Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Gejala scabies berupa pustula atau bintik-bintik merah bisa meninggalkan bekas ketika penyakit ini pulih. Umumnya, bekas luka tersebut dapat memudar sendiri seiring waktu. Namun, bekas kudis yang menghitam tentunya dapat mengganggu penampilan Anda, terutama jika terdapat di bagian kulit yang tidak tertutupi pakaian. Adakah cara cepat untuk menghilangkan bekas kudis yang menghitam?

Bagaimana scabies meninggalkan bekas luka di kulit?

Kudis atau scabies merupakan penyakit kulit yang ditularkan melalui kontak fisik antar kulit. Penyebab utamanya adalah tungau atau kutu Sarcoptes scabiei yang tinggal dan berkembang biak di dalam kulit.

Saat tungau menggali lubang, bintik merah atau bintil pustula (bintik yang melenting) muncul di permukaan kulit. Aktivitas tungau di dalam kulit juga menimbulkan rasa gatal yang bisa bertambah parah di malam hari.

Saat semua tungau mati, bintik-bintik merah akan mengempis dan mengering. Warnanya akan berubah menggelap dibandingkan kulit di sekitarnya. Dilansir dari Healthline, ciri-ciri bekas luka seperti ini termasuk ke dalam jenis bekas luka atropik seperti bekas jerawat.

Bekas luka yang ditinggalkan oleh kudis disebabkan bagian kulit yang rusak tidak dapat meregenerasi sel-sel kulit baru.

Berbagai cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam

Menurut lembaga kesehatan Cedars-Sinai, bekas bintil kudis dapat menghilang sepenuhnya setelah 1-2 minggu setelah pengobatan scabies berhasil mengehentikan infeksi tungau.

Namun, tak jarang pula bekas scabies makan waktu berbulan-bulan untuk memudar. Pada orang yang lebih tua, bekas kudis akan semakin sulit hilang karena tingkat kelenturan kulit yang semakin berkurang.

Tanpa perlu khawatir. Bekas luka atropik seperti bekas kudis dapat hilang dengan lebih cepat! Terapkan cara menghilangkan bekas scabies yang menghitam seperti di bawah ini.

1. Gunakan gel penghilang bekas luka

Anda dapat mencoba produk gel penghilang bekas luka mengandung silikon yang banyak dijual di apotik. Perawatan dengan gel penghilang bekas luka cukup mudah dilakukan, tidak mengiritasi kulit sensitif dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Silikon gel menjaga kulit tetap terhidrasi dan membantu kulit bernapas, sehingga dapat menghaluskan bekas luka. Cara menghilangkan bekas luka yang efektif menggunakan gel adalah dengan mengoleskannya selama 12 jam selama pemakaian 3 bulan.

Konsultasikan kepada dokter kulit Anda, jenis gel silikon seperti apa yang sesuai dengan kondisi kulit dan bekas luka Anda.

2. Gunakan krim retinol

Krim retinol ini mengandung vitamin A, yang berperan dalam produksi kolagen. Kolagen ini diperlukan oleh tubuh untuk membangun kembali jaringan ikat di kulit yang sudah rusak sehingga dapat menjadi cara untuk menghilangkan bekas kudis. Anda bisa mengoleskan krim ini setiap malam sebelum tidur.

3. Eksfoliasi

Metode eksfoliasi sebenarnya digunakan untuk mempercepat pengelupasan sel-sel kulit mati yang menumpuk di kulit. Namun, bisa juga digunakan untuk membantu menghilangkan permukaan kulit yang terasa kasar atau tebal, seperti bekas kudis.

Terdapat berbagai jenis produk eksfoliasi kulit yang terdiri dari eksfoliator, scrub atau sikat khusus yang bisa Anda dapatkan di apotek.

4. Menggunakan vitamin E

Salah satu kandungan yang dipercaya dapat menghilangkan bekas kudis adalah vitamin E.

Vitamin E juga dikenal bermanfaat untuk kesehatan kulit. Menggunakan vitamin E sebelum dan sesudah operasi dapat mempercepat proses penyembuhan keloid atau jaringan parut yang tumbuh di sekitar bekas luka.

Oleh karena itu, sebagai cara menghilangkan bekas kudis terutama yang sudah menghitam, Anda bisa menggunakan krim, salep, atau suplemen yang mengandung vitamin E.

Anda juga bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E seperti biji-bijian, kacang, dan sayuran hijau. Meski begitu, penggunaan vitamin E sebagai cara menghilangkan bekas kudis belum benar-benar terbukti secara efektif, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba selagi tidak menimbulkan efek samping serius.

5. Memanfaatkan bahan alami

Selain bahan dengan kandungan vitamin E, terdapat bahan-bahan alami lainnya yang penggunaannya dipercaya dapat menjadi cara untuk menghilangkan bekas luka akibat kudis.

Inilah beberapa bahan alami yang mudah diperoleh untuk menghilangkan bekas kudis dengan cara pengolahannya:

1. Lidah buaya

Gel lidah buaya selama ini kerap digunakan untuk mengobati luka bakar dan sensasi panas di permukaan kulit. Cara menggunakannya adalah dengan menghilangkan bagian kulit pada daun lidah buaya yang keras, lalu ambil gel yang terdapat di dalamnya.

Aplikasikan langsung cairan tersebut pada bagian bekas kudis dengan gerakan memutar. Diamkan selama satu jam, lalu bilas dengan menggunakan air dingin. Lakukan cara ini secara rutin selema 2 kali sehari hingga bekas kudis menghilang.

2. Minyak kelapa

Cara menghilangkan bekas kudis dengan minyak kelapa dapat dilakukan dengan memanaskan beberapa sendok minyak kelapa, lalu kemudian memijatnya selama 10 menit pada bekas kudis.

Biarkan minyak kelapa meresap ke dalam kulit selama satu jam. Anda bisa melakukan cara ini dua hingga empat kali dalam sehari.

3. Madu

Memanfaatkan madu sebagai obat untuk menghilangkan bekas kudis dapat dilakukan dengan cara mengoleskannya langsung ke permukaan kulit.

Karena perlu didiamkan dalam beberapa jam, sebaiknya cara menghilangkan bekas kudis ini dilakukan setiap malam ketika akan tidur.

Agar madu tetap menempel pada permukaan kulit, lapisi dengan menggunakan perban. Pagi harinya, Anda bisa membersihkannya menggunakan air hangat.

6. Peeling kimiawi

Peeling adalah teknik pengelupasan dengan bahan kimia menggunakan asam lemah yang dioleskan pada kulit wajah. Cara menghilangkan bekas kudis ini, termasuk perawatan kulit yang populer dan dapat dijumpai di mana-mana.

Dengan metode peeling kimiawi, bagian atas dari kulit wajah yaitu lapisan epidermis akan mengelupas dan mengekspos lapisan kulit yang lebih baru. Selain itu, metode ini juga dapat menghilangkan bercak penuaan dan keriput pada wajah.

Terdapat tiga cara peeling kimiawi yang digunakan untuk menghilangkan bekas kudis:

  • Deep peel: Teknik ini menggunakan fenol dan merupakan jenis yang paling banyak digunakan karena dapat menembus hingga bagian kulit yang lebih dalam. Metode ini biasa membutuhkan hingga 3 minggu untuk sembuh. Kulit Anda akan diperban dan harus diganti beberapa kali dalam sehari.
  • Superficial peel: Teknik ini memberikan efek yang lebih ringan dan dapat memperbaiki kelainan warna kulit akibat luka kecil.
  • Medium peel: Teknik ini biasa menggunakan asam glikolat dan digunakan untuk perawatan anti-aging.

Cara menghilangkan bekas kudis dengan peeling kimiawi sebenarnya kurang cocok bagi Anda yang berkulit sensitif, terutama jika Anda memiliki riwayat eksim dan psoriasis karena dapat memperparah penyakit ini. Peeling kimiawi juga tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui.

7. Mikrodermabrasi

Mikrodermabasi adalah metode medis yang berfungsi untuk meremajakan kondisi kulit dan memperbarui keseluruhan warna dan teksturnya. Cara ini bisa dilakukan untuk menghilangkan bekas kudis yang menghitam. Prosedur perawatan kulit ini dilakukan dengan mengusapkan aplikator ke permukaan kulit.

Aplikator yang digunakan berbentuk sikat berputar yang bisa menembus ke dalam jaringan kulit untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

Perawatan kulit ini juga bisa dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat yang ringan, garis halus, bintik penuaan, dan kekusaman. Mikrodermabrasi merupakan prosedur khusus yang hanya dapat dilakuka dokter spesialis kulit atau dermatolog.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Membunuh Kutu Scabies untuk Hindari Infeksi Kudis Berulang

Tungau scabies yang bersarang di dalam kulit bisa menyebabkan kudis. Cari tahu cara mematikan dan membunuh kutu scabies agar terbebas dari risikonya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 19/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Kenali Penyebab Scabies dan Faktor Risiko Kudis yang Perlu Diwaspadai

Infeksi tungau di kulit merupakan penyebab scabies atau kudis. Ketahui bagaimana tungau berkembang di dalam kulit dan dampak kesehatan yang ditimbulkannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 7 menit

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 14/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Kudis Api (Norwegian Scabies; Kudis Berkrusta)

Kudis api atau Norwegian scabies adalah kudis yang parah karena kulit terinfeksi oleh ribuan hingga jutaan tungau. Ketahui gejala dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 07/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Sabun sulfur untuk scabies kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Scabies pada bayi

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 7 menit
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Ciri scabies gejala kudis

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit