7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Eksim yang muncul di kaki akibat gangguan sirkulasi darah dikenal sebagai dermatitis stasis atau eksim vena. Rasa gatal yang ditimbulkannya saat kambuh bisa sangat parah hingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Kabar baiknya, ada sejumlah cara yang dapat Anda lakukan untuk mengobati gejala eksim di kaki.

Berbagai cara mengobati eksim di kaki

pelembap untuk kulit kering

Setiap macam dermatitis umumnya memiliki gejala serupa, yaitu ruam kemerahan pada kulit yang terasa gatal. Namun, dermatitis stasis secara spesifik menyerang kulit di kaki dengan ciri yang agak berbeda dari dermatitis pada umumnya.

Dermatitis stasis memunculkan bintil-bintil lepuhan dengan bercak merah atau cokelat yang berukuran kecil. Bintil biasanya muncul pada betis hingga ujung jari dan telapak kaki. Lepuhan-lepuhan tersebut bisa terasa sangat gatal atau bahkan nyeri.

Jika Anda mengalami masalah eksim di kaki, cara terbaik untuk mengatasinya adalah berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat. Selama menjalani pengobatan, berikut sejumlah hal perlu Anda lakukan.

1. Mengenakan kaus kaki khusus/stoking kompresi

Dermatitis jenis ini disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah vena di kaki. Darah yang harusnya mengalir ke atas justru terjebak di kaki dan memberi tekanan berlebih. Tekanan ini menyebabkan kerusakan pembuluh dan kebocoran darah di bawah kulit.

Stoking kompresi adalah sejenis kaus kaki berbahan lentur yang dibuat khusus untuk melancarkan peredaran darah kaki. Saat dipakai, stoking kompresi terasa lebih ketat pada bagian bawah kaki, lalu berangsur-angsur melonggar hingga betis.

Tekanan yang dihasilkan pada bagian bawah kaki membantu melancarkan aliran darah kembali ke jantung. Dengan begitu, darah tidak lagi terkumpul pada kaki dan kulit pun bisa kembali mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.

Penyebab Dermatitis Beserta Pemicunya di Lingkungan Sekitar

2. Menggunakan obat-obatan

Penggunaan obat eksim memang tidak akan mengobati penyakit kulit ini secara tuntas. Akan tetapi, cara ini ampuh mengurangi pembengkakan dan meredakan gejala seperti ruam, gatal yang hebat, serta nyeri pada kaki.

Pengobatan untuk eksim vena biasanya melibatkan obat antihistamin, kortikosteroid, dan calcineurin inhibitor. Beberapa jenis obat dapat dibeli dengan bebas di apotek, tapi ada pula obat berpotensi kuat yang memerlukan resep dokter.

Obat minum antihistamin dapat diandalkan untuk mengatasi gatal dan ruam akibat eksim pada kulit kaki. Sementara itu, kortikosteroid berbentuk salep atau krim bekerja dengan mengurangi bengkak dan peradangan pada kulit.

Kendati ampuh mengatasi gejala eksim, kortikosteroid memiliki efek samping serius sehingga tidak boleh digunakan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, dokter biasanya memberikan alternatif lain seperti calcineurin inhibitor.

Dosis obat akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Jika gejala tak kunjung membaik, dokter bisa meresepkan obat dengan dosis yang lebih kuat. Pastikan Anda  selalu mengikuti anjuran pemakaian obat agar manfaatnya lebih optimal.

3. Mengangkat kaki

Cara lain untuk membantu mengobati eksim di kaki adalah dengan mengatur posisi kaki agar peredaran darah di sekitarnya menjadi lancar. Hal ini juga akan mengurangi pembengkakan pada kaki yang menjadi pemicu utama dermatitis stasis.

Cobalah berbaring sambil mengangkat kaki Anda hingga posisinya lebih tinggi dari jantung. Ulangi cara ini setiap dua jam sekali selama 15 menit. Lakukan hal yang sama ketika Anda tidur dengan cara mengganjal kaki menggunakan bantal.

4. Lebih aktif bergerak

Kebiasaan duduk selama berjam-jam setiap hari dapat memperparah dermatitis stasis karena darah dan cairan semakin menumpuk pada kaki. Guna mencegahnya, ubahlah kebiasaan ini dengan berjalan kaki 10 menit setiap satu jam sekali.

Anda juga dapat meningkatkan aktivitas fisik dengan berjalan kaki selama 30 menit setidaknya tiga hari dalam seminggu. Jika Anda ingin melakukan olahraga lain, tanyakan pada dokter untuk mengetahui jenis kegiatan yang aman untuk Anda.

5. Menghindari pemicu eksim

Meskipun penyebabnya adalah penumpukan darah pada kaki, gejala dermatitis stasis juga bisa bertambah parah apabila Anda terkena penyebab eksim. Ini disebabkan karena kulit penderita dermatitis stasis lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi.

Menurut American Academy of Dermatology Association, pemicu eksim yang perlu dihindari antara lain:

  • bulu binatang peliharaan,
  • rumput dan tanaman,
  • serbuk sari,
  • jamur,
  • parfum, dan
  • produk perawatan mengandung pewangi.

6. Menggunakan pelembap

perawatan kulit untuk kanker kulit

Pemakaian pelembap adalah cara terbaik mengobati kulit yang bersisik akibat eksim di kaki. Pelembap juga penting untuk mencegah iritasi dan kerusakan lebih lanjut karena kandungannya membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit yang terkikis.

Pilihlah krim pelembap untuk eksim yang teksturnya kental karena bisa menyediakan lebih banyak kelembapan untuk kulit kaki. Hal ini penting karena kulit kaki cenderung mudah kering, apalagi bila terserang eksim.

Pelembap yang aman bagi penderita eksim kaki adalah petroleum jelly dan pelembap non-kosmetik seperti emolien. Apabila Anda ingin mencoba pelembap lain, pilihlah pelembap yang bebas dari alkohol, aroma, pewarna, parfum, dan bahan kimia lainnya.

Anda disarankan untuk memakai pelembap dalam jumlah banyak setidaknya 2-3 kali dalam sehari. Waktu terbaik untuk menggunakannya adalah setelah mandi ketika kulit kaki masih setengah lembap. Gunakan pula setelah cuci kaki sebelum tidur.

7. Menghindari air untuk mandi yang terlalu panas

Suhu air yang terlalu panas bisa membuat kulit semakin kering. Ini disebabkan karena air panas meluruhkan sebum, yakni minyak alami yang melindungi kulit. Kulit yang kering semakin memicu kambuhnya eksim di kaki dan membuat kulit mudah teriritasi.

Selama gejala eksim masih muncul, gunakanlah air bersuhu suam-suam kuku. Cukup bersihkan kaki Anda selama 20 detik, tapi pastikan kaki benar-benar bersih dan tidak ada sisa sabun yang dapat mengiritasi kulit

Ketika mandi, gunakan air dengan suhu yang sama. Waktu mandi ideal menurut para ahli adalah 5-10 menit, termasuk untuk membersihkan kepala. Lebih dari itu, kulit bisa kehilangan kelembapannya sehingga meningkatkan risiko kambuhnya eksim vena.

Dermatitis stasis adalah eksim yang muncul akibat gangguan peredaran darah pada kaki. Untuk mengobati eksim di kaki, kuncinya adalah pengobatan, perawatan kulit kaki, dan berbagai cara untuk memulihkan peredaran darah di area yang bermasalah.

Lakukan ketiganya secara rutin untuk mendapatkan hasil terbaik. Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu selama pengobatan, coba konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit