Penyebab Dermatitis Seboroik pada Bayi (Cradle Cap) dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kulit bayi yang baru lahir rentan bermasalah karena lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Nah, salah satu masalah yang paling umum terjadi pada kulit bayi adalah cradle cap alias dermatitis seboroik atau eksim seboroik. Masalah kulit ini ditandai dengan kemunculan kerak bersisik putih pada kepala bayi. Jika dilihat sekilas, tampilan kerak pada kepala bayi tampak seperti serpihan ketombe. Kenali lebih dalam mengenai gejala, penyebab, sekaligus cara mengatasi cradle cap di artikel ini.

Penyebab cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi

Dermatitis seboroik alias cradle cap adalah jenis dermatitis yang dipicu oleh peradangan dan menyebabkan produksi minyak berlebih pada kulit kepala bayi.

Peradangan kulit akibat eksim seboroik di kulit kepala juga dapat dipengaruhi oleh infeksi jamur Malassezia atau dikenal dengan Pityrosporum. Jamur jenis ini normalnya memang hidup di kulit manusia, tapi beberapa bayi bereaksi berlebihan terhadapnya sehingga mengalami infeksi.

Bayi lebih rentan mengalami cradle cap karena sistem imun tubuh mereka yang belum sekuat orang dewasa. Maka itu, bayi lebih mudah mengalami peradangan atau infeksi. Para peneliti juga menyimpulkan dermatitis seboroik dapat dipicu oleh kebersihan tubuh yang buruk atau reaksi alergi.

Eksim seboroik biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir pada tiga bulan pertama usianya dan bisa berlangsung hingga 6-12 bulan. Namun, cradle cap bukan penyakit kulit yang serius. Dermatitis seboroik juga bukan penyakit kulit yang ditularkan dari orang lain.

Gejala dan ciri cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi

Dermatitis seboroik menyebabkan kulit kepala bayi sangat berminyak, serta timbul kerak bersisik yang kering dan dapat mengelupas seolah berketombe. Masalah kulit ini juga cukup membuat bayi Anda rewel karena rasa gatal yang ditimbulkan. Gejala biasanya baru muncul pada 6 minggu pertama usia bayi.

Kerak pada kulit kepala bayi biasanya berupa bercak tambalan yang menyebar di beberapa area kulit. Namun pada kasus tertentu, gejala eksim seboroik bisa muncul menutupi keseluruhan area kulit bayi yang terdampak, seperti seluruh kulit kepala.

Jika masalahnya masih dalam tahap ringan, biasanya bayi tidak akan terlalu terganggu. Namun, berikut ini adalah gejala yang umumnya ditunjukkan akibat dermatitis seboroik pada bayi:

  • Terdapat sisik putih kekuningan yang mudah mengelupas pada kulit di bagian tubuh bayi yang berminyak, misalnya belakang telinga, sisi hidung, dan terutama kepala.
  • Muncul bintik merah atau ruam kemerahan pada kulit di sekitar alis, dahi, hidung, leher, telinga, dan dada.
  • Muncul gejala semacam ruam popok pada lipatan di pangkal paha bayi.
  • Muncul rasa gatal pada kulit kepala. Biasanya ditunjukkan bayi dengan cara menggosok atau menyentuh bagian kulitnya yang gatal.
  • Kulit bayi yang terdampak juga bisa mengeluarkan cairan dan berbau
  • Kerak mungkin juga bernanah, pada kasus yang parah. Ini menandakan kulit sudah terinfeksi sebagai komplikasi.

Gejala dermatitis seboroik pada bayi dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Segera periksakan si kecil ke dokter spesialis kulit apabila mengalami gejala eksim seboroik pada bayi yang lebih parah. Konsultasikan pada dokter apabila gejalanya bertambah buruk dari hari ke hari.

Cara mengatasi cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi

Eksim seboroik pada bayi dapat menimbulkan rasa gatal yang membuat tidak nyaman. Namun pada kebanyakan kasus, kerak pada kulit kepala bayi akibat cradle cap dapat hilang dengan sendirinya.

Jika tidak, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan rasa gatal yang membuat bayi tidak nyaman sekaligus menjaga kesehatan kulitnya.

1. Gunakan produk khusus kulit bayi sensitif

Bersihkan kulit kepala bayi atau bagian kulit lainnya secara rutin menggunakan sampo antiketombe atau bahan pembersih yang aman untuk kulit sensitif.

Sampo dan sabun untuk dermatitis seboroik pada bayi tidak mengandung detergen dan pewangi kimia sehingga cenderung ringan dan tidak perih bagi bayi.

Hindari menggunakan pembersih jenis kosmetik untuk membersihkan sisik kulit akibat dermatitis seboroik pada bayi karena lebih rentan menimbulkan iritasi.

Selain menggunakan produk yang aman, Anda juga sebaiknya memandikan bayi menggunakan air hangat yang ditambahkan dengan krim emolien atau dexpanthenol yang biasa digunakan untuk melunakkan kulit atau melemaskan kulit yang tegang.

Agar lebih praktis, Anda bisa memilih menggunakan produk pembersih yang mengandung emolien untuk mengatasi dermatitis seboroik pada bayi.

2. Bersihkan dengan lembut

Selama membersihkan bagian kulit yang terdampak cradle cap, jangan menggosoknya terlalu kencang. Anda bisa menggunakan sikat berbulu halus untuk membantu mengangkat bagian sisik kulit yang menempel.

Jangan mencoba untuk menggaruk atau melepaskan sisik kulit dengan menggunakan tangan karena dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.

Selain itu, sebelum mencuci kepala bayi setidaknya satu jam sebelumnya, oleskan baby oil, atau petroleum jelly secara perlahan.

National Eczema Society tidak lagi merekomendasikan penggunaan minyak zaitun untuk mengatasi dermatitis seboroik karena dapat memperparah kerusakan pada kulit bayi.

Pijat lembut agar sisik di kulit kepala melunak dan perlahan terlepas. Kemudian, bilas lagi kepalanya dengan air hangat atau suam-suam kukunya sampai bersih.

3. Pengobatan medis

Menggunakan sampo khusus bayi sudah cukup untuk menjaga kebersihan kulit kepala si kecil.

Jika eksim pada kulit kepala bayi tidak juga hilang dan makin memburuk setelah melakukan langkah-langkah di atas, segera periksakan si kecil ke dokter.

Jika diperlukan, dokter akan meresepkan krim antijamur, seperti clotrimazole, econazole, atau miconazole, dan pembersih rambut yang mengandung ketoconazole, selenium sulfida, tar batubara atau seng pyrithione.

Krim tersebut biasanya membantu membersihkan ruam dan kemerahan serta mengatasi kulit bayi berminyak yang sudah cukup parah.

Jika ada pembengkakan, Anda bisa menggunakan krim kortikosteroid dosis ringan untuk meredakannya.

Tips mencegah cradle cap (dermatitis seboroik) pada bayi

kulit bayi

Kulit kepala yang kering dan mengelupas akibat cradle cap pada bayi bisa dicegah dengan mudah. Anda hanya perlu rutin membersihkan rambut dan kulit kepalanya dengan sampo. Bayi tidak perlu dikeramasi setiap hari, cukup 2-3 hari sekali.

Di antara jadwal keramas, perhatikan kebersihan kulit kepalanya. Pilih produk perawatan, baik sampo maupun sabun yang diformulasikan untuk bayi. Hindari kandungan pewangi, pewarna, maupun alkohol yang bisa mengiritasi kulit bayi yang sensitif.

Jangan lupa juga untuk menjaga kulit bayi tetap kering dan tidak lembap terlalu lama. Kulit yang lembap dapat mengundang jamur penyebab cradle cap.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 7, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca