terjadi pada kulit bayi adalah cradle cap alias dermatitis seboroik atau eksim seboroik. Masalah kulit ini ditandai dengan kemunculan kerak bersisik putih pada kepala bayi. Jika dilihat sekilas, tampilan kerak pada kepala bayi tampak seperti serpihan ketombe. Kenali lebih dalam mengenai gejala, penyebab, sekaligus cara mengatasi cradle cap di artikel ini.

Penyebab cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi

cradle cap kerak kepala bayi

Dermatitis seboroik alias cradle cap adalah jenis dermatitis yang dipicu oleh peradangan dan menyebabkan produksi minyak berlebih pada kulit kepala bayi.

Mengutip dari Eczema, peradangan kulit akibat eksim seboroik di kulit kepala juga dapat dipengaruhi oleh infeksi jamur Malassezia atau dikenal dengan Pityrosporum.

Jamur jenis ini normalnya memang hidup di kulit manusia, tapi beberapa bayi bereaksi berlebihan terhadapnya sehingga mengalami infeksi.

Bayi lebih rentan mengalami cradle cap karena sistem imun tubuh mereka yang belum sekuat orang dewasa. Maka itu, bayi lebih mudah mengalami peradangan atau infeksi.

Cradle cap biasanya dialami oleh bayi usai di bawah 3 bulan dan akan menghilang saat usia 6 bulan ke atas. Dermatitis seboroik dapat dipicu oleh kebersihan tubuh yang buruk atau reaksi alergi.

Namun, cradle cap bukan penyakit kulit yang serius dan dermatitis seboroik bukan penyakit kulit yang ditularkan dari orang lain.

Gejala dan ciri cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi

cara menghilangkan kerak di kepala bayi

Dermatitis seboroik menyebabkan kulit kepala bayi sangat berminyak, serta timbul kerak bersisik yang kering dan dapat mengelupas seolah berketombe.

Masalah kulit ini juga menjadi penyebab bayi menangis dan  rewel karena rasa gatal yang ditimbulkan, sehingga mengganggu jam tidur bayi. Gejala biasanya baru muncul pada 6 minggu pertama usia bayi.

Kerak pada kulit kepala bayi biasanya berupa bercak tambalan yang menyebar di beberapa area kulit. Namun pada kasus tertentu, gejala eksim seboroik bisa muncul menutupi keseluruhan area kulit bayi yang terdampak, seperti seluruh kulit kepala.

Jika masalahnya masih dalam tahap ringan, biasanya bayi tidak akan terlalu terganggu. Namun, berikut ini adalah gejala yang umumnya ditunjukkan akibat dermatitis seboroik pada bayi:

  • Terdapat sisik putih kekuningan yang mudah mengelupas pada kulit di bagian tubuh bayi yang berminyak, misalnya belakang telinga, sisi hidung, dan terutama kepala
  • Muncul bintik merah atau ruam kemerahan pada kulit di sekitar alis, dahi, hidung, leher, telinga, dan dada
  • Muncul gejala semacam ruam popok pada lipatan di pangkal paha bayi karena tidak mengganti popok bayi secara rutin
  • Muncul rasa gatal pada kulit kepala, terlihat dari reaksi bayi menggosok atau menyentuh bagian kulitnya yang gatal
  • Kulit bayi yang terdampak juga bisa mengeluarkan cairan dan berbau
  • Kerak mungkin juga bernanah, pada kasus yang parah

Kondisi kerak yang bernanah menandakan kulit sudah terinfeksi sebagai komplikasi. Gejala dermatitis seboroik pada bayi dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Segera periksakan si kecil ke dokter spesialis kulit apabila mengalami gejala eksim seboroik pada bayi yang lebih parah. Konsultasikan pada dokter apabila gejalanya bertambah buruk dari hari ke hari.

Cara mengatasi cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi

cara menebalkan rambut bayi

Eksim seboroik pada bayi dapat menimbulkan rasa gatal yang membuat tidak nyaman. Namun pada kebanyakan kasus, kerak pada kulit kepala bayi akibat cradle cap dapat hilang dengan sendirinya.

Jika tidak, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan rasa gatal yang membuat bayi tidak nyaman sekaligus menjaga kesehatan kulitnya.

1. Gunakan produk khusus kulit bayi sensitif

Bersihkan kulit kepala bayi atau bagian kulit lainnya secara rutin menggunakan sampo antiketombe atau bahan pembersih yang aman untuk kulit sensitif.

Anda juga bisa menggunakan sampo dan sabun khusus untuk dermatitis seboroik pada bayi yang tidak mengandung detergen dan pewangi, sehingga cenderung ringan dan tidak perih di kulit bayi.

Hindari menggunakan pembersih jenis kosmetik untuk membersihkan sisik kulit akibat dermatitis seboroik pada bayi karena lebih rentan menimbulkan iritasi.

Selain menggunakan produk yang tidak menimbulkan iritasi, Anda juga sebaiknya memandikan bayi menggunakan air hangat yang ditambahkan dengan krim emolien atau dexpanthenol yang biasa digunakan untuk melunakkan kulit atau melemaskan kulit yang tegang.

Beberapa orang mungkin menyarankan untuk menggunakan baby oil atau petroleum jelly untuk menghilangkan kerak di kepala bayi.  Namun keduanya tidak terlalu berpengaruh.

Mengutip dari Healthy Children, kedua produk perawatan bayi tersebut justru menambah minyak menumpuk di kulit kepala dan membuat kerak di kepala bayi semakin parah.

Agar lebih praktis, Anda bisa memilih menggunakan produk pembersih yang mengandung emolien untuk mengatasi dermatitis seboroik pada bayi.

2. Bersihkan dengan lembut

Tidak perlu ragu untuk membersihkan kulit kepala bayi dengan sampo untuk menghilangkan kerak atau cradle cap.

Selama membersihkan bagian kulit yang terdampak cradle cap, hindari menggosoknya terlalu kencang. Anda bisa menggunakan sikat berbulu halus untuk membantu mengangkat bagian sisik kulit yang menempel. Cukup usap sambil pijat bayi dengan lembut untuk mengeluarkan kerak.

Jangan mencoba untuk menggaruk atau melepaskan sisik kulit dengan menggunakan tangan karena dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.

Selain itu, sebelum mencuci kepala bayi setidaknya satu jam sebelumnya, oleskan baby oil, atau petroleum jelly secara perlahan.

National Eczema Society tidak lagi merekomendasikan penggunaan minyak zaitun untuk mengatasi dermatitis seboroik karena dapat memperparah kerusakan pada kulit bayi.

Pijat lembut agar sisik di kulit kepala melunak dan perlahan terlepas. Kemudian, bilas lagi kepalanya dengan air hangat atau suam-suam kukunya sampai bersih.

3. Pengobatan medis

Menggunakan sampo khusus saat memandikan bayi baru lahir sudah cukup untuk menjaga kebersihan kulit kepala si kecil.

Jika eksim pada kulit kepala bayi tidak juga hilang dan makin memburuk setelah melakukan langkah-langkah di atas, segera periksakan si kecil ke dokter.

Jika diperlukan, dokter akan meresepkan krim antijamur, seperti clotrimazole, econazole, atau miconazole, dan pembersih rambut yang mengandung ketoconazole, selenium sulfida, tar batubara atau seng pyrithione.

Krim tersebut biasanya membantu membersihkan ruam dan kemerahan serta mengatasi kulit bayi berminyak yang sudah cukup parah.

Jika ada pembengkakan, Anda bisa menggunakan krim kortikosteroid dosis ringan untuk meredakannya.

Tips mencegah cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi

kulit bayi

Kulit kepala yang kering dan mengelupas akibat cradle cap pada bayi bisa dicegah dengan mudah. Anda hanya perlu rutin membersihkan rambut dan kulit kepalanya dengan sampo sebagai perlengkapan bayi baru lahir. Bayi tidak perlu dikeramas setiap hari, cukup 2-3 hari sekali.

Di antara jadwal keramas, perhatikan kebersihan kulit kepalanya. Pilih produk perawatan, baik sampo maupun sabun yang diformulasikan untuk bayi. Hindari kandungan pewangi, pewarna, maupun alkohol yang bisa mengiritasi kulit bayi yang sensitif.

Anda bisa memberikan hair lotion untuk menjaga kulit kepala bayi tetap lembap dan tidak mengelupas. Namun jaga kelembapannya jangan sampai terlalu berminyak karena itu bisa membuat minyak menumpuk.

Jangan lupa juga untuk menjaga kulit bayi tetap kering dan tidak lembap terlalu lama. Kulit yang lembap dapat mengundang jamur penyebab cradle cap.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
masalah kulit pada bayi

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit