Kenali dan Waspadai Ciri-Ciri Eksim Berdasarkan Tahapan Penyakitnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Eksim (dermatitis atopik) adalah peradangan kulit kronis dengan ciri-ciri kulit kering dan memunculkan ruam kemerahan dengan rasa gatal amat intens. Hingga kini penyebab dermatitis belum diketahui secara pasti. Namun, kemunculan gejala eksim berkaitan dengan berbagai faktor pemicu, baik dari yang berasal dari dalam tubuh dan yang dipengaruhi oleh lingkungan. Ciri-ciri eksim yang dialami setiap orang pun dapat berbeda. Begitu pula dengan gejala yang ditunjukkan masing-masing orang setiap kali kondisinya kambuh.

Eksim hendaknya dikenali dengan baik karena kondisi ini membutuhkan pengobatan yang rutin untuk terhindar dari risiko infeksi kulit.

Ciri-ciri eksim umum berdasarkan tahapan penyakit

Peradangan kulit khas dermatitis atopik dapat memengaruhi hampir seluruh bagian kulit yang menutupi tubuh. Namun, gejala eksim biasanya paling terlihat kentara pada bagian tubuh yang berlipatan, seperti siku bagian dalam, belakang lutut, tengkuk dan bagian depan leher, juga pada tangan, wajah, dan punggung.

Kemunculan gejala eksim bisa disebabkan dari lebih satu faktor pemicu. Mengenali berbagai faktor pemicu dari eksim dapat membantu Anda mengendalikan gejala eksim yang mengganggu.

Menurut National Eczema Association, kemunculan gejala eksim dapat dipicu oleh faktor internal seperti

  • Sistem imun yang sensitif
  • Mutasi genetik
  • Riwayat penyakit alergi, asma, dan eksim dari orang tua
  • Kondisi kulit yang kering
  • Hormon

Sementara terkait faktor eksternalnya, ciri-ciri eksim bisa muncul ketika kulit mengalami kondisi seperti:

  • Terkena aparan iritan berupa zat kimia.
  • Terkena paparan alergen.
  • Mengalami stres.
  • Memakai pakaian dengan bahan yang bisa mengiritasi kulit.
  • Berpindah tempat dengan perubahan temperatur yang ekstrem.
  • Terinfeksi bakteri dan virus.

Gejala eksim bisa membaik sewaktu-waktu, tapi tak jarang kondisi malah bisa bertambah parah. Ciri-ciri eksim pun bisa berubah-ubah tergantung dengan tingkat keparahan penyakitnya.

Dalam laporan medis yang dipublikasikan American Family Physician, diketahui perkembangan penyakit eksim bisa berlangsung dalam tiga tahapan klinis, yaitu akut, subakut, dan kronis. Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit eksim berdasarkan tahapan perkembangan penyakitnya.

1. Ciri-ciri eksim akut

Eksim akut pada awalnya ditunjukkan dengan kemunculan ruam-ruam kemerahan kecil pada kulit wajah. Ruam-ruam ini biasanya menimbulkan rasa gatal yang menerus.

Rasa gatal yang menjadi ciri-ciri eksim bisa tidak tertahankan sehingga penderita cenderung terus-terusan menggaruk kulit dengan keras. Kondisi ini bisa menghambat aktivitas sehari-hari, bahkan mengganggu waktu tidur.

Menggaruk bagian kulit yang terdampak secara terus-menerus menyebabkan peradangan kulit bertambah parah. Kondisi ini ditandai dengan ciri-ciri eksim yang memperlihatkan ruam kemerahan berubah melepuh, basah, dan mengeluarkan cairan.

2. Ciri-ciri eksim subakut

Ketika peradangan kulit mulai mereda, penyakit ini akan memasuki tahapan selanjutnya, yaitu eksim subakut. Eksim pada tahap subakut memperlihatkan gejala seperti:

  • Kulit yang terdampak mengering.
  • Kulit yang terdampak mengerak atau membentuk borok.
  • Rasa gatal mulai berkurang.

3. Ciri-ciri eksim kronis

Kendati rasa gatal semakin berkurang, menggaruk atau menggosok peradangan kulit berubah kering bisa menyebabkan terjadinya likenifikasi. Likenifikasi adalah kondisi munculnya bercak kulit yang tebal dan kasar.

Eksim pada tahap kronis selanjutnya diindikasikan dengan perubahan warna kulit yang menggelap.

Identifikasi terhadap ciri-ciri eksim dapat membantu Anda mewaspadai keberadaan penyakit ini, sekaligus membantu proses diagnosis yang dilakukan dokter.

Ciri-ciri eksim yang begitu beragam, terkadang hasil diagnosis atas gejala tersebut bisa bervariasi. Dokter bisa saja mendiagnosis penyakit ini sebagai impertigo, psoriasis, kudis, atau penyakit dermatitis lainnya seperti dermatitis kontak dan dermatitis seboroik.

4. Ciri-ciri komplikasi eksim

Ketika penyakit sudah sampai ke tahap kronis, penderita lebih berisiko untuk mengalami infeksi eksim. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya lapisan kulit pelindung yang rusak akibat peradangan. Ciri-ciri eksim yang terinfeksi adalah kulit yang mengerak terbuka atau terkelupas.

Bakteri, jamur, ataupun virus bisa menginfeksi bagian kulit yang mengalami peradangan. Beberapa spesies bakteri yang umumnya menginfeksi adalah Staphylococcus dan Streptococcus. 

Infeksi eksim akan sulit untuk dihentikan karena dermatitis atopik biasanya juga menurunkan kerja sistem imun sehingga lebih sulit untuk melawan penyebab infeksi. Berikut ini adalah beberapa penyakit komplikasi yang mungkin terjadi akibat infeksi eksim adalah:

  • Impetigo
  • Herpes simplex virus (HSV)
  • Moluskum kontagiosum
  • Eksim herpeticum

Gejala eksim pada anak-anak dan bayi

Ciri-ciri eksim pada bayi

Eksim pada bayi biasanya mulai muncul pada usia 6 bulan pertama. Bagaimana dengan ciri-ciri eksim pada anak-anak dan bayi? Apakah terdapat perbedaan?

Dilansir dari American Academy of Dermatology, dermatitis atopik atau eksim biasanya menunjukkan gejala yang berbeda pada bayi dan anak-anak. Ciri-ciri eksim yang muncul pada bayi dan anak-anak di tahap awal umumnya tidak begitu kentara. Ruam-ruam kemerahan muncul dalam bentuk yang lebih kecil.

Gejala eksim pada bayi

Biasanya gejala eksim muncul saat anak berusia 2 sampai 3 bulan. Ciri-ciri eksim pada bayi umumnya ditandai dengan:

  • Ruam yang muncul tiba-tiba
  • Kulit kering, bersisik, dan gatal
  • Muncul di kulit kepala dan wajah terutama di pipi (bisa juga muncul di area lain)
  • Biasanya sisik bisa retak dan meneteskan cairan
  • Sulit tidur karena kulit terasa sangat gatal
  • Munculnya infeksi akibat menggaruk kulit hingga terluka

Orang tua biasanya juga khawatir apabila si kecil juga mengalami eksim popok. Pada kasus dermatitis atopik, ciri-ciri jarang ditemukan pada bagian tubuh bayi yang mengenakan popok atau bagian pangkal paha dan bokong.

Gejala eksim pada anak-anak

Pada anak-anak penyakit eksim biasanya muncul di usia 2 tahun hingga masa pubertas. Adapun berbagai ciri-ciri eksim pada anak yang biasanya muncul yaitu:

  • Ruam terutama di lipatan siku atau lutut. Namun bisa muncul juga di leher, pergelangan tangan, kaki, atau lipatan bokong dan kaki
  • Rasa gatal yang tak tertahankan di area kulit yang meradang
  • Permukaan kulit bergelombang karena ada tonjolan atau penebalan kulit yang kadang permanen
  • Kulit di area yang terkena lebih terang atau lebih gelap

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Gejala eksim bisa bertambah parah dan bisa kambuh lebih cepat jika Anda tidak mendapat pengobatan eksim secara rutin. Anda tidak boleh lagi menunda untuk memeriksakan diri ke dokter apabila Anda atau si kecil mengalami gejala-gejala seperti berikut ini:

  • Sulit tidur karena rasa gatal memburuk di malam hari
  • Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu
  • Kulit terasa sakit
  • Kulit terlihat terinfeksi misalnya dengan muncul garis-garis merah, nanah, keropeng
  • Perawatan rumahan yang sudah dilakukan tidak membantu meringankan gejala
  • Mata atau pandangan terganggu

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit