Cara Mencegah Kambuhnya PPOK Orang Tercinta Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Para penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) sering mengalami flare-up, yaitu waktu di mana gejala mereka kambuh menjadi lebih buruk daripada biasanya, dan membuat mereka menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Selama masa-masa ini, penderita PPOK mungkin perlu mengunjungi rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis.

Flare-up yang sering terjadi membuat kondisi penderita berkembang dengan lebih cepat. Untungnya, pencegahan kekambuhan PPOK mungkin untuk dilakukan.

Apa itu PPOK dan flare-up PPOK?

PPOK adalah suatu kondisi mematikan yang dapat mengenai baik pria dan wanita. PPOK dapat meningkatkan risiko penyakit paru serius lainnya. Itulah mengapa Anda and anggota keluarga harus memeriksakan paru-paru secara rutin. Penyebab paling umum dari PPOK adalah merokok.

Faktor lain yang memicu risiko PPOK adalah:

  • Anda merupakan perokok atau mantan perokok di atas usia 40 tahun.
  • Anda memiliki riwayat keluarga PPOK atau defisiensi alpha 1 antitrypsin.
  • Anda mengalami gejala PPOK yang membandel.
  • Anda memiliki riwayat paparan asap rokok atau polusi udara, atau pernah bekerja dengan bahan kimia atau debu yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.

PPOK sering menimbulkan flare-up alias kekambuhan. Anda bisa memprediksi flare-up untuk menyiapkan bantuan medis bagi anggota keluarga. Cara terbaik adalah untuk menghubungi dokter. Beberapa tanda peringatan flare-up PPOK meliputi:

  • mengi, atau mengi lebih daripada biasanya
  • batuk lebih daripada biasanya
  • sesak napas yang lebih parah daripada biasanya
  • peningkatan jumlah lendir
  • perubahan warna lendir ke kuning, hijau, coklat, atau berdarah
  • napas pendek atau cepat, lebih daripada yang biasanya untuk Anda
  • demam
  • linglung atau rasa kantuk berlebihan
  • pembengkakan telapak atau pergelangan kaki

Apa tips untuk mencegah kambuhnya PPOK penderita?

Anda dapat mencegah flare-up PPOK dengan menjalani kebiasaan gaya hidup yang sehat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu menjaga paru-paru Anda dan anggota keluarga tetap sehat:

1. Berhenti merokok

Tips pertama adalah, tentu saja, untuk menghentikan penyebab utama PPOK. Jika anggota keluarga Anda tidak pernah merokok, jangan memulainya. Jika anggota keluarga Anda merokok, mereka harus berhenti demi kesehatan diri serta keluarga. Meskipun Anda pernah merokok, berhenti dapat membantu memperlambat perkembangan PPOK dan membatasi kerusakan paru.

Risiko merokok juga berlaku bagi perokok pasif. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 10 persen dari kematian terkait rokok diakibatkan oleh asap rokok.

Berhenti merokok sangatlah penting jika Anda memiliki kadar protein alpha-1 antitrypsin yang rendah (protein yang diperlukan untuk melindungi paru-paru dan hati). Orang yang menderita defisiensi alpha-1 antitrypsin bisa mengurangi risiko PPOK parah mereka jika mereka mendapatkan suntikan alpha-1 antitrypsin secara teratur. Anggota keluarga dari seseorang yang menderita defisiensi alpha-1 antitrypsin harus diuji untuk kondisi tersebut.

2. Hindari polusi udara

Memasak di tungku api terbuka atau tungku kayu dapat meningkatkan risiko PPOK dan flare-up PPOK. Ini sangat berlaku bagi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan. Iritan saluran napas lainnya (seperti polusi udara, asap kimia, dan debu) juga dapat membuat PPOK menjadi lebih parah, tetapi merokok jauh lebih penting dalam menyebabkan penyakit ini.

3. Hindari paparan dari pekerjaan

Beberapa pekerjaan terpapar polusi tinggi, seperti penambang dan pekerja kimia. PPOK akan memburuk jika pasien terpapar bahaya kerja seperti debu batubara, asap kimia, debu beton, debu mineral, dan debu kapas atau debu biji-bijian. Satu studi menemukan bahwa paparan saat bekerja bisa berkontribusi sampai sekitar 20 persen dari kasus PPOK.

Anda harus mendorong anggota keluarga untuk berbicara dengan atasan atau mencari cara untuk mengurangi paparan, misalnya Anda dapat menyuruh mereka untuk menggunakan masker selama bekerja.

4. Ketahui riwayat keluarga

PPOK dapat memiliki faktor genetika yang menempatkan keluarga Anda pada faktor risiko PPOK yang lebih tinggi, terutama jika seseorang di keluarga Anda sudah terkena PPOK. Jika benar, Anda harus memeriksakan keluarga Anda untuk “gen PPOK.” Tes darah bisa menunjukkan apakah Anda membawa gen tersebut.

5. Dapatkan vaksin

Sebaiknya keluarga Anda mendapatkan vaksin PPOK. Suntikan yang umum adalah untuk flu, pneumonia, dan vaksin pertussis (disebut juga batuk rejan).

Apa lagi yang bisa dilakukan untuk mencegah kambuhnya PPOK?

Selain pencegahan yang disebutkan di atas, berikut adalah tips untuk membantu anggota keluarga Anda menghindari kambuhnya PPOK.

  • Periksa ke dokter secara teratur sesuai kunjungan yang dijadwalkan.
  • Jaga kebersihan diri dengan mencuci tangan setiap setengah jam atau bawa selalu hand sanitizer.
  • Banyaklah tidur. Saat tubuh lelah, Anda akan lebih rentan terkena sakit.
  • Minumlah banyak air untuk mengencerkan lendir di paru-paru.

Dengan memiliki strategi pencegahan yang baik, Anda bisa mencegah terjadinya flare-up PPOK. Jika anggota keluarga Anda terlalu sering mengalami flare-up, Anda harus periksa ke dokter untuk bantuan medis darurat.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 23, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca